
Beberapa hari pun berlalu...
kebahagiaan tasya mulai kembali
senyuman yang indah mengembang di bibir nya.
"revaldi...." panggil riko
revaldi berlari ke arah riko
"paman...aku rindu, paman kemana saja??"
"maaf sayang...paman sibuk mengurus kepindahan paman ke luar negri, jadi paman sampai tidak sempat ketemu revaldi..."jelas riko dengan menggendong revaldi
"apa...paman mau meninggalkan aku???"wajah revaldi seketika berubah menjadi murung
"sayang....paman harus pergi, nanti kalau uang paman sudah banyak paman janji, paman akan segera pulang dan kamu boleh beli apa saja yang kamu mau"
"paman janji....paman tidak membohongi aku kan??!"revaldi mengacungkan jari kelingking nya. meyakinkan riko untuk senantiasa mengingat janji nya
riko pun meraih jari kelingking revaldi dan mencium nya.
andai kamu tau nak...bahwa aku adalah ayah kandung kamu!!?. maafkan papa karna tidak bisa selalu di samping kamu nak, tapi papa akan selalu merindukan kamu nak...!!"
lirih riko dalam hati
"revaldi sayang paman..."
mendengar kalimat yang revaldi katakan membuat bergetar hati riko
__ADS_1
seakan dia berat untuk meninggalkan nya.
"jangan membuat paman menangis sayang....??" rikardo yang sedari tadi mendengar pembicaraan antara ayah dan anak
dia keluar untuk memecahkan kesedihan di wajah mereka
hik hik...
" ayah...paman akan pergi jauh!!"
"sayang...paman pergi itu untuk melanjutkan kuliah, nanti kalau paman ada waktu kita liburan ke tempat paman...bagaimana???" rikardo mencoba menghibur revaldi yang menangis
"Hore....ayah memang baik sekali, aku sayang ayah juga paman" revaldi memeluk riko dan rikardo
tasya hanya mampu mendengarkan mereka dari dalam kamar
dia memilih diam diri
revaldi mengangguk
"paman hati hati...revaldi sayang paman...emuahhh" tiba tiba revaldi mengecup pipi riko
"paman semakin sayang sama kamu nak...jangan nakal sama ayah dan ibu ya, ingat untuk selalu merindukan paman!!" riko mencium kening revaldi
"oke paman..."
"rikardo aku titip anak ku pada mu, aku yakin kamu lah orang yang berhati emas....dan aku yakin revaldi dan tasya aman dan bahagia bersama mu!!!" bisik riko dengan merangkul rikardo
"aku akan selalu menjaga dan melindungi mereka....kamu tak perlu khawatir" balas rikardo
__ADS_1
"mau aku panggilkan tasya...??"
" tidak perlu...aku titip salam saja, jika aku melihatnya akan ku culik dia dan ku bawa terbang bersama ku...dan kamu siap siap menangis....hahaha" riko tertawa seolah menutupi kesedihan dan luka di hati nya.
"kamu bisa saja...mau aku antar ke bandara??"
"tak usah, aku naik taksi saja...terima kasih ya sob??" riko memeluk rikardo dengan berderai air mata
rikardo menepuk pundak riko dengan menganggukkan kepala
" sayang paman pergi dulu nak.....sampai jumpa" riko pergi dengan melambaikan tangan ke arah revaldi
"paman...." revaldi berusaha mengejar langkah riko
namun sang ayah sudah lebih dulu menahan tubuh revaldi
"paman hati hati di jalan" revaldi berteriak dengan menangis di gendongan sang ayah
berat rasanya riko meninggalkan anak kandung nya
air mata riko mengalir begitu saja
dia pun berlalu
"suatu hari nanti papa akan datang nak...tunggu papa!!"
riko pun meninggalkan tanah kelahiran nya
saat ini di pikiran riko hanya ada bayangan wajah revaldi
__ADS_1
"Oh tuhan...kenapa wajah putra ku selalu terbayang di otak ku, baru beberapa jam saja aku sudah merindukan dirinya" gumam riko