HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 161


__ADS_3

Setelah Criztine pergi bersama Kania, kini Revaldi dan Jimmy menuju tempat dimana biasanya mereka berkumpul bersama.


Hampir dua bulan mereka tidak bertemu.


Rasa rindu membuat mereka ingin mencurahkan kerinduan mendalam.


" Re, untuk saat ini mungkin lebih baik jika kamu menjaga istri kamu." ucap Jimmy dengan fokus pada stir kemudi. " Sepertinya tidak aman untuk Criztine berada di luar."


Revaldi merasa heran, kenapa Jimmy berkata seperti itu.


" Maksud kamu apa Jim? bahaya apa?."


" Tante Maria kembali."


" Ibu Leo?." Seketika Revaldi menatap Jimmy untuk kembali meyakinkan semua hal yang telah ia dengar.


" Kalau begitu, tidak akan aku biarkan wanita jahat itu kembali membuatnya menderita." Revaldi segera meraih ponsel dari saku celananya.


Ia menghubungi seorang kepercayaannya untuk melindungi sang istri.


" Jaga istri dan anak dalam kandungannya. Tidak akan ku ampuni kalian jika ada hal buruk terjadi pada mereka. Mengerti!." Cetus Revaldi.


" Dasar kejam." lirih Jimmy.


" Apa kamu bilang?."


" Tidak ada."


Tak berapa lama mereka menuju tempat yang telah mereka sepakati.

__ADS_1


" Kalian lama sekali." Seorang lelaki duduk dengan santainya di temani oleh beberapa botol Wine.


" Dimas, sejak kapan kamu disini?." heran Jimmy. " Kamu bagaikan hantu."


" Kamu tidak bersama Leo?." Revaldi duduk di sampingnya lalu meraih segelas Wine di atas meja.


" Dia sedang mengalami penderitaan dan juga siksaan."


" Terlalu berlebihan." tiba-tiba datanglah seorang lelaki tampan. " Bagaimana kabar kamu?." salam persahabatan di berikan oleh Leo.


" Baik." Revaldi menyambut hangat kedatangan Leo." Sepertinya pak Dokter kita ini sedang kelelahan."


" Setiap hari wajahnya memang seperti itu." sambung Jimmy sembari menenggak sebotol wine.


" Oh iya, ada berita baru lho. Leo pacaran sama..." ucapan Jimmy tertahan oleh kedua tangan Leo.


" Jangan buka rahasia dong." kesal Leo.


" Dimas...." kedipan mata Leo mengisyaratkan larangan keras.


Sesungguhnya saat ini Leo tidak ingin hubungannya di ketahui oleh Revaldi.


Dia belum siap mengumumkan semua ini kepada semua orang.


" Kita lupakan masalah pribadi kita, sekarang mari kita bersulang."


Mereka semua bersulang bahagia dan melepas rindu.


" Re, selamat atas kehamilan Criztine." ucap Dimas.

__ADS_1


Uhuk uhuk...


" Hamil?." Leo terkejut atas apa yang dia dengar. " Sejak kapan Criztine mengandung?."


" Dia mengandung sebelum kepergian Ayah. Maaf, kami tidak sempat memberi kabar." lirih Revaldi.


Wajah murung Revaldi terlihat jelas, ia kembali mengingat kepergian Ayahnya.


" Tidak apa-apa, selamat untuk kehamilan istrimu." uluran tangan Leo.


" Terima kasih."


" Coba lihat, Leo susah move on. hahaha." Karena di pengaruhi minuman keras, mereka berbicara tanpa terkendali.


" Kalau dia berani melirik istriku lagi, maka akan ku patahkan tulang lehernya." Cetus Revaldi.


" Tidak akan lagi, karena dia sudah menemukan pengganti Criztine. Dan dia adalah Risa." seketika Jimmy menutup mulutnya sendiri.


" Risa?." Revaldi menatap tajam mata Leo.


" Risa tidak hanya mantan kekasih kamu itu." Ucap Leo.


" Memang kenapa kalau Risa itu adalah mantan kekasih kamu? apa kamu juga belum move on?." Sambung Dimas.


" Dasar bodoh! bicara apa kamu itu." Kesal Revaldi. " Aku sudah tidak mengingat wanita itu lagi. Terserah jika Leo mau sama dia." Revaldi berpaling muka.


" Aku sangat tidak nyaman atas kedatangan Gea." Leo terlihat sangat frustasi.


" Apa susahnya? kamu nikahi saja dia."

__ADS_1


" Tidak sudi. Dia adalah wanita jahat yang melakukan banyak cara untuk mendapatkan apa yang dia mau." Leo menghela nafas panjang, seolah dunia gelap tanpa sedikitpun sinar cahaya.


__ADS_2