
Rena...
sepulang kuliah dirinya mendapati pintu rumah tasya yang terbuka lebar
dia heran mengapa rumah yang dulunya tertutup rapat sekarang mulai terbuka...
Rena berlari, samar samar dia mendengar riuh tawa dari anak kecil
"Permisi...!!"
tasya mendengar ada suara yang tak asing di telinga nya
"Mas aku lihat dulu ya??"
Rikardo mengangguk dan melanjutkan bermain dengan sang anak
"Ya seben...tar...."tasya terkejut melihat rena yang berdiri di depan pintu
"Tasya......"rena memeluk tasya dengan erat juga ada rasa bersalah yang masih membebani dirinya
"Rena...apa kabar??" tasya tersenyum simpul
"Aku baik sya...sya aku minta maaf ya??"
Tasya mengeryitkan kening heran dengan apa yang rena katakan.
"Sebenarnya hasil USG waktu itu aku yang ambil...tapi sumpah bukan aku yang menyebarkan di mading sekolah sya...mohon percaya padaku sya"
Tasya syok mendengar kalimat yang baru saja dia dengar, bahkan dirinya tak menyangka bahwa rena yang membuat dirinya di hina di depan umum
"Sya bukan aku ....percaya sya??"rena memohon dan berlutut di hadapan tasya
"Semua nya sudah terjadi, dan tidak akan mungkin bisa di ulang kembali...bangun ren!!"
__ADS_1
tasya menarik tubuh rena untuk kembali berdiri
"Mami....!!!"reval berlari dan memeluk tasya dari belakang dia menyembunyikan wajah nya di belakang tubuh tasya...
"Mami!! sya ini...??"
tasya mengangguk
"Sayang ini tante rena...salim ya"
reval pun memberanikan diri dan menjabat tangan rena
"Ya ampun ganteng bgt....kok mirip bang riko waktu kecil ya??"
Tasya yang mendengar nya seketika membisu karna memang benar ini adalah anak dari riko
"Siapa bilang anak saya mirip abang kamu???...jelas jelas mirip ayah nya"
rikardo keluar dan menghampiri mereka
"Tak perlu sungkan ren!!!...ini suami ku meski kami hanya menikah secara agama tapi pernikahan kami sah" tasya menjelaskan panjang lebar
Rena pun berpamitan undur diri.
"Sayang kamu tak apa??"
"Tidak mas....hanya saja aku tak menyangka, rena yang selama ini aku anggap saudara, tega melakukan itu kepadaku mas!!"tasya meneteskan air mata
"Sudahlah sya, dengan begini kamu tak perlu memendam semua nya sendiri lagi...dan lagi sekarang ada aku dan revaldi"
Rikardo memeluk tasya dengan perasaan yang hangat
"Sya...kapan kamu akan menghubungi ayah dan ibu mu??"
__ADS_1
"Entahlah mas..."tasya kebingungan dengan apa yang nanti akan dia jelaskan kepada orang tuanya
"Baik lah...hubungi mereka kalau kamu sudah siap ya " rikardo berdiri dan mengusap kepala tasya
"Anak ayah mandi yuk??"rikardo pun menggandeng reval menuju kamar mandi
Tak berlangsung lama mereka pun keluar dengan reval yang di gendong sang ayah
"Reval...ayah lelah nak, turun yuk??"
tasya meraih tubuh sang akan
"Tak apa sayang...jagoan ayah tak pernah membuat ayah lelah ya kan nak"
rikardo mencubit pipi reval
"Ayah atit..."reval yang mengusap pipinya
"Maaf sayang...ayah gemes benget"
"Sudah-sudah ....kamu ganti baju dulu sana mas, biar reval aku yang urus"
"Maukah kamu mengganti baju ku sayang...???" bisik rikardo
"Dasar mesum...jauh-jauh sana"tasya melempar sandal kepada rikardo
"Jangan lupa nanti malam ya sayang"rikardo berlari dengan memberi kode mata
"Dasar....!"
Tasya tersenyum bahagia dan melanjutkan mengganti pakaian revaldi
"Kamu sudah besar ya nak...jangan nakal seperti ayah mu, yang selalu menggoda mami "cetus tasya
__ADS_1
Revaldi hanya menggeleng dan menatap wajah mami nya dan sesekali dia memeluk mami nya juga mencium pipi mami nya...
"Reval sayang mami dan ayah...."