HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 206


__ADS_3

Beberapa hari setelah Dimas menjalani perawatan di Rumah Sakit, kini dia di perbolehkan pulang....


" Re, bantu gua berdiri..." Pinta Dimas.


Revaldi yang tengah berdiri di dekat Jimmy, segera membantunya berdiri. Persahabatan keduanya sudah memasuki tahap persaudaraan, dimana mereka selalu ada saat satu sama lain membutuhkan...


" Jika kaki lo masih sakit, jangan di paksakan. Lebih baik pakai kursi roda saja untuk sementara..." Sambung Jimmy.


" Ogah! lo kira gua lumpuh..."


" Dimas....sebaiknya kamu mengikuti apa kata Jimmy, dari pada kamu meringis kesakitan seperti itu." Ujar Fita sembari meraih kursi roda yang Jimmy bawakan.


" Mama...aku masih bisa berjalan, aku tidak mau terlihat lemah, hanya karena kursi roda itu." Bersikeras menolak tawaran dari ibundanya untuk menggunakan kursi roda.


" Terlihat lemah tidak mau, tapi melemahkan diri demi cinta tidak malu, dasar bodoh!." Revaldi segera membantunya duduk ki kursi roda tersebut..." Sebelum takut terlihat lemah, maka kuatkan dulu hati mu, mau terliihat kuat tapi sebenarnya rapuh....." Segera Revaldi membawa Dimas keluar.


" Gua sakit, masih aja lo hujat Re..." Lirih Dimas.


Revaldi mendengar keluh Dimas, namun dia tidak ingin berdebat dengan manusia keras kepala seperti Dimas.


" Oh, iya. Tante sama Dimas ikut mobil saya saja, sebab mobil Jimmy sempit." sembari meledek Jimmy dengan kedipan mata.


" Dasar Lo Re, mentang-mentang mobil baru, bilang punya gua sempit..." Satu ketukan di kepala Revaldi.

__ADS_1


" Sakit Tau..." Revaldi mengusap kepalnya.


" Hahahaha..."


Saat Dimas tertawa, semua orang kebingungan...


" Dimas...kamu kenapa nak?." Fita terlihat panik melihat tingkah anaknya.


" Jangan bilang Lo jadi depresi karena gak bisa naik mobil mewah Gua ya? iya, kan? ngaku lo..." Banyolan Jimmy dan Revaldi mampu sedikit menutupi luka di hatinya.


" Sepertinya dia tertular Virus gila Lo Jim..." Sambung Revaldi.


" Gila Lo, mana ada virus doyan sama Cowok tampan macam gua, yang ada Virus itu suka sama orang kaya macam kalian berdua...Hahaha." Melepas penat bersama para sahabat, adalah obat yang mudah di jumpai.


" Sudah, sudah, kalian ini bercanda terus, kapan pulangnya..." Protes Fita sembari mencubit lengan Revaldi dan Jimmy.


" Aduh, sakit Tante..." Ujar Jimmy.


" Garang sekali Tante ini, nanti cantiknya ilang lho..." Revaldi merangkul pundak Fita. Tidak habis pujian terlontar dari mulut manisnya, sehingga membuat Fita geleng kepala.


" Dasar, kalian ini, dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Selalu saja menggoda Tante..." ujar Fita.


" Kami juga adalah anak Tante, jadi sampai kapan pun kita akan seperti itu..." Jimmy segera meraih tangan ibunda Dimas, lalu mencium tangannya.

__ADS_1


" Ehem....." Dimas berdehem. " Gua yang sakit, kenapa nyokap gua yang di sayang." Protes Dimas.


" Hahaha....Dia cemburu." Jimmy mengolok Dimas dengan memeluk erat tubuh Fita.


" Sudah, sudah, malu di lihat banyak orang. lebih baik kita pulang saja..." ujar Fita.


Dimas melihat senyum di bibir ibundanya, bahagia, begitu bahagia.


" Sob, makasih ya..." Lirih Dimas dengan menundukkan kepala.


Melihat Dimas seperti itu, mereka(Revaldi-Jimmy) saling melempar pandang..." Maksud kamu apa?." Jimmy mendekati Dimas, sembari berjongkok di sampingnya.


" Kalian ada saat gua butuh bantuan kalian, bahkan kalian meluangkan waktu untuk menjaga ku beberapa hari ini." Dimas menyentuh tangan Jimmy.. " Sungguh terima kasih..."


" Jangan lebay deh...Kita itu sudah lama bersahabat, jadi wajar jika kita ada buat Lo." Revaldi mendekat lalu menyentuh pundak sahabatnya.


" Makasih Re, gara-gara gua sakit, jadi Lo harus ninggalin Criztine di Eropa. Makasih banyak ya sob..."


" Enak saja, Lo pikir ini gratis? pokoknya Lo harus ganti waktu romantis gua sama bini gua..."


" Tega amat...." Lirih Dimas sembari memukul lengan Revaldi.


Tawa canda mulai hadir kembali dari dalam diri Dimas, meski rasa sakit nya masih terasa, namun sedikit memudar.

__ADS_1


__ADS_2