HASRAT

HASRAT
hasrat


__ADS_3

Kinan POV


***********


Aku keluar dari lift tanpa menoleh sedikit kepada pria dan wanita tersebut, benar saja dugaanku pasti mereka tamu Sir Rasyid owner kami di Omar Company. beberapa detik aku keluar mereka pun keluar dari lift menuju ruangan Sir Rasyid.


Aku berjalan menuju ruangan ibu tami, sebelum masuk ku ketuk pintu terlebih dahulu demi menjaga kesopanan sampai perintah untuk masuk dari dalam barulah aku masuk. "pagi bu" sapa ku terlebih dahulu. bu tami yang sedang fokus dengan berkas-berkas di atas meja mengangkat kepala nya dan tersenyum kepadaku.


"pagi kinan"


"ini laporan yang ibu minta" kuletakkan dengan sopan berkas itu di atas meja. "apa ada lagi yang bisa saya bantu, kalau tidak ada saya permisi bu untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda".


"oh ya kinan apa kamu tahu kalau Perusahaan kita akan kedatangan petinggi baru untuk menggantikan Sir Rasyid"

__ADS_1


"sudah bu, saya sudah mendengar nya dari Amanda"


"ehm,,, memang paket komplit anak itu" jawab bu tami ambigu.


"maksud nya bu..? tanyaku heran belum mengerti arah pembicaraan bu tami.


"amanda, paket komplit, komplit gosip nya". jawab bu tami sambil terkekeh.


"ibu ga tau aja, dinding di kantor ini punya telinga amanda bu". aku menimpali sambil tersenyum geli.


"maksud ibu...? aku mulai curiga dengan arah pembicaraan bu tami. sedikit penjelasan buat reader Ibu Tami ini atasan aku yang sedikit jahil.


"kamu ga mau berlomba-lomba seperti teman-teman mu jadi cinderella atau jadi seorang putri yang di jemput seorang pangeran dengan kuda putih, ga pengen gitu bersaing merebut perhatian duren. ini duren bukan sembarangan duren lho kinan ini duren hot, yang pasti nya Dugan (duda ganteng) dan di jamin belum pernah ganti sparepart jawab ki sambil tersenyum mencoba memanasi kinan, aku ingin lihat apakah ia terpengaruh oleh kata-kataku atau tidak.

__ADS_1


aku membelalakkan mata mendengar Bu Tami berbicara seolah tak percaya dengan apa yang di ucapkan. "waduhh ibu, saya ga tertarik bu sama yang begituan saya itu tipe pejuang bu bukan tipe upik abu yang menghayal jadi cinderella saya ga mau bu terjebak sama romansa kantor bikin ribet ntar ga bisa main mata ucap ku jahil lagi pula duda itu bukan tipe saya terlalu banyak pengalaman bikin ngeri, seraya aku sambil bergidik.. saya mau cari yang sama-sama belum punya pengalaman bu biar ada dag dig dug ser nya ucapku sambil tersenyum.


"eh kinan ibu kasi tau ya yang pengalaman itu yang enak lho jadi ga perlu di ajar-ajarin lagi ia sudah tahu gimana cara nya bisa bikin kita puas. ucap ku sambil memainkan mata dan terus menggoda kinan.


"stop bu, cukup jangan di terus kan ntar otak saya tambah korengan bu gara-gara ucapan ibu.


aku tertawa geli melihat muka kinan yang merah semerah tomat dan cemberut karena terus-terusan ku goda.


"baiklah bu kalau tidak ada yang di perlukan lagi saya permisi. aku berusaha mencoba menghindar dari percakapan dengan ibu tami.


"ok, tapi jangan lupa di intip duren nya ya siapa tau kamu tertarik.


aku membelalakkan mata mendengar ucapan ibu tami "ibuuuu" ucapku sambil berlalu dan menutup ruangan ibu tami.

__ADS_1


begitu kinan keluar dari ruangan ku, aku tak mampu lagi menahan tawa, tawa ku seketika pecah, senang sekali rasa nya menggoda anak itu, kinan prameswari mahardika karyawan terbaik aku di devisi keuangan, yg sudah kuanggap seperti anak sendiri. pekerjaan nya selalu rapi dan memuaskan tak pernah sekali pun terlibat masalah dengan karyawan yang lain, anak yang ramah, rajin dan loyal.


bersambung


__ADS_2