
________________
Seperti angin menerpa sebatang pohon tak berdaun, kering dan rapuh. Begitu lah gambaran hati Lily saat ini. Begitu banyak hal yang ingin dia ambil dari Gea tapi semua sia-sia. Saat dia mendengar bahwa Dimas sudah menikah dengan wanita lain, dia pun patah semangat. Hari itu langit nampak cerah tapi tidak hidupnya, Sekian lamanya menanti sebuah harapan hidup bersama Dimas, tapi kini sudah saatnya dia membuka mata.
" Apakah semua impian ini harus terhapus begitu saja.." Lirihnya sembari melihat ke arah jendela, sinar terang mentari menyelinap masuk dari sela jendela.
Sesungguhnya Lily wanita yang baik, hanya saja dia terlalu ambisi terhadap sebuah keluarga bahagia yang menjadi impiannya selama ini. Sudah banyak lelaki kaya nan tampan mendatangi keluarganya untuk mempersuntingnya, tapi tidak ada satupun lelaki mampu membuatnya jatuh cinta.
" Mami..." Datanglah Gilang membawa minuman kaleng. " Kenapa menangis?" Dia berlari mendekati ibundanya lalu mengusap air mata itu.
" Jangan menangis, Gilang tidak ingin melihat air mata mami..." Wajah polos Gilang membuat air mata Lily terus berjatuhan.
" Maafkan mami, nak. Kehidupan bahagia itu tidak bisa mami berikan untuk kamu." Lirihnya sembari mencium kepala putranya.
" Tunggu sampai aku besar nanti, pasti akan ku balas setiap air mata yang jatuh ini." Dengan kepolosan yang di miliki, Gilang mengutuk tiap orang yang telah menyakiti hati ibundanya.
Brak....
__ADS_1
Datanglah Raka bersama Gea, mereka sengaja datang melihat kondisi mereka berdua...
" Gilang..." Gea mendekat, berjongkok di depan anak kecil itu dan menyentuh kepalanya.
" Kamu baik-baik saja?"
Plak...
Dengan kasar Gilang menepis tangan Gea, ada banyak kebencian tertanam dalam hati anak itu.
" Jangan sentuh kepalaku. Kamu orang jahat." Maki Gilang.
" Percayalah aku bisa menghadapinya." Lirihnya.
" Kalian ingin apa lagi dariku? bukankah kamu(Gea) sudah mendapatkan dia?" Ucap Lily sinis.
" Bicara apa kamu?" Bentak Raka.
__ADS_1
" Bang, lebih baik kamu bawa Gilang pergi dari sini biar aku bicara sama Lily."
Raka segera meraih tubuh bocah kecil itu lalu membawa paksa keluar dari kamar itu...
" Lepaskan aku..." Sura Gilang masih terdengar nyaring meski dia sudah di luar kamar.
" Kamu sudah menang." Ucap Lily.
Gea bisa merasakan apa yang di rasanya saat ini...
" Dalam masalah cinta tidak ada menang atau kalah, tapi semua tergantung bagaimana cara kita mencintai..."
" Tau apa kamu tentang cinta?" Lily masih terdiam di tempatnya dengan tatapan penuh api.
" Mungkin baru kali ini aku mengenal cinta karena seumur hidupku baru kali ini merasakan begitu banyak perjuangan dan penderitaan. Bersama dengan Dimas ku temukan apa itu Cinta, dan mungkin kelak kamu juga akan temukan hal yang sama dari orang lain." Jelas Gea seolah tau menggambarkan seberapa berartinya Dimas dalam hidupnya.
" Sebelum kamu datang dan berjuang untuknya sudah ada aku yang lebih dulu berjuang mendapatkan dia, tapi kenapa tidak ada sedikit perhatian dari Dimas? kurang berjuang apa aku selama ini, kurang berkorban apa lagi?" Air mata Lily seorang meronta ingin segera melepas kesakitan dalam hatinya.
__ADS_1
Gea terdiam tanpa ada satu pun, merasa ada banyak derita tengah melanda Lily, tapi dia tidak bisa merubah takdir dan cinta Dimas.