HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Setelah berhari hari di rumah sakit kini Olive sudah di perbolehkan pulang. Ia di temani seorang wanita cantik bernama Chika(Adik Pram) " Mari kak biar aku bantu berdiri...."


Olive hanya tersenyum lalu menerima uluran tangan Chika, mereka pun segera keluar dari raung rawat Olive. " Kenapa kakak tidak pulang saja? kenapa harus tinggal di tempat sempit seperti itu..." Ucap Chika seraya memegangi lengan Olive " Tidak, kakak di kosan saja..." Ucap Olive lembut.


" Tapi kalau kakak di rumah pasti lebih aman dan aku bisa menjaga kakak..."


Olive tersenyum seraya menyentuh lengan Chika " Chika sayang, sudah waktunya kakak hidup mandiri, selama ini kakak selalu merepotkan kalian. Sekarang biarkan kakak mencari jalan kakak sendiri supaya bisa membalas jasa kalian semua.." Tuturnya lembut.


" Kakak sama sekali tidak merepotkan malah sejak ada kakak aku jadi seneng bisa punya kakak cewek yang bisa di ajak main dan tentunya tidak cuek seperti bang Prasetya itu...hehehe" Senyum sumringah Chika membuat Olive merasa bersyukur sebab, masih ada orang yang mengharap keberadaannya. Sekian lama ia merindukan kasih sayang dari keluarga kini kerinduan itu sedikit terobati dengan adanya Chika beserta kelaurga.


" Jangan ngomong gitu...suatu saat nanti jika kakakmu...." belum sempat Olive berucap, ia melihat Gilang tengah berada tepat di depan Rumah sakit tengah mendorong seorang wanita tua. Wanita itu nampak lemas, pucat dan pandangannya kosong.

__ADS_1


" Kak awas...." Chika segera menarik Olive yang saat itu tidak memperhatikan jalan sampai ia hampir tergelincir dari anak tangga " Kakak liat apa?" Sontak saja Olive terkejut dan kembali ketakutan, matanya seolah ingin lari dari tempat itu secepat mungkin. Namun, Gilang terlanjur melihatnya dan sekarang berada tidak jauh darinya. Dengan mendorong kursi roda Gilang melirik Olive yang terlihat belum begitu pulih dan ada bekas infus di tangannya. Akan tetapi Gilang seolah tak perduli lalu berjalan begitu saja.


" Ayo kita pulang sekarang..." Langkah yang tadinya melambat sekarang di percepat seolah menghindari sesuatu. Chika heran kenapa sikap hangat yang tadi ada pada diri Olive sekarang berubah jadi dingin tak bersua. Chika mengingat tatapan lelaki yang baru saja ia temui " Kakak kenal siapa lelaki itu? sepertinya dia mengenal kakak...." Ucap Chika memecah keheningan.


Beberapa saat Olive terdiam dengan tangan gemetar, ketakutan tergambar jelas di matanya sampai tak sadar butiran keringat mengalir deras di dahinya.


" Kak, kakak...."


" Eh, iya, tadi kamu bilang apa..."


" Itu yang tadi, cowok yang tadi itu...." Belum sempat Chika berucap Olive lebih dulu membungkam mulutnya " Jangan banyak tanya sekarang carikan taksi online, kakiku sakit..."

__ADS_1


" Astaga, aku sampe lupa bentar ya kak..." dalam hitungan menit taksi itu pun datang.


Masih dalam diam Olive termenung


Jika saja dia tidak kembali dalam hidupku semua itu pasti tidak akan pernah terjadi....


Tak berapa lama mereka sampai di tempat tinggal Olive " Kakak mau aku temani..."


Olive menggeleng " Kalau begitu aku pulabg dulu ya soalnya nanti ada les tambahan...."


" Kalau gitu kamu hati hati ya, salam sama abangmu...." Ucap Olive.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian Olive masuk kosan lalu merebahkan tubuhnya " Mungkin satu satunya jalan adalah pergi dari sini, aku tidak mau selalu melihat dia." Merasa tersiksa dengan keadaan membuatnya harus memilih melarikan diri dam waktu yang tidak di tentukan. Rasa sakit hatinya tidak sebanding dengan lepasnya kesucian yang ia miliki. Saat ini dalam hiduonya hanya ada kemalangan yang gelap tanpa ada satu hal pun yang ingin ia tempuh " Lebih baik aku pergi sekarang tanpa ada satu orang pun tau keberadaanku..." Tanpa basa basi Olive bangkit lalu mengemasi semua barang barangnya.


__ADS_2