HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

"Kamu sudah menghancurkan hati putri saya, sekarang kamu hanya bisa minta maaf..."Salman menatap Gilang dengan menahan emosi. Di matanya terlihat jelas amarah yang berusaha di bendung demi menjaga nama baiknya. Dari sudut pandang dunia memang bukan hanya Gilang yang layak di salahkan di sini. Namun, pihak keluarga mereka juga harus di salahkan. Pernikahan yang tidak di harapkan menjadi beban bagi hidup Gilang. Salman sendiri juga sadar jika Gilang tidak sepenuhnya bersalah di sini. Pernikahan sudah terlaksana tinggal bagaimana kedua keluarga itu membuat Gilang jatuh hati pada istrinya. Tidak mudah bagi mereka menyatukan hati keduanya. Sebab, salah satu di antaranya menutup hati demi satu cinta. "Kita selesaikan semua ini dengan baik baik..." Ratih meminta suaminya duduk, berbicara secara kekeluargaan karena sejatinya tidak akan ada jalan keluar saat hati di penuhi amarah.


"Sekarang kamu juga duduk" ujar Dimas seraya duduk di berdampingan dengan sang istri. Di sebelah mereka ada Alisya dan ibunya.


Salman melihat putrinya yang masih dalam pelukan Ratih "Saat ini tidak ada orang yang lebih sakit dari istri kamu.." beralih pandang pada Gilang.


Dimas mencoba melihat Gilang yang saat itu masih diam dengan berpangku tangan. Sikap tenang Gilang membuatnya geleng kepala


Di depan mertuanya dia masih bisa setenang ini. Dasar anak ini!


"Gilang, sekarang kamu minta maaf sama istri kamu" ucap Dimas. Gilang masih tidak ingin menatap Alisya atau pun sekedar melirik. Pandangannya menunduk, tapi bukan menyesal melainkan mengingat Olive. Bayang wajahnya terus terngiang. Tidak pernah terbayang jika kisahnya akan seperti ini, di antara keduanya telah menikah.


Entah takdir akan membawa mereka dalam hubungan seperti apa nantinya, atau kisah mereka harus terhenti sampai di sini. Dalam diam Gilang terus memikirkan bagaimana caranya dia merebut cinta Olive dari suaminya, ia pun ingin segera bersatu dan mengakhiri pernikahannya.

__ADS_1


"Gilang..." Gea menepuk paha putranya. Sontak Gilang terkejut "Iya, mam..."


Gea mengernyit "Minta maaf sama istri kamu...."


Setelah sesaat mereka berbincang bincang, Alisya akhirnya buka suara


"Mohon maaf, masalah ini biar kami selesaikan sendiri. Insya allah kami bisa menyelesaikannya.." Ucap Alisya seraya menatap suaminya.


Ratih mengusap tangan putrinya "Kalau itu keputusan kamu, selesaikan semua ini dan cari jalan terbaik. kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik, sayang."


Sesungguhnya hati Alisya terluka. Namun, bagaimana pun semua telah terjadi dan bagaimana ia harus menjadikan hubungan suami istri mereka harmonis tanpa adanya pihak ke tiga.


"Baiklah...kalau begitu kalian selesaikan masalah kalian dulu." Ucap Salman.

__ADS_1


"Bawa istri kamu masuk" Ucap Gea.


Gilang bangkit lalu menatap Alisya "Tidak, mam. Saya mau bawa dia pulang. Sudah saatnya Gilang kembali ke rumah" tuturnya seraya membuang muka ketika Alisya membalas pandang.


Alisya pun bangkit lalu berpamitan kepada semua keluarga "Jaga anak saya, jangan kamu sakiti dia. selesaikan semua dengan baik " Ketus Salman sembari mengulurkan tangan kepada menantunya.


Gilang hanya tersenyum dan mencium tangan mertuanya. Di dalam hatinya tidak ada rasa penyesalan sedikit pun. "Kalau begitu kami pamit dulu" ucap Gilang. Semua keluarga mengantar kepergian mereka. "Nanti baju kamu biar Amora antar..."


"Iya, mam. Gilang pergi dulu..." Gilang pun mengecup kening Gea. Meski bagaimana pun Gilang sangat menyayangi Gea lebih dari dirinya sendiri.


"Minta maaf sama istri kamu dan jangan macam macam"Bisiknya dengan berpura pura merapikan baju Gilang. Ucapan Gea di balas dengan sentuman.


Setelah beberapa saat, mereka pergi dari kediaman Dimas hendarman.

__ADS_1


__ADS_2