HASRAT

HASRAT
ep 64


__ADS_3

Beberapa hari pun berlalu...


kebahagiaan tasya mulai kembali


senyuman yang indah mengembang di bibir nya.


"revaldi...." panggil riko


revaldi berlari ke arah riko


"paman...aku rindu, paman kemana saja??"


"maaf sayang...paman sibuk mengurus kepindahan paman ke luar negri, jadi paman sampai tidak sempat ketemu revaldi..."jelas riko dengan menggendong revaldi


"apa...paman mau meninggalkan aku???"wajah revaldi seketika berubah menjadi murung


"sayang....paman harus pergi, nanti kalau uang paman sudah banyak paman janji, paman akan segera pulang dan kamu boleh beli apa saja yang kamu mau"


"paman janji....paman tidak membohongi aku kan??!"revaldi mengacungkan jari kelingking nya. meyakinkan riko untuk senantiasa mengingat janji nya


riko pun meraih jari kelingking revaldi dan mencium nya.


andai kamu tau nak...bahwa aku adalah ayah kandung kamu!!?. maafkan papa karna tidak bisa selalu di samping kamu nak, tapi papa akan selalu merindukan kamu nak...!!"


lirih riko dalam hati


"revaldi sayang paman..."


mendengar kalimat yang revaldi katakan membuat bergetar hati riko

__ADS_1


seakan dia berat untuk meninggalkan nya.


"jangan membuat paman menangis sayang....??" rikardo yang sedari tadi mendengar pembicaraan antara ayah dan anak


dia keluar untuk memecahkan kesedihan di wajah mereka


hik hik...


" ayah...paman akan pergi jauh!!"


"sayang...paman pergi itu untuk melanjutkan kuliah, nanti kalau paman ada waktu kita liburan ke tempat paman...bagaimana???" rikardo mencoba menghibur revaldi yang menangis


"Hore....ayah memang baik sekali, aku sayang ayah juga paman" revaldi memeluk riko dan rikardo


tasya hanya mampu mendengarkan mereka dari dalam kamar


dia memilih diam diri


revaldi mengangguk


"paman hati hati...revaldi sayang paman...emuahhh" tiba tiba revaldi mengecup pipi riko


"paman semakin sayang sama kamu nak...jangan nakal sama ayah dan ibu ya, ingat untuk selalu merindukan paman!!" riko mencium kening revaldi


"oke paman..."


"rikardo aku titip anak ku pada mu, aku yakin kamu lah orang yang berhati emas....dan aku yakin revaldi dan tasya aman dan bahagia bersama mu!!!" bisik riko dengan merangkul rikardo


"aku akan selalu menjaga dan melindungi mereka....kamu tak perlu khawatir" balas rikardo

__ADS_1


"mau aku panggilkan tasya...??"


" tidak perlu...aku titip salam saja, jika aku melihatnya akan ku culik dia dan ku bawa terbang bersama ku...dan kamu siap siap menangis....hahaha" riko tertawa seolah menutupi kesedihan dan luka di hati nya.


"kamu bisa saja...mau aku antar ke bandara??"


"tak usah, aku naik taksi saja...terima kasih ya sob??" riko memeluk rikardo dengan berderai air mata


rikardo menepuk pundak riko dengan menganggukkan kepala


" sayang paman pergi dulu nak.....sampai jumpa" riko pergi dengan melambaikan tangan ke arah revaldi


"paman...." revaldi berusaha mengejar langkah riko


namun sang ayah sudah lebih dulu menahan tubuh revaldi


"paman hati hati di jalan" revaldi berteriak dengan menangis di gendongan sang ayah


berat rasanya riko meninggalkan anak kandung nya


air mata riko mengalir begitu saja


dia pun berlalu


"suatu hari nanti papa akan datang nak...tunggu papa!!"


riko pun meninggalkan tanah kelahiran nya


saat ini di pikiran riko hanya ada bayangan wajah revaldi

__ADS_1


"Oh tuhan...kenapa wajah putra ku selalu terbayang di otak ku, baru beberapa jam saja aku sudah merindukan dirinya" gumam riko


__ADS_2