
Beberapa hari Marisa dengan setia menjaga Leo, sampai dirinya tidak memperhatikan kondisi badannya sendiri.
"Lelah, sekali...." Lirih Risa sembari bersandar pada bahu ranjang.
"Pulanglah! kamu istirahat saja dulu. aku bisa menjaga diriku sendiri, lagipula aku ini seorang dokter! jadi aku pasti bisa merawat diriku sendiri." Leo merasa tidak tega melihat Risa yang nampak kelelahan.
pucat pada wajahnya dikarenakan kurang istirahat, bahkan dia juga telat makan.
semua ini karena dia ingin selalu menjaga Leo, semua yang dia korbankan adalah murni keinginannya sendiri.
"Tidak mau! aku ingin menemani kamu saja disini. kalau begitu bolehkan aku tidur di sana?." Risa menunjuk pada sofa panjang yang berada di sudut ruangan tersebut.
"Kalau itu mau kamu, maka aku tidak bisa melarangnya. selamat istirahat." Leo melebarkan senyum dengan masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.
Tanpa menunggu waktu lama, Risa menghempaskan tubuh di atas sofa tersebut...
Rasa lelah membuatnya terlelap dengan sangat cepat, tanpa dia sadari Leo tangah menatap dirinya penuh senyuman.
"Wanita itu sedikit liar, tapi aku merasa nyaman saat di dekatnya." Senyuman indah di layangan untuk Risa.
__ADS_1
Rasa sakit yang dia rasakan berangsur membaik.
hari demi hari di lalui bersama dengan risa.
Terkadang ada sebuah getaran dalam dada yang membuat Leo kembali mengingat masa lalu bersama dengan seseorang yang tidak dapat dia lupakan sampai saat ini....
Tentunya dia adalah Criztine!.
semua bahagia yang pernah dia rasa, pasti akan mengingatkan dia pada sosok wanita cantik dan baik hati tersebut.
Sebenarnya tidak pantas bagi dirinya untuk mengagumi wanita yang sudah di miliki orang lain.
akan tetapi apa bisa dikata jika hati masih ingin mengaguminya, seberapa kuat tekat untuk melupakannya, akan sulit jika di dalam pikiran dan hati masih tersimpan cinta dan bayang wajahnya.
"Leo....." ucap Seseorang yang berdiri depan pintu.
"Sssstttt....."
"Ada apa sih....?" Tanya jimmy sembari melangkah kedalam.
__ADS_1
"Pelankan suara kamu." Lirih Leo dengan menunjuk arah Risa.
"Ya Tuhan, jadi dia berada disini menemani kamu?." sambung Dimas.
"Hah, apa dia tidak berlebihan? kenapa dia rela meluangkan waktu hanya demi kamu.jangan bilang kalau kalian sudah jadian ya? hayo ngaku." Ucapan Dimas membuat Leo terpojok, rona pada pipinya membuat para sahabat mulai menggoda Leo habis-habisan.
"Cie....yang udah move on." Cetus Jimmy dengan menyenggol bahu kanan Leo.
"Sakit Tau! sudahlah jangan menggodaku lagi. katakan kenapa kalian baru datang kesini? sahabat macam apa kalian ini? disaat aku celaka malah orang lain yang menjaga dan merawatku. kemana saja kalian?." Leo menampakkan wajah kesal.
"Jangan marah! aku baru saja tiba disini, sudah beberapa hari aku di kirim oleh Revaldi ke Eropa. ada banyak masalah di kantor, jadi aku butuh bantuan dia. maka dari itu aku baru tau saat Nathan memberi kabar tentang dirimu!." Jelas Jimmy.
"Aku juga minta maaf sob, ada banyak masalah di keluargaku. hingga aku tidak tau semua kabar mengenai dirimu! bahkan jika Jimmy tidak memberi kabar padaku, maka aku tidak tau sama sekali." Wajah Dimas nampak muram, terlihat beban berat yang sedang sia hadapi.
namun seberat apapun bebannya saat ini, dia memilih untuk tidak memberi tau para sahabatnya.
"Tidak usah bersedih seperti itu, aku sudah memaafkan kalian. begitu saja kalian sudah mau menangis.....hahaha" Tawa Leo pecah saat dia menatap wajah para sahabtnya yang seolah merasa sangat bersalah.
"Oh iya, kenapa kamu bisa mengalami kecelakaan itu?." Tanya Dimas sembari duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Pasti dia sedang memikirkan Criztine. jadi dia tidak fokus seperti itu...." Cetus Jimmy.
"Kalian sok tau sekali! sebenarnya saat itu aku ada sebuah janji dengan keluarga pasien, tapi aku bangun kesiangan. karena tergesa-gesa akhirnya aku tidak memperhatikan jalan, hingga kecelakaan itu tidak dapat dihindarkan!." Jelas Leo.