
Riko...
mendapat informasi dari orang bayaran nya
bahwa vany tinggal di sebuah rumah mewah yang berada di kawasan super elit di kota nya.
riko mendatangi kediaman vany, disana dia memantau dari kejauhan
saat vany keluar tiba tiba mata riko di kejut kan dengan keberadaan mantan kekasihnya
"mengapa karin bersama dengan wanita itu??" gumam riko
di sana riko melihat keakraban antara vany dan karin
ada rasa penasaran di hati nya
dia pun mulai bertanya pada seseorang yang lewat di depan nya
"mas...mas numpang tanya, wanita yang duduk di sana itu siapa ya??" tanya riko
"oh...itu mbk vany dan adik nya mbk karin...mas pasti naksir mereka ya??"
riko hanya tersenyum
tak lama lelaki itu kembali melanjutkan langkahnya
ada satu bukti yang riko dapat saat ini
yang dirinya juga tak habis pikir..
__ADS_1
dia mengenal karin sudah sangat lama namun dia tak pernah tau jika karin mempunyai saudara,
setau riko rumah karin juga bukan di tempat itu
banyak pertanyaan yang timbul di otak riko
dia yakin pasti ada banyak hal yang masih mereka rahasiakan...
tak lama karin pun masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan ke arah vany
"ini kesempatan ku buat mengorek semua kebenaran dari karin" riko berlari menuju motor nya
dia mengikuti mobil karin
sampailah karin di sebuah rumah yang terbilang mewah tapi tak semewah kediaman vany
saat karin turun dari mobil, riko dengan sigap menarik lengan karin
"apa sih maksud kamu...aku tidak mengerti yang kamu katakan" karin mencoba melepaskan tangan riko
"jangan main main dengan kesabaran ku...apa yang kamu rencanakan dengan kakak mu??" riko menatap karin dengan tatapan yang mematikan
"cukup....kenapa kamu selalu melindungi tasya, dan kamu tau aku sakit hati saat kamu memutuskan hubungan kita dan setiap saat setiap waktu kamu hanya mencari tasya tasya dan tasya...aku tidak terima riko" emosi karin meluap
"aku memutuskan hubungan kita saat itu bukan karna tasya...tapi karna aku sudah lebih dulu mencintai dirinya, hanya saja aku belum mampu mengakui semua nya...kamu hanya ku jadikan alat untuk membuat dia cemburu...mengerti!!!"
"sehebat apa si tasya itu??...sampai kamu menyukai wanita yang sudah mengandung anak orang lain, bahkan semua itu terbukti dengan hasil USG waktu itu...untung saja aku yang menemukan hasil USG itu jadi aku bisa mempermalukan dia di hadapan semua orang...hahaha" karin tertawa puas dengan apa yang sudah dia perbuat
"jadi kamu yang mempermalukan tasya saat itu....dasar kamu ya" riko sempat mengangkat tangan nya dia hendak menampar karin
__ADS_1
namun dia sadar bahwa dirinya sudah berjanji tidak akan menyakiti wanita lagi..
"kamu mau tampar...nih tampar, sekarang aku sudah membalas semua dendam ku kepada tasya aku sudah puas riko" karin menyodorkan wajah nya tepat di mata riko
riko geram dengan semua yang karin lakukan
bahkan dia tak menduga bahwa karin lah yang menempelkan hasil USG tasya di mading sekolah
"kamu tau anak siapa yang tasya kandung??...itu adalah anak ku" bentak riko
karin hanya tersenyum sinis
"kamu kira aku tidak tau...aku sudah mengetahui semua nya riko, maka dari itu aku membuat kalian berpisah...aku tidak terima dengan semua ini!!" karin menangis di hadapan riko
" taukah kamu betapa aku mencintai kamu??...tapi kenapa kamu malah menghamili tasya, kenapa ..haaaa!??"karin meraih kerah baju riko dan mencengkeram nya dengan sangat kuat
"ini yang membuat ku mengambil keputusan yang tepat dengan meninggalkan kamu...karna kamu bisa berbuat sejahat itu rin!!!"riko menyingkirkan tangan karin dari tubuhnya
"aku jahat!!?..semua ini karna kamu dan juga wanita murahan itu, dia juga merebut pacar kakak ku...jangan salahkan aku jika aku membalas semua kejahatan dirinya"
plak...
riko yang tak tahan dengan amarahnya
akhirnya riko pun melayangkan satu tamparan keras
"jangan coba coba mengusik tasya lagi...jika tidak aku yang akan menghukum kalian semua...lihat saja nanti!!" ancam riko, dia pun pergi meninggalkan karin yang masih mematung di sana
"aku tidak takut dengan ancaman kamu...akan ku buat tasya jatuh sedalam dalam nya...lihat saja nanti" karin berteriak histeris
__ADS_1
namun riko tak menghiraukan nya
dia memilih pergi dari kediaman karin.