
Mengejar Restu orang tua tidak sesulit mendapat restu semesta. Jika semesta sudah memberi jalan bagi mereka bersama pasti segala cara bisa di lalui tuk mencapai restu orang tua. Tapi jika hanya restu orang tua dan semesta tidak mengiyakan, disitulah petaka terbesar, karena pastilah mereka tidak akan berjodoh sampai kapan pun.
Saat ini David telah mencoba merelakan Gea bersama orang lain, meski baginya sangat menyakitkan. Dia pun mencoba menjalin hubungan dengan seorang wanita yang telah di jodohkan saat dulu, dia adalah anak dari sahabat Ayahnya. Sudah sejak kecil mereka di jodohkan demi mengikat tali persahabatan mereka, namun pada waktu itu David lebih memilih mengejar wanita yang sangat di cinta(Gea). Namun Cinta yang dia kejar pada akhirnya menghancurkan hidupnya. David mengalami turun tahta dan di usir dari keluarga hanya karena dia lebih memprioritaskan seorang wanita, bahkan seolah mendewakan tanpa sadar tanggung jawabnya terbengkalai.
Kesalahan masa itu kini membuatnya sadar bahwa tidak semua cinta bisa saling memiliki. David yang sekarang mencoba menata kembali kehidupannya di bawah bimbingan ibu dan saudaranya, dia di beri tanggung jawab menjadi seorang direktur di sebuah perusahaan cabang yang dulu di pimpin sang kakak. Hidup yang dulu hancur berantakan sekarang mulai di perbaiki.
Saat ini David tengah berada di rumah Raka, duduk bersama di ruang tamu, Lily dan Gilang juga ada disana. Gilang berada dalam pangkuan David karena sedari awal dia lebih dekat dengan David di banding Raka, Sedang Lily duduk berdampingan dengan Raka layaknya mereka pasangan suami istri. Mereka ngobrol kesana kemari sampai akhirnya Gilang bosan dan meminta Maminya untuk menemani bermain di kamarnya.
" Maaf saya permisi..." Ucap Lily seraya menuntun Gilang.
" Jangan sampai dia menyentuh foto Gea lagi, atau aku bisa mengurungnya di kamar gelap." Ketus Raka.
__ADS_1
Lily yang baru saja melangkah dua tiga kali sontak berhenti mendengar kalimat Raka membuatnya teringat betapa kejamnya Raka dua hari lalu, pada saat itu Gilang melempar satu bingkai fota yang ada di kamar tamu yang saat ini menjadi kamar Gilang. Saat itu Gilang merasa Gea adalah wanita perebut Ayahnya, sampai dia melupakan rasa benci pada sebuah foto. Dia pun memaki polos foto tak bernyawa itu dengan kata kasar. Di saat bersamaan Raka mendengar teriakan Gilang lalu melihat semua kejadian itu, pada akhirnya Raka murka dan mengurung Gilang di ruang gelap bawah tanah.
Raka adalah tipe kakak penyayang, sampai tidak ada satu kesalahan tentang adiknya. Semua hal seolah benar di matanya. Kasih sayang berlebih membuatnya mengistimewakan sang adik di banding apa pun. Bahkan dia rela melakukan hal buruk hanya demi membuat adiknya bahagia. Rasa sayang itu membuat pribadi Gea menjadi buruk, sebab dalam hidupnya terlalu mudah mendapatkan segala sesuatu.
Boleh memanjakan tapi jangan berlebih karena fatal akibatnya jika seseorang banyak menerima segala suatu dengan mudah.
" Saya tidak meminta anda membawa kami kemari." Ketus Lily sembari menutup telinga putranya agar ucapan kasar Raka tidak membuatnya trauma.
David melihat amarah dalam diri Raka sehingga dia memutuskan untuk meraih tangah Raka lalu membawanya keluar dari rumah...
" Bang, jangan kasar sama anak kecil bagaimana Abang bisa mendapatkan hati ibunya kalau sikap abang saja kasar seperti itu..."
__ADS_1
Raka masih berusaha mengatur pernafasan tuk membuatnya lebih tenang.
" Baru kali ini mengejar seorang wanita sampai membuat ku gila. Setiap hati di buat marah, dan selalu saja menguji kesabaran ku." Kesal Raka.
" Kalau begitu dia adalah koleksi abang yang paling berharga. Kalau begitu Abang harus berjuang untuk dia jangan sampai dia pergi meninggalkan abang seperti...." Mulut David seolah terkunci rapat saat dia mengingat hal menyakitkan itu.
Raka merasa iba dengan melihat David tertunduk sedih seperti saat ini, namun dia tidak mau merusak bahagia adiknya hanya demi orang yang tidak di cintai.
" Sudahlah, jangan ungkit kisah itu lagi. Lebih baik kamu bantu aku bagaimana cara mendekati anak nakal itu..." Raka menepuk pundak David.
Mereka ngobrol panjang lebar di teras depan rumah.
__ADS_1