HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 82


__ADS_3

Kedekatan yang terjalin....


Revaldi menghadiri pesta ulang tahun dari sahabatnya.


Criztine pun berdandan sedikit berbeda dari biasanya, dia mengenakan gaun yang indah senada dengan jaz yang di gunakan sang suami.


"Aku sudah siap mas...!" Cristine turun dari tangga bak seorang putri raja yang cantik dan menawan


Revaldi tertegun melihat sang istri yang berdandan secantik itu di hadapannya


hingga dia tak berkedip sedikit pun...


"Mas...!!" Panggil Criztine dengan melangkah ke arah arahnya.


"hemmm..."


"Kenapa bengong begitu, apa aku terlihat jelek??" Criztine menundukkan kepala.


dia merasa malu dengan tatapan sang suami yang tidak lepas dari dirinya.


"Sebenarnya tidak terlalu buruk juga. tapi untuk menghapus make up dan berdandan lagi, maka waktu kita tidak akan cukup untuk itu...." cetus Revaldi dengan menyembunyikan kekaguman di dalam hatinya.


Mereka pun berangkat ke sebuah cafe mewah di tengah kota dimana acara di selenggarakan.


Tapi Revaldi tidak melibatkan pak supir untuk mengantar mereka, melainkan Revaldi sendirilah yang menjadi supir untuk istrinya...


"Gandeng tangan ku...." pinta Revaldi dengan membukakan pintu mobil


Criz pun tersenyum dan menggandeng lengan sang suami.


"Lihat siapa yang datang...." Teriak salah satu sahabat Revaldi


Semua mata terpana dengan kedatangan mereka yang membuat semua orang merasa iri dengan ketampanan dan kecantikan Revaldi dan Criztine.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun, semoga lo cepet nikah biar gag jadi presiden jomblo lagi...hahaha!!" Revaldi menggoda sahabatnya


"Mentang-mentang punya bini cakep seenak jidat lo permaluin gua di depan teman-teman...." ucap Leo


"Becanda kali sob gitu aja marah..." Revaldi menepuk pundak sahabatnya


"Lo tidak mau perkenalkan wanita cantik di samping lo itu Re...??" sambung Jimmy


"Iya...pelit banget dia" cetus Leo


"Oh iya perkenalkan ini istri gua. Criztine namanya..." Revaldi mengenalkan sang istri pada semua sahabatnya yang berada disana.


"Revaldi traktirannya jangan lupa sob....!" teriak Dimas dari kejauhan


"Gile lo yang ulang tahun siapa? masa gua yang harus bayar lo semua...." Sambung Revaldi


"Kan yang punya bini cakep lo...hahaha" salah seorang tertawa


"Aku merasa tidak nyaman mas, aku malu di tertawakan mereka semua..." bisik Criz


Semua orang bersorak dan melanjutkan acara ulang tahun Leo dengan meriah.


Criz tersenyum tipis melihat para sahabatnya bertingkah kekanakan dan tertawa lepas di hadapannya..


Revaldi duduk bersama criz dan para sahabatnya.


dia sesekali melirik sang istri yang terlihat sangat bahagia


"Baru kali ini aku melihat senyuman yang tulus di bibirnya...!" gumam Revaldi dalam hati


"Woy kondisikan mata lo..." bisik jimmy


seketika Revaldi terkejut dan menginjak kaki Jimmy

__ADS_1


"Sakit bego..." lirih jimmy


"Nona cantik maukah kamu menemani ku berdansa malam ini...." Leo mengulurkan tangan


Criz menatap wajah sang suami.


"Ayolah bro, gua pinjem bini lo bentar ya..." Leo mengedipkan mata pada Revaldi


Revaldi mengepalkan tangan, dia sedikit tidak rela jika istrinya di sentuh oleh lelaki lain.


tapi dia tak ingin sahabatnya menertawakan dirinya..


"Baiklah...." ucap Revaldi dengan menatap wajah sang istri


Criz dan Leo pun berdansa bersama.


"Kamu pasti sangat mencintai suami kamu ya ....??" ucap Leo


"Tentu aku sangat mencintai dirinya..!" lirih Criz dengan wajah malu-malu


"Apa kamu yakin dia juga mencintai kamu...?" Leo menatap dalam mata Criz


Seketika Criz terdiam dia tak ingin menceritakan semua hal mengenai rumah tangganya.


"Maaf tuan saya lelah..." Criz memilih meninggalkan Leo


"Mas aku ingin pulang...." bisik Criz pada suaminya


"Kenapa buru-buru tunggu sebentar lagi...!" jawab Revaldi


"Kenapa Re, kalau bini lo ngajak pulang tidak apa-apa lo pulang aja dulu..." Sambung Dimas yang sedari tadi mengawasi gerak gerik Leo dan Criz


Dimas merasa Leo punya niat tidak baik dengan istri sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ya udah gua pulang ya sob..." Revaldi pamit kepada semua sahabatnya.


Mereka pun kembali ke rumah dengan kediaman Criz yang membuat Revaldi kebingungan atas sikap sang istri.


__ADS_2