HASRAT

HASRAT
ep 25


__ADS_3

Rikardo mengantar Tasya pulang


sakit rasa melihat wanita yang dia cintai di hina di depan umum.


dengan semua yang di alami oleh Tasya, Rikardo takut jika itu akan mempengaruhi mental Tasya, Rikardo takut jika akan berpengaruh buruk pada anak dalam kandungannya.


"Kamu harus kuat demi anak kamu..." Rikardo mengusap kepala Tasya dengan satu tangan yang mengendalikan mobil


Tasya hanya terdiam dan menangis,


Rikardo menghentikan mobilnya di sebuah tempat.


"Kamu lihat aku, aku bersedia bertanggung jawab atas anak ini" Rikardo menatap Tasya dan menyeka air mata di pipi.


"Maaf kan aku yang menyeret kamu ke dalam masalah ku" Tasya memeluk Rikardo.


Rikardo merasa sedih melihat Tasya yang terus menerus di sakiti oleh lelaki jahat seperti Riko, ingin sekali rasanya dia menghabisi lelaki yang tak bertanggung jawab macam dia.


"Bawa aku pergi jauh dari sini...."lirih Tasya.


"Kamu yakin Sya dengan keputusan kamu ini??" Rikardo meyakinkan Tasya dengan kedua tangannya yang menyentuh pipi Tasya.


Tasya hanya mengangguk


Rikardo memeluk Tasya dengan perasaan bahagia


akhirnya Tasya bisa lepas dari kesakitan yang dia derita selama ini...

__ADS_1


"Baik lah aku akan menjaga mu kita akan pergi jauh dari kota ini" Rikardo tersenyum dengan menyibak kan rambut Tasya yang berantakan.


"Aku ingin berkemas dulu...."ucap Tasya.


mereka pun pulang dan membereskan barang barang Tasya


dengan berat hati Tasya meninggalkan rumah, dia menatap dengan penuh kesedihan


"Di sini dulu aku lahir, dan di sini lah aku tumbuh seperti sekarang... sekarang aku harus pergi meninggalkan rumah ini..." Tasya menangis mengingat semua kenangan masa lalunya di rumah itu


Rikardo meraih tangan Tasya dan menggandeng nya


mereka pun pergi dan menetap di kota yang jaraknya lumayan jauh dari kota yang dulunya mereka tinggali


"Sementara kita tinggal di sini....ini dulunya rumah nenek ku tapi setelah beliau wafat rumah ini jadi sepi karna tak ada yang mau tinggal di sini"jelas Rikardo


"Bagaimana dengan sekolah mu?" Tasya menatap wajah Rikardo dengan penuh rasa bersalah


"Tidak usah perdulikan itu, kita akan membuka usaha di kota ini untuk biaya hidup kita ke depan nya...."Rikardo mengusap perut Tasya dengan lembut


"Lalu bagaimana dengan para warga di sini jika kita tinggal satu atap....??" tanya Tasya.


Seketika Rikardo terdiam mendengar perkataan Tasya yang membuat nya bingung dengan semua ini


"Bagaimana kalau kita nikah siri dulu, kita bisa berpura pura menjadi suami istri...!"sambung Rikardo.


Tasya tersentak dan mulai berfikir mungkin ini jalan satu-satu nya yang harus dia ambil

__ADS_1


bahkan dia sudah melibatkan Rikardo ke dalam masalah yang sangat rumit


"Baik lah, tapi..."


Rikardo tau maksud dari perkataan Tasya yang membuat dia tersenyum tipis


"Kamu tenang saja...kita tidur di tempat yang terpisah ....oke" jelas Rikardo


Tasya mengangguk dan mereka membersihkan seluruh ruangan yang kotor dengan debu-debu


karna saking lamanya tak berpenghuni


Tasya merebahkan tubuhnya di kasur dia sangat kelelahan dan dia pun terlelap


"Ya ampun aku kira dia kemana, tidak tau nya dia tidur di sini" Tikardo menutupi tubuh Tasya dengan selimut


Rukardo pun pergi keluar mencari makan untuk Tasya dan dirinya


dia merasa sangat beruntung bisa mendapat kesempatan untuk berada di samping Tasya


meski dia tau di dalam hati Tasya hanya ada Riko seorang....


Tak lama kemudian Rikardo pulang dengan membawa makanan


dia masih melihat Tasya yang terlelap dan memilih tidak membangunkan nya karna Tasya sangat kelelahan


dia bergeges ke dapur dan memasak air untuk membuat teh dan susu hamil untuk Tasya

__ADS_1


Rikardo membuat nya dengan penuh rasa cinta dan ketulusan.


__ADS_2