
Pemakaman yang penuh haru....
Tiba dimana hari jenazah di makamkan.
semua orang berbondong-bondong ikut ke pemakaman untuk memberi penghormatan terakhir pada orang berbudi luhur seperti Rikardo...
kepergian Rikardo meninggalkan banyak luka di hati orang-orang yang ada di dekatnya
semasa hidup Rikardo banyak membantu orang yang membutuhkan, dia adalah manusia yang berhati emas.
Tasya berusaha tegar, dia hanya bisa menahan rasa sedih yang seakan menghancurkan dunianya saat ini.
dia berusaha tersenyum dan menguatkan April dan juga Revaldi.
"Mas aku pasti akan selalu merindukan kamu..." Lirih Tasya saat jenazah masuk liang lahat.
"Ayah....." Jerit April.
"Sayang kamu harus kuat Saat ini Ayah sudah bahagia di alam sana, jika kamu menangis seperti ini maka Ayah akan sangat sedih nak..." Ucap Tasya dengan memeluk April.
"Mami aku tidak mau kehilangan Ayah. Aku mau ikut ayah, biar aku yang temani ayah. Di dalam pasti gelap dan Ayah pasti takut..." April hendak berlari, namun Tasya berusaha terus untuk mengeratkan pelukannya.
Revaldi melihat sang adik yang menangis histeris, namun dia tak mampu menguatkan ibu dan juga adiknya
karna saat ini dirinya pun tak sanggup menerima semua kenyataan yang ada di depan mata.
"Sayang jangan menangis, kamu harus berusaha kuat agar kamu bisa menguatkan Mami dan juga April..." bisik Criztine.
__ADS_1
Revaldi terdiam, serasa sesak dalam dada...
Dia pun berjalan mendekati ibunda nya dan memeluk ibu juga adiknya.
"Kita harus menerima kenyataan ini...." Lirih Revaldi dengan menahan sedih di hati.
hik hik..
"Revaldi Ayah kamu telah banyak berjasa di kehidupan kita..." ucap Tasya dengan membenamkan wajah di dada sang anak.
Mendengar kalimat yang Tasya ucapkan membuat dada Revaldi semakin sesak...
"Aku tidak akan melupakan semua kebaikan beliau..." jelas Revaldi.
"April sayang, kamu jangan menangis lagi dik..." ucap Revaldi dengan mengusap kepala adiknya.
semua orang sudah meninggalkan tempat tersebut, kecuali Tasya, April, Revaldi dan juga Criztine...
pada saat mereka hendak pergi, datanglah seorang lelaki tampan datang dengan membawa seikat bunga.
"Turut berduka cita nyonya, perkenalkan saya Arman rekan bisnis tuan Rikardo. saya pernah di utus oleh tuan Rikardo untuk memberikan ini pada nyonya di hari dimana beliau wafat....." Arman menyerahkan seikat bunga dan sepucuk surat juga ada sebuah kotak.
"Apa ini? dan apa maksud semua ini?" Tasya pun membuka surat tersebut.
*Teruntuk: Istri dan anak-anak ku.
disaat kalian membaca surat ku ini pasti aku sudah tidak ada di sisi kalian lagi.
__ADS_1
aku juga tau pasti saat ini kalian sedang menangis di atas makam ku...
jika kalian menyayangi ku maka tolong usap air mata kalian, karna aku tidak suka melihat orang yang aku sayang menangis.
Aku juga mohon maaf jika selama ini aku sembunyikan penyakit ku ini, karna aku tidak mau membuat kalian cemas dengan kondisi ku...
jujur jika aku boleh memilih maka aku akan memilih untuk tetap hidup bersama kalian.
tapi ternyata tuhan telah menggariskan cerita hidupku sampai disini saja...
kalian harus tetap tersenyum meski tanpa hadirnya diri ku, tapi yakinlah sayang aku akan ada di setiap langkah kalian.
dengan surat ini aku pamit pada kalian semua..
jangan lupa bahagia istri ku sayang.
dan untuk anak-anak ayah, love you😘😘...
salam sayang ku pada kalian.
Rikardo*.
setelah membaca surat itu Tasya merasa sangat sedih, dia tak menyangka bahwa kepergian Rikardo sudah di siapkan sejak lama, namun sesuai permintaan Rikardo, Tasya pun melebarkan senyum sembari mencium nisan sang suami.
Air mata yang mengalir dengan sendirinya, menggambarkan perasaan Tasya saat ini.
Dengan berat hati mereka meninggalkan makan Rikardo.
__ADS_1