HASRAT

HASRAT
SEASON 2 eps 102


__ADS_3

Revaldi mengajak istri dan adiknya ke sebuah pusat perbelanjaan, mereka nampak bahagia dan menikmati kebersamaan ini.


"Sayang aku ke toilet dulu..." lirih Revaldi dengan melangkah pergi.


Criztine mengangguk dan melebarkan senyum.


Hampir satu jam lamanya criztine menunggu sang suami dengan sangat bosan.


"Kenapa kakak kamu lama sekali ya dik?." ucap Criztine dengan wajah yang penuh kegelisahan.


"Iya kak, kenapa kak Re lama sekali.." jawab April yang masih asik makan es krim.


"Kamu disini dulu ya sayang, kakak segera kembali..." Criztine mengusap kepala April.


April mengiyakan, dia kembali menikmati es krim kesukaannya.


Criztine menuju toilet yang letaknya lumayan jauh dari tempatnya semula...


namun langkahnya terhenti saat dia melihat Revaldi yang tengah asik berbicara dengan Risa.


"Pantas saja kamu melupakan aki, ternyata disini kamu sedang bahagia..." Gumam Criztine dengan merasakan sakit di dadanya.


Kebahagiaan yang baru saja dia dapat kini seolah lenyap di terpa angin, hati yang mulai terobati kini merasakan kesakitan untuk yang ke sekian kali....


Criztine yang terluka tak mampu bertahan dengan drama yang tengah di mainkan oleh suami dan sahabatnya sendiri.


dia berlari dengan air mata yang mengalir di pipi, semua mata menatap dirinya dengan penuh tanda tanya...

__ADS_1


Bruk...


Criztine menabrak seseorang hingga dia terjatuh kelantai.


"Kamu tidak apa-apa?" ucap seorang lelaki di hadapannya yang kini menjulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


Criztine menggapai tangan itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat Leo yang berada tepat di depan matanya.


"L....Leo, kenapa kamu bisa disini?" Tanya Criztine heran.


"Aku sedang membeli beberapa pakaian, kenapa kamu menangis?." Tanya Leo dengan menyeka air mata yang mengalir di pipi Criztine.


"Aku baik-baik saja, hanya terkena debu." lirih Criztine.


"Kamu membohongi aku Criz, mana ada debu di maal yang sangat terkenal ini. kamu pasti berusaha menyembunyikan kebenaran dari diriku..." Leo menatap dalam mata Cristine.


"Aku melihat mereka bersama. tak ku sangka jika dia menemuinya diam-diam di belakang ku..."lirih Criztine.


Leo tak mau kehilangan kesempatan yang datang di depan mata, dia pun memeluk erat Criztine dengan penuh rasa sayang.


"Mari kita bicara di tempat lain.." Ajak Leo.


"Baiklah...tapi aku ingin menjemput April dulu."


Leo merenggangkan pelukan dan tersenyum manis, mereka pun menuju tempat dimana April tengah menunggu.


"Kakak, dimana kak Revaldi? kenapa kakak dengan paman ini?" April clingak clinguk mencari keberadaan kakaknya.

__ADS_1


"Kakak kamu ada urusan sayang, mari kakak antar kamu pulang..."


Criztine menggandeng April, mereka pun menuju mobil Leo.


"Paman ini siapa?" tanya Criztine heran.


"Panggil paman Leo, paman adalah sahabat kakak kamu...oh iya April suka baca dongeng tidak? kakak punya beberapa buku bagus loh.." Ucap Leo dengan mengeluarkan beberapa buku.


"Kok kamu bisa bawa beginian? memangnya kamu suka membaca dongeng ya?" ucap Criztine dengan tertawa geli.


"Jangan menertawakan aku begitu, aku membelinya untuk ku sumbangkan ke panti asuhan. tapi aku belum sempat ke sana, rencananya sih besok aku mau kesana..." jelas Leo.


"Paman April mau buku ini satu boleh ya?" April menatap wajah Lea dengan senyuman manis.


"Boleh sayang, mana bisa paman menolak permintaan gadis cantik seperti kamu..." Leo mencubit pipi April.


"Kalau begitu April mau duduk di belakang sambil membaca dan tiduran..." April pindah duduk di belakang dan asik membaca hingga tak sadar April pun tertidur.


"Kenapa kamu diam saja? tak usah bersedih demi lelaki macam dia, kamu itu pantas di cintai dengan tulus. bukan malah di sakiti terus seperti ini." jelas Leo dengan fokus pada kendali mobil.


"Aku sadar jika di bandingkan dengan dirinya(Risa) pasti aku sangat tidak layak....Dia sangat memenuhi kriteria Revaldi. aku bukan apa-apa di mata suamiku..." Lirih Criztine dengan memandang ke arah luar.


"Kamu jangan bicara seperti itu, kamu masih punya aku yang siap menunggu kamu berlari ke pelukanku. yakinlah kamu akan bahagia bersama dengan ku..." ucap Leo dengan melirik Criztine yang seketika membisu.


Tak ada pembicaraan di antara mereka lagi.


Criztine terhanyut dalam lamunan, dia merasa di permainkan oleh janji Revaldi yang membuatnya jatuh ke dalam kendali sang suami.

__ADS_1


__ADS_2