
" Sakit sekali rasanya...." Lirih Lily dengan melihat dirinya di dalam cermin. Hati memberontak ingin meluap melihat wanita lain bahagia dengan Dimas, sedangkan dia harus menderita hidup bersama dengan Raka, lelaki kejam itu. Kerap kali mulut berkata baik baik saja, tapi hatinya menutup kata itu jauh sebelum bibir mengucap. Bagi Lily, Dimas adalah berharga. Pencarian dan perjuangan selama ini tidak berbuah manis. Bahkan dengan adanya Gilang sekali pun, Dimas masih belum bisa mencintainya.
Awalnya Lily merasa yakin setelah kepergian Alexa, waktu akan menyatukan mereka kembali dalam ikatan cinta. Tapi, pada nyatanya kepergian Alexa tidak berpengaruh baik bagi dirinya. Rasa cinta itu terus melukai hatinya sampai sulit tuk bertahan.
" Seburuk apa aku ini, sampai mengalami nasib seperti ini...." Merasa kesal Lily pun memukulkan tangan di tembok kamar mandi, sampai tangannya memerah.
" Hey....kamu ini sedang apa?" Teriak seorang lelaki dari luar pintu.
" Raka..." Segera Lily mengusap air mata lalu membenahi make up supaya tidak terlihat habis menangis.
" Kenapa lama sekali? acara sudah mau di mulai dan kamu menghilang seperti hantu. Cepat ikut aku..." Ketus Raka dengan menyeret paksa Lily keluar.
" Pelan sedikit..." Lirih Lily saat tangan Raka menggenggam erat tangannya yang mana terdapat luka memar akibat amarahnya sendiri.
Raka merasa ada hal aneh pada tangan Lily, dia pun melihat tangan itu dan betapa terkejutnya Raka saat melihat memar di tangan Lily. Setalah puas melihat luka itu pandangan beralih pada wajah cantik Lily yang tengah tertunduk di hadapannya.
" Kamu menyakiti diri hanya untuk melampiaskan kecemburuan kamu itu? memalukan..." Dengan kasar Raka menghempaskan tangan Lily lalu dia pergi begitu saja.
__ADS_1
" Pasti dia marah dan sebentar lagi akan mempermalukan aku di hadapan mereka semua. Sekarang lebih baik aku pergi dari tempat ini..." Ketika Lily berjalan menuju pintu depan, tiba tiba saja ada seseorang menepuk pundaknya. " Kakak ipar, mau kemana?"
" Kamu? bukankah tadi kamu bersama Dimas..." Berusaha mengalihkan pembicaraan supaya Gea tidak mengetahui niatnya untuk kabur dari acara tersebut.
" Tadinya sih begitu, tapi karena Bang Raka memintaku datang dan memberi kamu obat, maka aku datang mencari kamu." Jelas Gea melebar senyum.
" Terima kasih. Tapi aku baik baik saja. Kalau begitu aku pergi dulu, ya..." Setelah beberapa langkah keluar dari pintu dirinya di kejutkan oleh sosok wanita yang menempel pada Raka. Entah hal apa yang membuatnya kesal sampai tangannya menggenggam erat dan tatapan matanya seolah ingin membunuh wanita itu.
" Kalau kamu tidak mencintai Bang Raka untuk apa marah..." Bisik Gea dengan menambah panas diri Lily.
" Tau apa kamu..." Cetus Lily dengan menatap mata Gea penuh amarah.
" Apa sih...." Kesal Lily.
" Aku hanya ingin memberi mu sebuah kenyataan yang mana kamu harus mengakuinya. Kamu lihat cincin ini dan juga cincin yang ada di jari kamu itu...."
Lily melihat kedua cincin itu dengan merasa ada hal aneh yang sengaja ingin di sampaikan Gea kepada dirinya...
__ADS_1
" Maksud kamu apa?"
Gea tersenyum sebelum dia benar benar membuka mata Lily dari semua kenyataan hidup. Bukan karena takut Dimas di rebut olehnya, hanya saja dia kesal dengan kecemburuan kakaknya terhadap Dimas.
" Satu cincin di jari ku adalah tanda suci dari suamiku, sedangkan cincin yang ada di jari kamu adalah tanda keseriusan Bang Raka terhadap kamu. Bukankan sudah jelas bahwa amarah kamu, cemburu, dan sifat kalian ini hanya membuat waktu tidak berharga. Sebenarnya kamu mencintai Dimas yang dulu bukan yang sekarang. Dab semua sudah berubah. Percuma saja kamu menyiksa diri demi lelaki milik orang lain." Ucap Gea dengan meraih tangan Lily lalu memberinya salep supaya lukanya tidak semakin parah.
Semua ucapan Gea membungkam semua cemburu di hati Lily sampai dia tak mengucap satu kata pun kecuali diam.
" Sudahlah kakak ipar, lebih baik kita masuk, yuk..." Ajak Gea dengan membantunya berdiri.
" Keterlaluan." Kesal Gea saat ada beberapa wanita menempel pada abangnya.
" Pergi kalian semua.." Bentak Gea seraya mendorong Lily sampai di tangan abangnya.
" Awas...." Dengan sigap Raka menangkap Lily lalu mereka hanya saling berpandangan.
" Siapa dia? apa dia itu istri Tuan Raka? atau sama seperti kita?" Ucap salah satu wanita itu.
__ADS_1
" Jaga mulut kamu." Bentak Gea.
" Dia itu kakak ipar ku, jadi kalian jauh di bawah dia. Mengerti?!" menegakkan hak milik dari seseorang.