HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 249


__ADS_3

Dua jam kemudian...


Semua pekerja berkumpul di depan kantor menunggu datangannya seorang petinggi, Raka Hendarman. Anak pertama yang di pilih memimpin semua perusahaan Hendarman.


Sifatnya tidak jauh berbeda dengan adiknya, suka bermain hati, egois, dan kejam. Namun dia adalah seorang yang gigih dalam urusan bisnis. Tidak ada satu rintangan yang tidak mampu dia lalui. Otaknya bagaikan sebuah alat canggih yang tidak pernah kewalahan mengatur strategi bisnis.


Dia termasuk lelaki yang suka merebut kepunyaan orang lain, seperti kekuasaan atau sekedar wanita cantik. Meski begitu dia punya satu kelemahan, dialah Listya Gea Hendarman. Setetes air matanya bisa membuatnya murka, bahkan bisa menggunakan berbagai cara untuk menghancurkannya. Rasa sayang atas adik perempuannya mengalahkan rasa cintanya kepada siapa pun, termasuk kedua orang tuanya.


Raka lebih mendengarkan ucapan Gea di banding siapa pun, jadi setiap kali dia mendengar adiknya menangis pasti dia akan turun tangan. Tidak ada orang mampu menyakiti hati adiknya terkecuali Leo. Dia adalah satu-satunya orang yang sangat di inginkan Gea. Tapi berulang kali dia menangis, mengeluhkan sikap Leo kepadanya. Tentunya Raka ingin membalas dendam atas semuanya, tapi Gea meminta kakaknya untuk tidak menyakitinya sedikit pun, bahkan menyentuhnya saja tidak di perbolehkan.


Menurut Gea, Leo adalah lelaki istimewa yang sangat sulit di dapatkan, walau dengan ancaman sekali pun. Sifat teguh Leo membuatnya tertantang dan memilih menghadapinya sendiri tanpa campur tangan darinya.


Tak berapa lama datangan Raka dengan mobil mewah dan para pengawal. Dia nampak gagah dan tampan. Semua orang menatap penuh kekaguman, terlebih kaum wanita.


" Bang Raka..." David menghampiri lalu memeluknya seolah mereka adalah keluarga.


" Selamat datang di perusahan." Ucap David sembari memperlihatkan bangunan kokoh dan megah di depan mereka.


" Sempurna. Perusahaan ini jaya di bawah pimpinan adik tercinta ku itu." Senyumnya melebar dengan melihat semua yang ada, termasuk banyaknya tenaga kerja.


" Bukankah Gea baru beberapa bulan memimpin?" Lirih David.


" Diam kamu." Cetus Raka tidak terima.

__ADS_1


David membuang nafas berat lalu kembali mempersilahkan dia masuk...


" Mari kita masuk bang..."


Semua karyawan tertunduk ketika atasannya berjalan mendekat...


" Wanita cantik yang disana, temui saya sehabis pulang kerja." Satu kedipan mata untuk seorang wanita cantik yang berdiri tidak jauh darinya.


" Suatu kehormatan bagi saya, Tuan." Wanita itu tersenyum lalu menundukkan kepala sebagai tanda hormat.


" Oke. Saya tunggu kamu." Segera Raka melanjutkan langkah kakinya. sedangkan David berjalan di belakang dengan di ikuti asisten pribadinya.


" Tera, kamu sudah tunda rapat hari ini?" Tanya David.


" Sudah, Tuan." Jawabnya santun.


" Baik, Tuan."


Mereka masuk ke dalam ruang kerja Gea yang di gantikan oleh David sementara waktu.


" Sungguh hebat adik ku dalam memilih interior di ruangan ini." Tidak henti-hentinya Raka memuji semua tentang adiknya.


" Bukankah semua yang ada di sini adalah pilihan Pak Hendarman?"

__ADS_1


" Itu tidak mungkin. Pasti semua ini pilihan adik ku." Menolak kebenaran yang ada demi membuatnya bangga atas adiknya.


Bang Raka terlalu memuji adiknya setinggi langit. Percuma saja aku angkat bicara...


Raka duduk di meja kerja adiknya dengan berpangku tangan...


" Apa kamu sudah menemukan adik ku?"


" Maaf, Bang. Sepertinya Dimas menculik Gea. Semua memang salah ku, jika saja malam itu tidak mengajaknya ke Club, pasti saat ini dia masih ada bersamaku."


Raka melihat raut kesedihan di wajah David. Meski dia tau bahwa adiknya lebih menginginkan lelaki lain, tapi dia ingin David menjadi pendampingnya. Karena dia percaya atas kesetiaan David dan ketulusan cintanya.


" Sepertinya ada konspirasi di dalamnya. Sebab Ayah dan Bunda juga menghilang dari rumah. Semua bandara sudah aku datangi, tapi tidak ada satu pun penerbangan atas nama mereka. Sungguh permainan macam apa ini.." Meja di depannya ikut menerima imbas atas kemarahan Raka.


" Sepertinya semua di atur oleh seorang berkuasa, sampai tidak ada jejak sama sekali. Tapi siapa orang di balik semua ini?"


" Iya, sepertinya juga begitu. Oh iya, kamu punya foto lelaki itu?"


David mengeluarkan sebuah bingkai dari dalam laci lalu menunjukkan wajah Dimas padanya.


" Dia orangnya."


Jari telunjuk Raka tertuju pada potret wajah Dimas. " Lelaki seperti dia?" Tatapan mata Raka seolah tidak percaya, atas cinta Gea yang melabuhkan hati untuknya. Banyak lelaki tampan dan kaya yang ingin bersanding dengannya. Tapi kenapa Gea memilih lelaki yang di anggapnya biasa saja.

__ADS_1


Raka mencoba melihat dengan seksama foto mereka berdua...


" Sepertinya adik ku sangat bahagia bersamanya. Tapi gara-gara dia Adik tercinta ku tidak lagi memperdulikan ucapan ku lagi." Tatapan mata Raka penuh dengan api kebencian.


__ADS_2