HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 217


__ADS_3

Siang itu, Leo tengah bersantai di kamar tamu, karena kamarnya di ambil alih oleh Rachel. Di karenakan hari ini dia libur kerja, jadi seharian penuh dia hanya di rumah....


Kamar tamu yang di tempati Leo itu, dulunya di tempati oleh Risa, dan kini dirinya harus tidur di sana juga...


" Dia sedang apa ya...." Leo meraih ponselnya lalu melakukan vidio call dengan Risa.


" Hay, kamu yang disana, sedang apa sayang?." Tanya Leo penuh senyuman.


( Sedang merindukan sosok seorang Dokter muda pengendali hati ku. Dan sepertinya Dokter itu juga merindukan aku.) Ucap Risa yang masih di kantornya. Senyum simpulnya menghiasi layar ponsel keduanya...


Jarak diantara mereka bukan penghalang untuk tidak saling memandang.


Meski raganya jauh, dan sulit tuk di gapai.


Namun senyum dan suaranya masih bisa di peluk.


Sinar matanya mendekap penuh kasih.

__ADS_1


Ucapannya bisa mengobati rasa rindu antara keduanya.


Leo menatap wajah kekasihnya yang nantinya akan segera menjadi tunangannya...


" Sepertinya tidak seperti itu." Leo berpura-pura memperlihatkan wajah sok cueknya.


( Ih...kamu jahat.) Wajah manyun Risa terlihat sangat jelas di layar ponselnya.


" Hahahaha..." Leo merasa tergelitik ketika melihat raut wajah manyunnya. " Raut wajah itu yang sangat aku rindukan....hahaha."


( Menyebalkan! jadi kamu hanya rindu dengan wajah jelek ku dari pada senyum manis ku? jahat sekali kamu.) Bermanja dengan seorang lelaki yang paling di cintai adalah hal terindah di hidup Risa, sebab di kehidupan percintaannya dulu, hanya ada rebut-merebut.


Sampai di titik seperti ini, Risa sadar bahwa cinta tidak harus selamanya indah. Terkadang dari penderitaan akan timbul rasa cinta, dan tidak selamanya keromantisan akan berakhir di pelaminan.


Cinta juga tidak selalu di awali dengan dua manusia saling rasa, tapi terkadang pula bisa timbul dengan perjodohan yang awalnya mereka tidak saling mencinta.


Begitulah Cinta! Tidak ada satu orang pun bisa menebak alurnya, cerita panjang dan akhir yang tidak bisa di tentukan.

__ADS_1



Di saat Leo tertawa terbahak, datanglah Rachel...


" Sayang, kamu lagi ngapain..." Lantang Rachel sembari berjalan mendekat. Dia sengaja mengobarkan api cinta diantara mereka.


( Siapa dia?.) Sontak saja Risa marah, ketika kekasihnya di panggil sayang oleh wanita lain. ( Kamu jahat.) Tanpa pikir panjang, Risa menutup telepon.


" Halo Ris, Halo..."


" Kamu ini apa-apaan sih Ra?." Amarah dalam dirinya bangkit. " Kamu jangan menimbulkan masalah baru antara aku dan dia...." Bentak Leo.


" Aku hanya bercanda Le, kenapa kamu semarah ini?." Rachel baru kali ini melihat Leo murka di hadapannya. Biasanya jika Dia melakukan kesalahan, Leo hanya diam dan pergi, tapi sekarang dia benar-benar marah.


Leo berusaha berulang kali menghubungi Risa kembali, tapi ponselnya tidak aktif. " Ini semua karena kamu..." Bentak Leo.


" Aku cuma bercanda kok. Lagian siapa suruh punya pacar cemburuan seperti itu..." Ucap Rachel berusaha menyelamatkan diri.

__ADS_1


" Kamu, menyebalkan...." Segera Leo bangkit lalu meraih kunci mobilnya. " Jangan ikuti aku, atau aku akan menyuruh Tina untuk menjemput mu..." Segera Leo keluar dari kamar tersebut. Ponsel yang tadinya ada di genggaman, kini di masukkan dalam saku celananya.


" Bagaimana jika Risa benar percaya dengan semua ini? Lalu bagaimana dengan pertunangan ini? Astaga, Rachel membuat ku kesal hari ini. Lihat saja nanti...." Dengan kesal Leo masuk ke dalam mobilnya lalu segera pergi.


__ADS_2