HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 280


__ADS_3

Tak terasa hari demi hari berlalu dengan cepat. Hubungan kedua manusia itu mulai menemukan titik terang, dimana Lily mulai jatuh hati pada Raka. Setiap saat Raka memberi perhatian lebih untuknya dan mereka kembali berbulan madu untuk yang ke sekian kalinya. Raka dan Lily sudah memutuskan untuk segera punya momongan. Dan tepatnya satu tahun setalah itu, Lily hamil.


" Selamat pagi, sayang." Terukir senyum di wajah Raka yang kala itu hendak membangunkan istrinya.


" Pagi." Jawab Lily dengan melebarkan senyum.


" Kita jalan-jalan, yuk.." Ajak Raka.


" Kemana?"


Raka tersenyum dan merapikan rambut Lily...


" Di sekitar sini saja. Jalan pagi bisa membuat kamu dan anak kita sehat. Sekarang kamu siap-siap aku tunggu di depan, ya." Sebelum Raka pergi, dia menyempatkan mencium kening Lily.


" Aku mencintai kamu, mas." Lirih Lily.


Raka tersenyum...


" Aku tau itu, sayang. Aku pun sangat mencintai kamu dan anak-anak kita." Ucap Raka seraya mengusap perut Lily.


" Anak-anak?" Mendengar kata itu Lily teringat dengan putranya yang sekarang ada bersama Dimas. Hatinya hancur kala mengingat senyum manis putranya tersebut.


" Kamu kenapa, sayang?" Tanya Raka.

__ADS_1


" Aku merindukan Gilang, mas." Air mata perlahan jatuh.


Sebenarnya Raka punya satu kejutan dimana Lily belum mengetahuinya sama sekali. Dia sengaja mendatangkan Gilang bersama dengan Dimas dan Gea. Mereka sampai di bandara sekitar pukul sepuluh waktu setempat. Raka sengaja tidak memberi taunya karena ingin memberi kejutan kepada istri tercintanya.


" Boleh tidak kalau kita berkunjung ke sana, mas?" Tanya Lily dengan nada menyayat.


Bagi seorang ibu hal menyakitkan adakah saat berpisah dengan anaknya, meski hanya berpisah untuk sementara waktu, tapi bagi seorang ibu sehari saja rasanya satu tahun.


Seorang ibu rela berkorban nyawa demi buah hatinya, rela menutupi laparnya demi melihat anak anaknya makan dengan kenyang.


Seorang ibu bagaikan pelindung dunia, dimana beliau tidak akan pernah menolak kita meski kita ada banyak salah terhadapnya. Beliau adalah surga dunia yang siap memberi kita banyak keindahan tanpa perduli dengan kondisinya sendiri.


Seorang ibu juga bisa menjadi sebuah Rumah, dimana bisa menampung anak-anaknya dalam kondisi apa pun. Rumah yang tidak akan mengeluh atas segala isinya, meski panas dan hujan kerap menghantam, tapi Beliau tegar menghadapinya. Berbagai cara di lakukan demi melindungi putra-putrinya.


" Sayang, kita jalan sebentar di luar setalah itu aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat."


Lily mengangguk...


Setelah menemani Lily berkeliling, Raka segera menyuruh supir menyiapkan mobil menuju bandara.


" Kita mau kemana, Mas?" Tanya Lily.


" Ada deh..." ucap Raka dengan mencubit hidung Lily.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam perjalanan mereka sampai di bandara...


" Bandara? memangnya kita mau kemana, mas?" Heran Lily.


" Kamu lihat di sana.." Jari telunjuk Raka menuju para tiga orang yang telah menunggunya.


" Gilang..." Ucap Lily dengan bahagia.


" Sayang, hati-hati." Raka khawatir melihat istrinya berlari.


" Mami...." Gilang pun berlari menghampiri ibundanya dengan memeluk erat. " Gilang rindu sama mami, dan papi juga." Ucap anak itu polos.


" Gilang, sayang. jangan tekan perut mami nak. Di dalam ada adik bayi." Ucap Gea lembut.


" Iya, mama ku sayang."


Ucapan Gilang sontak membuat Lily kaget...


" Kamu sudah bisa menerima dia sebagai mama kamu, nak? bagus kalau begitu. Ini baru namanya anak mami." Ucap Lily dengan rasa bahagia.


" Gilang suka bisa punya dua ibu dan dua ayah. Kalian semua keluarga Gilang yang paling Gilang sayang."


KIsah mereka berakhir bahagia tanpa adanya dendam dan ingatan masa lalu. Mereka semua hidup dengan damai bersama pasangan masing masing. Tapi hal asuh Gilang sepenuhnya ada di tangan Dimas. Meski begitu Dimas tidak menutup akses mereka untuk saling bertemu.

__ADS_1


__ADS_2