HASRAT

HASRAT
hasrat


__ADS_3

Lega rasa nya keluar dari ruangan bu tami, aku bukan nya tidak tahu kemana arah pembicaraan bu tami, pasti nya wanita paruh baya itu akan terus terusan menjahiliku. wanita yang periang tak pernah sedikit pun aku lihat bu tami bersedih. mungkin saja kesedihan nya tak tampak karena wajah nya yang selalu menampilkan senyuman dan keceriaan.


saat berjalan di koridor kantor menuju lift kulihat pria tadi masuk ke ruangan sir rasyid, tapi kemana wanita yang tadi bersama nya. ahhhh,,,kinan jangan katakan kau mulai tertarik dengan kehidupan orang lain. aku pun menggelengkan kepala ku "tidak, tidak... "


POV Rayhan


*************


"Vivian, apa kah kau akan terus mengikutiku tanya ku geram sambil melepaskan rangkulannya di lenganku.


"sayang, aku juga kan ingin bertemu dengan ayahmu calon mertuaku jawab vivian.


"stop vian jangan mengada-ada hubungan kita tidak sespesial itu dan aku tak perlu repot-repot untuk memperkenalkan kau kepada ayahku berhenti memanggil aku sayang, menjijikkan.


"tapi rey, aku kira selama ini kita... vivian menggantung ucapan nya.

__ADS_1


"kau pikir kita ini apa hah,,, pacaran atau kau calon istriku begitu. jangan pernah bermimpi vian hubungan kita tidak lebih dari sebatas rekan kerja, kau ku bayar cuma untuk mengelabui client-client ku, sebatas partner undangan pesta perusahaan karena aku tak ingin di katakan pria yang belum move on oleh client ku karena di tinggal oleh seorang wanita. selagi aku masih sopan silahkan kau pergi". ucap rayhan dengan dingin.


Rayhan berlalu meninggalkan vivian yang masih mematung shock dengan perkataan yang rayhan ucapkan.


"lihat saja rey aku akan buat perhitungan karena telah berani mencampakkan aku, aku pastikan kau akan bertekuk lutut dan mengemis cinta dari ku". batin vivian dengan senyum smirk nya.


********************************************


"tok, tok rayhan mengetuk pintu ruangan sir rasyid membuka pintu sedikit sambil mengucapkan salam.


"waalaikum salam... haii son sambil membentangkan tangan nya sir rasyid menyambut kedatangan anak semata wayang nya. sudah sampai ternyata, bagaimana,,, siap untuk bekerja dan berkenalan dengan karyawan perusahaan.


"ehm,,,hari ini aku akan memeriksa berkas-berkas, bagaimana kalau besok saja baba perkenalan nya.


"oke son terserah kau saja jawab sir rasyid dengan tersenyum.

__ADS_1


"baba ingin bertanya padamu... keningku berkerut menatap baba. "apa ada hal yang serius baba jawab ku.


"apa benar kau punya hubungan dengan model itu rey, ehm siapa nama nya vivian".


aku memicingkan mataku memastikan perkataan baba.. "ehmm,, sejak kapan baba tertarik dengan kehidupan pribadi ku". aku balik bertanya.


"sejak kau berumur satu hari sejak itu pula baba tertarik dengan kehidupan mu. yaa,,, kehidupan mu kebahagiaan mu adalah hal yang paling menarik buat baba. baba tau kau sudah dewasa kau pasti risih jika baba mencampuri kehidupan pribadi mu, baba tau batasan baba sebagai orang tua baba hanya bisa melihat tanpa ingin ikut mencampuri tapi sebagai orang tua baba selalu khawatir tentang kebahagiaan anak nya. Nak,,, kalau boleh baba kasi saran tolong tinggalkan lah vivian cari gadis yang baik untuk kau jadikan pendamping. baba tidak bilang kalau vivian gadis yang buruk tapi firasat baba sebagai seorang ayah mengatakan vivian bukanlah gadis yang pantas untuk kau jadikan istri.


aku tersenyum menatap baba "baba jangan khawatir aku tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk ku".


"baiklah nak, baba percaya padamu". ucap sir Rasyid sambil menepuk pundak Rayhan.


bersambung.


haiii reader salam kenal dari author ya.. jangan lupa like dan komen novel nya ya supaya penulis tahu apa reader suka atau tidak karya novel penulis. terima kasih salam sayang dari penulis.

__ADS_1


__ADS_2