
Sore itu, sepulang dari kantor, Dimas sempat berpikir untuk berkunjung di makam Alexa. Tapi ketika di perjalanan menuju makan, dia mendapat kabar jika ada seseorang yang tengah menunggunya di rumah. Dimas pun segera berbalik arah menuju Rumah, dan mengesampingkan keinginannya itu...
" Pak...siapa yang ada di dalam?." Tanya Dimas pada seorang lelaki tua yang berdiri di depan pintu. Dia adalah tukang kebun sekaligus penjaga rumah. Bertahun-tahun lamanya Pak Salim bekerja dengannya. bahkan Dimas sudah menganggapnya seperti saudara sendiri.
" Sepertinya orang baru Mas. Soalnya nyonya juga tidak begitu akrab." Jelas Pak Salim sembari membuka pintu.
" Oh begitu ya, kalau begitu terima kasih pak." Segera Dimas merapihkan jas dan sedikit merapihkan dasi yang sedikit berantakan.
Tap tap tap....
Langkah kaki Dimas menggema di seluruh ruangan. Semua mata melihatnya dengan tatapan nanar....
" Jadi dia yang namanya Dimas?." Seorang lelaki menghampiri Dimas. Seolah dia menyambut kedatangannya.
" Maaf, anda siapa ya?." Ucap Dimas.
" Sayang, mereka adalah..." Fita ikut berdiri dan hendak melangkah, namun langkahnya di hentikan oleh seorang wanita cantik di sampingnya.
" Biar kami saja yang mengenalkan diri kepada calon menantu kami." Seorang wanita berparas cantik menghampirinya. " Halo, nak Dimas." Dia mengulurkan tangannya sembari mengulas senyum. " Benar kata anak saya, kamu adalah seorang tampan dan mapan." ucapnya penuh kekaguman.
__ADS_1
" Anda terlalu memuji saya, tapi kalau boleh saya tau, siapa nama anak anda?." Dengan wajah kebingungan Dimas menjabat tangannya.
" Jangan terburu-buru. Lebih baik kita duduk dan berbicara dulu..." sambung lelaki yang sudah dulu di dekatnya.
Dimas pun mengikuti mau mereka, lalu duduk di samping ibundanya...
" Ma...mereka siapa?." bisik Dimas.
" Biar mereka yang jelaskan padamu."
Jawaban Fita menambah curiga dalam diri Dimas, di tambah lagi dengan senyuman di bibirnya itu...
" Maaf...kalau boleh saya tau, kalian ini siapa, ya?."
" Perkenalkan, saya adalah Hendarman dan ini adalah istri saya Ratna Hendarman. Kami adalah keluarga dari Listya Gea Hendarman." jelas Hendarman.
Sontak saja Dimas terkejut...
" Listya Gea Hendarman? maksud kalian Gea, yang saya kenal itu?."
__ADS_1
" Iya, Nak. Mereka adalah keluarga Gea." Sambung Fita.
" Astaga, Maafkan saya Tuan, Nyonya. Saya tidak tau jika kalian adalan keluarga Gea."
Ayah Gea merasa bahwa Dimas adalah pilihan yang tepat. Di balik senyuman Dimas, mereka bisa menangkap sesuatu yang membuat mereka yakin untuk segera menjadikan Dimas bagian Keluarga.
" Tentu kamu terkejut atas kedatangan kami ini. Tapi kami sengaja buat kejutan untuk calon menantu kami ini loh..." Ucap Ibunda Gea.
" Anda berlebihan Tante. Saya dan Gea hanya berteman, tidak lebih dari itu."
" Jangan salah Nak, biasanya yang seperti ini yang harus segera di resmikan." Hendarman tersenyum. " Oh, iya. Terima kasih sudah membuat kami membuka mata dan karena kamu juga lah, Gea bisa berubah seperti sekarang ini."
" Maksud anda Pak?." Dimas semakin bingung mendapat pujian yang dia sendiri tidak tau kebaikan apa yang telah dia perbuat.
" Lebih baik kalian lanjut ngobrol saja, biar Mama ajak Tante Ratna ngobrol di Taman." Ucap Fita.
" Iya, Ma. Hati-hati." ucap Dimas sembari mencium tangan Fita. Bahkan dia tidak malu kepalanya di sentuh oleh ibundanya di depan mereka.
Melihat kedekatan antara Dimas dan ibunya, membuat Hendarman semakin yakin bahwa keluarga mereka adalah keluarga baik-baik.
__ADS_1
" Kamu bisa sedekat itu dengan mama kamu ya? sungguh jarang di jaman sekarang ini untuk menemukan calon menantu seperti kamu ini." Kembali Hendarman memujinya.