
Setelah Criztine pergi bersama Kania, kini Revaldi dan Jimmy menuju tempat dimana biasanya mereka berkumpul bersama.
Hampir dua bulan mereka tidak bertemu.
Rasa rindu membuat mereka ingin mencurahkan kerinduan mendalam.
" Re, untuk saat ini mungkin lebih baik jika kamu menjaga istri kamu." ucap Jimmy dengan fokus pada stir kemudi. " Sepertinya tidak aman untuk Criztine berada di luar."
Revaldi merasa heran, kenapa Jimmy berkata seperti itu.
" Maksud kamu apa Jim? bahaya apa?."
" Tante Maria kembali."
" Ibu Leo?." Seketika Revaldi menatap Jimmy untuk kembali meyakinkan semua hal yang telah ia dengar.
" Kalau begitu, tidak akan aku biarkan wanita jahat itu kembali membuatnya menderita." Revaldi segera meraih ponsel dari saku celananya.
Ia menghubungi seorang kepercayaannya untuk melindungi sang istri.
" Jaga istri dan anak dalam kandungannya. Tidak akan ku ampuni kalian jika ada hal buruk terjadi pada mereka. Mengerti!." Cetus Revaldi.
" Dasar kejam." lirih Jimmy.
" Apa kamu bilang?."
" Tidak ada."
Tak berapa lama mereka menuju tempat yang telah mereka sepakati.
__ADS_1
" Kalian lama sekali." Seorang lelaki duduk dengan santainya di temani oleh beberapa botol Wine.
" Dimas, sejak kapan kamu disini?." heran Jimmy. " Kamu bagaikan hantu."
" Kamu tidak bersama Leo?." Revaldi duduk di sampingnya lalu meraih segelas Wine di atas meja.
" Dia sedang mengalami penderitaan dan juga siksaan."
" Terlalu berlebihan." tiba-tiba datanglah seorang lelaki tampan. " Bagaimana kabar kamu?." salam persahabatan di berikan oleh Leo.
" Baik." Revaldi menyambut hangat kedatangan Leo." Sepertinya pak Dokter kita ini sedang kelelahan."
" Setiap hari wajahnya memang seperti itu." sambung Jimmy sembari menenggak sebotol wine.
" Oh iya, ada berita baru lho. Leo pacaran sama..." ucapan Jimmy tertahan oleh kedua tangan Leo.
" Jangan buka rahasia dong." kesal Leo.
" Dimas...." kedipan mata Leo mengisyaratkan larangan keras.
Sesungguhnya saat ini Leo tidak ingin hubungannya di ketahui oleh Revaldi.
Dia belum siap mengumumkan semua ini kepada semua orang.
" Kita lupakan masalah pribadi kita, sekarang mari kita bersulang."
Mereka semua bersulang bahagia dan melepas rindu.
" Re, selamat atas kehamilan Criztine." ucap Dimas.
__ADS_1
Uhuk uhuk...
" Hamil?." Leo terkejut atas apa yang dia dengar. " Sejak kapan Criztine mengandung?."
" Dia mengandung sebelum kepergian Ayah. Maaf, kami tidak sempat memberi kabar." lirih Revaldi.
Wajah murung Revaldi terlihat jelas, ia kembali mengingat kepergian Ayahnya.
" Tidak apa-apa, selamat untuk kehamilan istrimu." uluran tangan Leo.
" Terima kasih."
" Coba lihat, Leo susah move on. hahaha." Karena di pengaruhi minuman keras, mereka berbicara tanpa terkendali.
" Kalau dia berani melirik istriku lagi, maka akan ku patahkan tulang lehernya." Cetus Revaldi.
" Tidak akan lagi, karena dia sudah menemukan pengganti Criztine. Dan dia adalah Risa." seketika Jimmy menutup mulutnya sendiri.
" Risa?." Revaldi menatap tajam mata Leo.
" Risa tidak hanya mantan kekasih kamu itu." Ucap Leo.
" Memang kenapa kalau Risa itu adalah mantan kekasih kamu? apa kamu juga belum move on?." Sambung Dimas.
" Dasar bodoh! bicara apa kamu itu." Kesal Revaldi. " Aku sudah tidak mengingat wanita itu lagi. Terserah jika Leo mau sama dia." Revaldi berpaling muka.
" Aku sangat tidak nyaman atas kedatangan Gea." Leo terlihat sangat frustasi.
" Apa susahnya? kamu nikahi saja dia."
__ADS_1
" Tidak sudi. Dia adalah wanita jahat yang melakukan banyak cara untuk mendapatkan apa yang dia mau." Leo menghela nafas panjang, seolah dunia gelap tanpa sedikitpun sinar cahaya.