
Dua hati saling menyatu...
Pernyataan cinta dari Revaldi membuat Criztine merasa sangat bahagia.
"Bolehkah aku menginap disini? " Tanya Revaldi.
"Tentu boleh mas. mari masuk biar ku buatkan teh hangat untuk mu..."
sambung Criztine dengan berjalan ke dalam rumah.
Revaldi tersenyum dan mengikuti langkah sang istri...
"Dimana ayah? sepertinya rumah ini sepi sekali..." Ucap Revaldi dengan mata yang mencari-cari keberadaan sang mertua.
"Ayah sedang tugas di luar kota. mungkin besok atau lusa baru pulang..!" Jelas criztine dengan menuju dapur.
Revaldi duduk dengan memainkan ponsel.
dia menghapus semua foto Risa dan semua kenangan antara mereka berdua, kini Revaldi sudah yakin dengan pilihan hatinya.
Dia juga memblokir semua akses di antara mereka, sehingga tidak akan ada lagi hubungan yang akan terjalin. dia juga memutuskan untuk mengakhiri semuanya setelah dia kembali nanti......
"Ini mas, tehnya di minum dulu..." ucap Criztine dengan menyodorkan secangkir teh kepada Revaldi.
"Terima kasih..." Revaldi tersenyum, dia pun meminum teh buatan sang istri.
Mereka tak dapat berkata apa pun kecuali hanya saling memandang dan melempar senyum...
"Aku ingin mandi dulu, gerah sekali rasanya.." Ucap Revaldi.
"Mas mau mandi? kalau begitu mas mandi saja dulu, biar aku coba carikan baju ayah yang pas buat mas..." Jelas Criztine dengan menaiki anak tangga menuju kamar miliknya.
Revaldi mengikuti Criztine.
setelah sampai di kamar, Revaldi pun membuka jaz dan dasi yang dia kenakan....
"Aku mandi dulu ya..." Ucap Revaldi dengan mengusap kepala Criztine.
__ADS_1
Criztine hanya mengangguk dan menyembunyikan rasa malu dan bahagia di dalam hati.
Beberapa menit kemudian..
Revaldi keluar dengan handuk yang melingkar di pinggang.
Dia mencari keberadaan sang istri, Dia pun bergegas berganti pakaian
Dia mencari keberadaan Criztine, yang ternyata dia ada di balkon....
"Kamu tidak tidur?" Tanya Revaldi dengan mendekati Criztine.
"Tidak. aku masih ingin disini, melihat ribuan bintang yang bersinar setelah datangnya malam..." jelas Criztine, dengan menatap keindahan malam.
"Benar. bintang-bintang nampak indah tapi tak seindah senyuman mu saat ini sayang...!"Revaldi memeluk Criztine dari belakang.
Dag dig dug..
Jantung Criztine berdetak sangat kencang
"Masuk yuk, malam semakin larut. di luar dingin...!" Ucap Revaldi dengan merenggangkan pelukan pada Criztine.
Criztine meraih lengan Revaldi yang hendak melangkah pergi
"Kenapa...?" lirih Revaldi.
"Tidak. hanya saja aku takut jika besok setelah pagi menjelang kamu akan berubah menjadi dingin dan acuh terhadapku... " Criztine menunduk.
"Tidak untuk sekarang dan selamanya..." Revaldi tiba-tiba membopong tubuh Criztine.
"Ahh...mas, turunkan aku..." Pinta Criztine dengan pipi yang merona.
"Akan ku tebus semua dosa dan tanggung jawab ku selama ini yang sempat tertunda....." ucap Revaldi dengan tersenyum.
Criztine tau arah dari semua itu, tapi dirinya takut jika Revaldi akan menyebut nama Risa lagi di telinganya...
"Kamu yakin dengan ini mas?.." Criztine mencoba meyakinkan Revaldi sebelum melakukan Hasrat terpendam.
__ADS_1
"Apa kamu meremehkan diriku.....?"
Revaldi merebahkan Criztine di atas kasur, mereka mulai bercumbu dengan penuh rasa cinta kasih
meski hati Criztine masih meragukan semua tentang Revaldi, tapi dia sebagai seorang Istri yang baik akan selalu menuruti semua kemauan sang suami.
"Aku akan melakukan dengan lembut sayang. aku mencintai kamu Criztine...!" bisik Revaldi.
jari jemari Revaldi yang lincah telah menjelajahi tiap lekuk tubuh sang istri.
mereka melakukan hubungan suami istri untuk yang ke sekian kali, tapi malam ini terasa berbeda bagi Criztine.
karna tidak ada bisikan nama wanita lain di telinga yang membuat dia menangis di dalam hati...
kini hanya ada kata-kata mesra yang Revaldi bisikan dengan semua rayuan yang membuat Criztine tumbang dan melayang-layang tinggi.
"Mas, bagaimana dengan....?" Criztine terdiam setelah Revaldi membungkam Mulutnya dengan jari telunjuk.
"Jangan tanyakan orang lain. saat ini aku hanya ingin fokus dengan hubungan kita..." Jelas Revaldi dengan mengusap pipi sang istri.
"Kamu terlihat cantik. aku semakin tidak bisa jauh dari mu sayang ku...!" Revaldi mencium kening Criztine.
Seketika wajah criz memerah.
rayuan yang di lontarkan Revaldi membuatnya semakin tenggelam dalam indahnya malam.
"Kenapa wajah mu memerah, apa kamu ingin sekali lagi sayang..." bisik Revaldi dengan menggoda Criztine.
"Apa sih mas..." ucap Criztine dengan menutupi wajahnya dengan selimut.
"Ahh, mas...."
mereka pun melakukan itu lagi dan lagi
sampai tubuh mereka terkulai lemas di atas ranjang.
Dua insan saling bersatu dan mencurahkan rasa sayang, dua hati menjadi satu dalam ikatan cinta.
__ADS_1