
Gea duduk dengan berpangku tangan, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini...
" Kamu marah padaku?." Dimas mendekati Gea lalu duduk di sampingnya.
" Tidak!."
" Terima kasih, sudah membuat Mama ku tersenyum bebas seperti tadi."
Mendengar ucapan Dimas membuat Gea sedikit tersipu....
" Kamu tau? hal yang sangat ku rindukan dari Mama adalah senyum tanpa paksaan seperti tadi. Aku kira kamu akan mencelakai Mama, tapi nyatanya kamu membuat Mama bahagia." Jelas Dimas dengan menatap mata Gea.
" Sepertinya apa yang di rasakan Tante Fita, sama hal nya dengan apa yang aku rasakan. Jadi kita bisa saling mengerti yang namanya sakit hati...." Gea melihat Ibunda Dimas tengah bermain air di tepian.
Dimas mengernyitkan dahi..." Sakit yang kamu maksud itu seperti apa...?." Dimas mencoba mencari tau seberapa dalam masalah Gea.
__ADS_1
Gea menarik nafas dalam-dalam, sebelum dia menceritakan masalah yang di hadapi...
" Jika aku bicara padamu, apakah kamu akan menilai ku sebagai wanita jahat?."
" Tergantung pada pokok permasalahannya." Ucap Dimas sembari melepas pandang menuju lautan lepas.
" Aku sangat mencintai Leo. Bahkan aku siap menunggu dia bertahun-tahun. Dari saat dia di pisahkan sama Criztine dan sampai dia dengan wanita lain. Tapi tidak sekali pun Leo melihat perjuangan ku...." Gea menunduk lemas, segala Hasrat dalam diri membuatnya menjadi wanita yang kejam dan jahat.
Sentuhan lembut Dimas berikan di bahu Gea ...." Sebenarnya bukan cinta kamu yang salah, tapi cara kamu untuk merebut cinta yang salah!."
" Sudah jelas bukan? semua penolakan Leo adalah tanda bahwa dia bukan jodoh kamu. Bahkan dunia tidak merestui cinta kamu ini, jika kamu terus berjuang demi hal yang tidak di takdirkan untuk kamu, maka kamu bagaikan punggung merindukan rembulan!." Jelas Dimas dengan melebarkan senyum, berusaha menguatkan hati Gea.
" Tapi apa salah jika aku terus berharap dia mencintai aku?." Air mata perlahan jatuh di pipinya.
" Salah! Karena cara kamu itu kotor Gea. Kamu ingat? keluarga Criztine hancur dan Ayahnya meninggal, semua itu karena ulah kamu. Rasa cinta kamu membutakan mata hati kamu, sehingga kamu lupa bahwa tidak semua cinta itu bisa terbalaskan." Sengaja Dimas berkata seperti itu, dia ingin Gea sadar atas tindakannya.
__ADS_1
" Ya, aku sadar selama ini aku sangat jahat kepadanya(Criztine). jika saja aku bisa menjadi Criztine, maka aku akan sangat bahagia bisa di cintai orang seperti Leo." Gea mendongak ke atas langit, berharap Tuhan memberikan kesempatan untuk bisa merubahnya menjadi wanita seindah Criztine, selembut sikapnya, semanis tindakannya, sebaik hatinya.
" Jika kamu ingin menjadi seperti Criztine, kamu cukup merubah diri kamu dan hapus Opsesi cinta di otak kamu itu! Sesungguhnya kamu bisa menjadi diri kamu tanpa harus berbanding dengan diri wanita lain. Carilah Dia(lelaki) yang mau merubah kamu dengan Cintanya." Jelas Dimas sembari bergegas dari duduknya.
" Apakah masih ada kesempatan bagi ku untuk di cintai lelaki sebaik Leo?."
Dimas menggeleng kepala..." Jika yang kamu cari adalah seorang seperti Leo, maka itu mustahil! karena kamu harus berhadapan dengan Risa. Dia juga adalah wanita seperti kamu, tapi level dia jauh di atas kamu." Cetus Dimas sembari berjalan menjauh.
" Kamu membuat ku kesal...." Gea melempar sesuatu kepada Dimas, sehingga mengenai punggungnya.
" Kamu keterlaluan Gea...." Dimas berbalik lalu menatap kejam mata wanita tersebut.
" Biarin....wekkk." Gea berlari dengan menjulurkan lidah.
Tentu saja Dimas geram, dia pun mengejar Gea dengan makian di mulutnya.
__ADS_1