HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 107


__ADS_3

Criztine terbangun dia merasa sangat pusing.


"Kepala ku pusing sekali, jam berapa ini?" lirih Criztine dengan mencari letak ponselnya.


"Astaga sudah jam 10 malam, pantas saja aku merasa pusing karna seharian aku belum makan.." criztine beranjak dari tempat tidur.


Criztine membuka pintu kamar dengan mencari keberadaan sang suami..


"Kemana tuan kalian? " tanya Criztine pada para asisten rumah tangga.


"Tuan keluar sejak sore tadi nyonya..." jelas salah seorang asisten rumah tangga.


"Ya sudah kalian bisa kembali istirahat, biar saya membuat makan sendiri." jelas Criztine dengan berjalan ke arah dapur.


"Pergi kemana lagi dia? pasti dia bertemu dengan Isa lagi." lirih Criztine dengan mencari mi instan.


"Nak Criz kamu sedang apa?" tiba-tiba Riko datang.


"Papa sudah pulang? saya mau masak mi instan, Papa mau?" tanya Criztine.


"Boleh juga, Papa sudah lama tidak makan mi instan..." sambung Riko dengan melebarkan senyum.


Criztine pun memasak mi untuk dia dan mertuanya.


"Selamat makan papa..." ucap Criztine dengan menyodorkan semangkuk mi instan .


"Terima kasih nak, oh iya dimana suami mu? kenapa papa tidak melihat dia?"

__ADS_1


"Oh...Mas Revaldi sedang keluar sebentar pa, pasti ke rumah sahabatnya..." sahut Criztine dengan melahap mi di hadapannya.


"Em, begitu...Oh iya nak, besok papa akan ke eropa, Opa menyuruh papa untuk datang kesana. banyak hal yang harus papa selesaikan..." jelas Riko pada anak menantunya.


"Bukankah papa baru saja pulang dari luar kota, dan besok papa harus le Eropa. apa papa tidak capek?" Tanya Criztine.


"Ya mau gimana lagi nak, papa harus bertanggung jawab dengan kewajiban papa sebagai anak lelaki Di keluarga Hendardi..." senyum Riko mengembang.


Criztine mengangguk.


Drt drt...


Criztine menerima pesan singkat dari Leo yang memberi tau dirinya bahwa Risa mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit tempat leo bekerja.


"Pa, criztine pamit dulu mau jenguk sahabat criztine di rumah sakit.."


"Siapa yang sakit nak?" tanya Riko.


Tak berapa lama Criztine turun dengan penuh rasa khawatir.


"Mau papa antar nak?"


"Tidak perlu pa, biar criztine di antar pak supir saja. papa istirahat saja di rumah..!" jelas Criztine.


"Ya sudah, kamu hati-hati di jalan nak.."


Criztine hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada papa mertuanya.

__ADS_1


Criztine pun menuju ke rumah sakit.


sesampainya disana dia menuju ruang rawat Risa...


dia membuka pintu dan betapa terkejutnya dia saat melihat suaminya tengah menyuapi Risa makan.


"Criztine, kemarilah..." lirih Risa .


Criztine menahan rasa sakit di hatinya, dengan perlahan berjalan ke arah Risa dan suaminya saat ini.


"Criz...'' lirih Revaldi.


Criztine menatap Revaldi dengan penuh rasa kekecewaan dan amarah yang berkobar di hatinya.


"Kalian saling kenal?" tanya Risa


"Hah...maksud kamu apa? Bukankah kamu sudah tau bahwa dia adalah..."


Sebelum criztine berkata lebih lanjut, revaldi membungkam mulut Criztine dengan tangan kanannya.


"Sayang jangan membungkam Criztine seperti itu, biar dia jelaskan dulu.." Ucap Risa dengan menarik tangan Revaldi.


"Em...begini Ris, kami hanya berteman..." ucap Revaldi terbata.


Deg...


sakit rasanya mendengar kalimat Revaldi yang bagai belati yang menusuk dadanya...

__ADS_1


Criztine yang tidak kuat dengan semua itu, dia pun berlari ke luar dengan air mata yang mengalir di pipi.


Revaldi hendak mengejarnya, namun Risa meraih tangan Revaldi dengan erat dan memintanya untuk tetap berada di sisinya....


__ADS_2