
Tiga hari kemudian...
Selama tiga hari itu sikap Revaldi menjadi lembut pada sang istri, membuat Opa dan Omanya yakin bahwa sang cucu mulai menerima kenyataan dan mencoba mencintai Criztine.
sekitar pukul 10 pagi mereka kembali ke Eropa
Revaldi dan Criztine mengantarkan mereka ke bandara.
tak menunggu lama pesawat pun lepas landas, Revaldi dan sang istri kembali ke rumah....
"Aku lapar buatkan aku makan siang...." Ucap Revaldi
"Mas mau makan apa?? " jawab Criz dengan berjalan kearah dapur
"Terserah kamu saja..." singkat Revaldi
Criztine pun membuka tempat penyimpanan makanan, dia bingung ingin memasak apa dengan semua bahan yang lengkap di hadapannya itu.
"Nyonya biar saya saja yang masak, nyonya istirahat saja..!" ucap sang kepala koki
"Terimakasih bi, tapi suami ku ingin aku yang memasak untuk dirinya...aku tidak ingin membuat suamiku kecewa padaku!!" jelas Criz dengan mengeluarkan bahan makanan yang hendak dia masak
"Saya bantu potongkan sayurnya nyonya..." koki itu meraih sayuran di tangan Criz
"Terimakasih bibi..." Criz mengembangkan senyum
"Oh iya bi bolehkah saya bertanya sesuatu...??" lirih Criz
__ADS_1
"Boleh nyonya..."
"Apakah bibi kenal dengan wanita yang bernama Risa..?"
"Maaf nyonya saya tidak tau tentang kehidupan pribadi tuan, selama yang saya tau beberapa bulan ini tuan sering melamun dan melihat foto seorang wanita! tapi saya kurang tau siapa wanita tersebut..." jelas bibi
"Baiklah terimakasih bibi..." lirih Criz
"Maaf nyonya bukan saya ikut campur, tapi saya perhatikan beberapa hari ini Tuan mulai berubah dan lembut terhadap nyonya. semoga ini awal yang baik ya nyonya..." ucap bibi
"Semoga saja bi, doakan yang terbaik untuk hubungan kita ya..." Criz menggenggam tangan bibi
"Kamu masak batu atau masak apa sih? lama sekali..." maki Revaldi yang tiba-tiba muncul
"Sudah matang mas, kamu tunggu di meja makan dulu saja..."
"Apa yang mereka bicarakan...?" gumam Revaldi
Tak lama Criz dan para pelayan membawa hidangan makan siang untuk Revaldi.
"Aki ambilkan mas..." Criz meraih piring di hadapan suaminya dan menyiapkan makanan untuknya.
"Semua ini kamu yang masak??" tanya Revaldi
"Iya mas tapi di bantu dengan bibi koki, soalnya dia memaksa untuk membantu diriku...!" jelas Criz
"Tak masalah, rasanya juga lumayan..." Revaldi melahap makanan yang di masak sang istri
__ADS_1
Setelah mereka selesai makan Revaldi berjalan ke kamarnya.
dia bersandar di tempat tidur dengan memainkan ponselnya
secara tidak sengaja dia iseng membuka foto lama di ponselnya, saat dia melihat ada foto seorang gadis cantik yang tersenyum simpul
"Maafkan aku Risa aku belum berani menemui dirimu! aku takut jika kamu tidak bisa menerima semua kenyataan ini..." Revaldi mengusap foto tersebut
Rasa bersalah dan rasa kehilangan yang begitu dalam di rasakan Revaldi selama ini.
Revaldi dan Risa sudah lama menjalin cinta, bahkan mereka berjanji untuk hidup bersama selamanya.
namun hubungan mereka di tentang oleh Opa Hendardi karna Risa adalah anak dari seseorang yang sangat di benci oleh Opanya.
hingga Revaldi di paksa untuk meninggalkan dia dan menikah dengan Criztine, cinta di antara mereka harus di putuskan secara sepihak dari keluarga Revaldi...
Tapi yang namanya cinta, mau seberapa keras usaha kita untuk melupakan jika dia adalah yang terindah, maka dia akan kekal di dalam hati.
meski banyak beribu-ribu pengganti namun cintanya tak akan pernah terganti.!!!
"Seandainya saja aku bisa melawan kehendak mereka, pasti saat ini aku bisa bersama kamu dan hidup bahagia. tapi kenapa tuhan memisahkan kita dengan cara seperti ini, aku selalu berharap jika kamu baik-baik saja disana Ris...aku masih mencintai kamu...!!" Lirih Revaldi dengan mencium foto Risa
Tidak mudah melupakan seseorang yang pernah singgah di dalam hati
mengenalnya mungkin cukup 5 menit, tapi melupakannya akan butuh waktu seumur hidup..
ketulusan cinta yang dalam akan membuatnya sulit untuk di lupakan....😁😁
__ADS_1