HASRAT

HASRAT
Menerima


__ADS_3

Mendapatkan milik orang lain tentu tidaklah mudah. Bagai berenang di lautan bebas dengan arus yang deras. Semua yang di inginkan nampak indah, seolah tangan mampu menggapainya, berbagai rintangan coba di lalui dengan harapan mendapatkan. Tapi pada kenyataan semakin jauh tangan meraih semakin sulit di genggam, karena pada dasarnya air itu memang indah tapi kita hanya bisa menyaksikan tanpa bisa menggenggamnya. Dapat di lihat, mudah di sentuh, namun sulit tuk di kendalikan.


Sebelum mengarungi lautan coba perkirakan rintangan apa yang akan di hadapi kedepannya....


Buka mata tuk mencari kebenaran bahwa di saat kita mulai memasuki lautan airnya akan menyentuh telapak kaki sampai membuat kita melupakan hal lain di luar sana dan perlahan mendekat sampai akhirnya dia membawa kita masuk lebih jauh yang membuat kita perlahan tenggelam.


Banyak orang tidak bisa keluar dari arus deras itu dan hanya menunggu waktu kapan dia akan mati.


Mencintai tidak harus menyakiti diri...


Mendapatkan tidak harus merusak kepunyaan orang lain....


Mengagumi bukan berarti harus saling bersama....


Kebanyakan orang lebih tertantang mendapatkan hak orang lain dari pada apa yang di miliki, sebab di matanya dia yang tidak mampu termiliki adalah indah dan apa yang di punya telah usang.


Namun ketahuilah apa yang di anggap usang akan menjadi berharga di tangan orang lain.


Saat ini di saat kalian mencintai milik orang lain, sebenarnya itu bukan cinta tapi Opsesi kehidupan.


Mencintai milik orang lain membuat kebanyakan orang bodoh, perlahan membuatnya buta dan perlahan hilang akal. Seorang tidak akan mampu membedakan hal buruk dari seorang itu karena baginya mendapatkan saja sudah sangat bangga. Akan tetapi suatu hari nanti apa yang kalian punya akan termiliki oleh orang lain juga.


Di saat seperti itu baru kalian sadar betapa sakitnya harus merelakan sesuatu yang sudah kalian anggap berharga telah di rebut orang lain.

__ADS_1


Sama halnya dengan David. Saat ini dirinya di hadapkan dengan Opsesi kehidupan yang membuatnya ingin mendapatkan hal itu. Meski langkahnya kini terhenti kerena dia sadar bahwa perbuatannya semakin menjauhkan dia dari cintanya. Ketika dia sadar semua sudah terjadi dan hanya menunggu waktu tuk menghapus jejak luka di hatinya.


" Bang...."


Raka menatap David dengan heran...


" Kamu kenapa?" Tanya Raka seraya menepuk lengan David.


David merasa berat mengatakan sesuatu dalam hatinya, namun dia harus menyatakan semua sebelum benar benar pergi.


" Aku ingin menikah saja." Lirihnya dengan memandang mata Raka.


Sontak Raka terkejut...


" Serius, Bang. Aku sadar jika kehidupan harus terus berjalan ada dan tanpa dia(Gea)." Perlahan David bangkit dari kursi, berjalan menuju mobil lalu mengambil sesuatu dari sana.


" Terima kasih selama ini Abang dan keluarga sudah menampung ku. Sekarang saatnya aku kembalikan semua ini kepada abang." Beberapa dokumen kepemilikan saham di sodorkan tepat di depan Raka.


" Tunggu, tunggu, ini maksudnya apa?" Raka bangkit lalu meraih dokumen itu, namun tatapannya sedikit tajam.


" Semua aset yang abang beri aku kembalikan. Jika aku terus bergantung sama kalian maka sulit bagiku lepas dari cintanya. Tolong ijinkan aku bebas dari belenggu ini, bantu aku bangkit, Bang." Pada akhirnya David menangis di depan Raka seakan tidak kuasa menerima begitu banyak siksaan batin.


Dengan melihat air mata David, Raka sudah bisa merasakan betapa sakit dan tersiksanya David selama ini.

__ADS_1


Raka pun segera memeluk David seraya perlahan menepuk pundaknya....


" Kalau itu bisa membuatmu bahagia, akan aku kabulkan. Tapi kamu harus bahagia bersama siapa pun orangnya dan jangan pernah lemah di depan orang lain seperti saat ini."


" Satu orang yang bisa membuat ku lemah, yaitu adikmu, Bang." Lirihnya sembari melepas pelukan Raka. " Tapi dia juga yang membuatku sadar atas kesalahan ini."


" Jadi kami benar ingin melepaskan Gea?" Raka berusaha meyakinkan tekat David.


" Yakin." Tegas David penuh percaya diri.


" Kalau begitu selamat..." Raka mengulurkan tangan dengan sedikit berhias senyum.


" Selamat?" Heran David.


" Iya, selamat menempuh kehidupan baru dan jangan lupa kenalkan wanita itu padaku segera...." Ucap Raka dengan sedikit memecah ketegangan di antara mereka.


David tersenyum lalu menjabat tangan Raka...


" Pasti. Doakan supaya aku dan dia berjodoh..."


Raka hanya membalas senyum dan anggukan kepala.


Sudah saatnya David melepaskan apa yang bukan miliknya.

__ADS_1


Segala sesuatu akan kembali pada sang pemilik, begitu juga dengan cinta.


__ADS_2