HASRAT

HASRAT
pertemuan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.....


Saat ini Gilang tengah berada di depan rumah kosong milik kedua orang tua angkat Olive. Melihat sebuah plakat di depan rumah bertuliskan kata DI JUAL hal itu membuatnya kecewa, itu berarti kemungkinan Olive berada di sana tidaklah mungkin. Pencarian itu akan semakin sulit di lakukan sebab sudah tidak ada tempat lagi yang ia tau selain tempat itu "Ya Tuhan, kemana lagi saya harus mencarinya? jangan sampai terjadi apa apa padanya dan anak kami" sembari membuka kaca mobil perlahan, melihat sekitar rumah nampak sunyi. memang sejak beberapa tahun lalu penghuni rumah itu pindah ke luar kota, mereka hendak menjual tanah tersebut karena sudah tidak di huni, jadi mereka memutuskan untuk menjualnya.


"Tempat ini satu satunya petunjuk yang tersisa kalau di lihat dari pekarangan rumah sepertinya sudah lama ditinggalkan....." Turun dari mobil melihat kiri kanan. Siang hari seperti sekarang ini banyak pintu tertutup rapat karena di jam seperti sekarang mayoritas orang di sibukkan dengan pekerjaan.


"lebih baik saya tanya warga setempat siapa tau mereka tau kemana perginya pemilik rumah ini" berjalan menuju rumah tidak jauh dari tempat semula, melihat ada seorang wanita paruh baya tengah mengambil jemuran di teras rumahnya.


"Permisi...."


"Iya, pak. ada yang bisa saya bantu" sambil memegang beberapa pakaian kering di lengan kanannya.


"Em....itu saya mau tanya pemilik rumah itu (menunjuk rumah tadi) pindah kemana ya, Buk?"

__ADS_1


Melihat ke arah rumah yang di maksud "Mohon maaf pak saya tidak tau, saya juga baru saja bekerja di sini dari seminggu yang lalu" jelasnya santun.


"Oh kalau begitu terima kasih saya permisi dulu" berbalik arah lalu kembali ke mobilnya. Namun, di saat hendak membuka pintu mobil ia melihat ada sebuah warung tenda di sebrang jalan.


"Coba saya tanya sama pedangan itu siapa tau saja ada yang tau kemana perginya pemilik rumah ini" bergegas ke arah warung tenda tak jauh dari tempatnya sekarang.


"Permisi, pak. saya mau numpang tanya penghuni rumah sebelah sana pindah kemana ya?"


Seorang pria paruh baya tengah duduk di samping gerobak dengan sebuah handuk kecil melingkar di leher. Kebetulan tidak ada pembeli hanya beberapa orang tengah makan di dalam rendanya.


"Em....saya ini" belum sempat menjawab ada salah satu pelanggang hendak membayar "Sudah pak, berapa total semuanya?"


"Sebentar ya, pak." ucapnya pada Gilang lalu menghitung menggunakan kalkulator.

__ADS_1


"Terima kasih, mas." Dengan ramah bapak itu tersenyum pada pembeli sembari mengangguk kepala tanda terima kasih.


"Bagiamana pak apakah bapak tau mereka di mana? saya ingin bertemu langsung dengan pemilik rumah itu" Dusta Gilang demi mendapatkan apa yang di inginkan.


Sambil mengelap peluh "Oh begitu ya, setau saya mereka itu sepertinya pindah ke luar kota, pak. Rumah ini kosong sejak beberapa tahun yang lalu. Kalau boleh saya tau ada apa bapak mencari pemilik rumah ini?" bapak penjual makanan keliling itu melihat dari ujung kaki hingga kepala, nampak laki laki di hadapannya bukan orang biasa.


"Saya mau membeli rumah itu tapi saya lebih suka bertemu langsung"


"Oh jadi anda ingin membeli rumah itu? kalau benar begitu bisa langsung telepon saja, pak. Di sana sudah tertera nomor telepon beliau" jelas bapak itu.


"Pak, bapak...." panggil seseorang.


Suara itu mengejutkan Gilang "Olive" mencari dari mana sosok suara itu berasal.

__ADS_1


"Iya, nak. Bapak di luar...."sahut bapak itu sambil berbalik masuk ke dalam tenda.


Karena penasaran Gilang pun ikut masuk "Olive...." betapa terkejutnya Gilang saat melihat Olive berdiri membawa beberapa piring yang telah di cuci bersih. Olive pun terkejut melihat sosok Gilang berdiri tegak di belakang bapak itu.


__ADS_2