
Hari demi hari rikardo mulai berubah, dia sering pulang malam dan bermain ponsel. hingga tak lagi bermain dengan sang anak
dia juga sering tertawa sendiri dengan ponselnya....
Tasya pun mencari informasi dari karyawan disana dan tasya mendapat info dari salah satu pegawainya
bahwa rikardo akhir-akhir ini sedang dekat dengan seorang gadis cantik dan setiap malam sang gadis berkunjung ke kafe...
Mendengar pernyataan dari sang pegawai
membuat dia geram, dia menitipkan sang anak pada tetangganya
dia menyelidiki rikardo dengan menyamar menjadi pengunjung ...
Tak lama tasya melihat rikardo datang dengan seorang gadis yang menggandeng nya dan mereka terlihat sangat mesra
Hati tasya hancur dia mengepalkan tangan nya, ingin sekali dia menghajar rikardo yang telah mengkhianati dirinya
namun tasya memilih untuk tenang dan mencoba mendengar percakapan mereka
Rikardo pun duduk di meja belakang tasya dia tak menyadari bahwa yang berada di depannya adalah tasya...
Saat sang gadis menggoda rikardo tasya tak dapat menahan diri
dia pun berdiri dengan membawa segelas jus di tangannya
tasya menyiramkan jus itu pada wajah gadis tersebut...
__ADS_1
"Apa apaan sih gila kamu ya??"maki vany.
Rikardo berdiri dan membantu vany membersihkan diri.
"Anda gila ya? main siram begitu saja, saja bisa tuntut anda ke pengadilan" rikardo membentak Tasya yang masih dalam penyamaran.
Seketika tasya membuka penyamarannya, dia membuka kaca mata hitam dan juga syal yang dia kenakan.
"Silahkan kamu tuntut saja aku...." ucap Tasya dengan meneteskan air mata.
Mendengar suara yang tak asing di telinganya membuat rikardo memandang ke arah wanita yang berdiri tepat di hadapannya.
Jreng....
rikardo terkejut saat mendapati tasya yang berada di depan nya dengan air mata yang membasahi pipi
"Siapa dia mas??" tanya Vany.
"Dia....dia, dia adalah..."rikardo terbata entah mengapa dia tak ingin hubungannya di ketahui oleh vany.
"Kamu tak dapat menjawab mas?...baik lah biar aku yang menjawabnya, dia adalah SUAMI SAYA!!"tasya benar benar marah dengan apa yang terjadi.
"Apa dia benar mas??" tanya vany dengan menggenggam tangan rikardo.
"Tidak seperti itu aku bisa menjelaskan "
Deg...
__ADS_1
mendengar rikardo yang seolah menolak dirinya, Tasya pun menangis meski dirinya hubungan mereka hanya sebatas Pernikahan siri...
namun selama ini rikardo mengakui tasya sebagai istrinya di depan umum
akan tetapi saat ini mengapa rikardo tak mengaku sebagai suaminya, semua kebungkaman Rikardo membuat Tasya tersiksa....
"Baik lah semua nya sudah jelas......." Tasya berlari bahkan dia tak perduli dengan banyak mata yang mengarah ke pada dirinya...
saat ini yang ada di hatinya adalah rasa sakit.
Rikardo hendak menyusul tasya namun dirinya di tahan dengan pelukan vany
"Jangan tinggalkan aku....!!" pinta vany dengan memeluk tubuh Rikardo.
Saat ini Rikardo bimbang haruskah dia meninggalkan Vany atau mengejar Tasya
Dia benar-benar dia ambang kehancuran
saat Tasya sudah berlalu pergi, Rikardo khawatir dengan keadaan sang istri saat ini...
"Vany mungkin dulu aku mencintai kamu, tapi sekarang aku punya dia dan aku sudah menyakitinya... jadi tolong lepaskan aku, dia memang istri ku dan kami memiliki satu anak" jelas rikardo.
mendengar penjelasan rikardo yang membuat hati vany sakit dia menangis namun rikardo tak menghiraukan dirinya, Rikardo memilih berlari dan menyusul Tasya...
"Jangan salah faham sayang aku bisa jelasin semua nya" gumam rikardo dengan mobil yang melaju ke arah rumah.
Hati rikardo gusar dia sangat ketakutan jika tasya akan marah dan membenci dirinya...
__ADS_1