
Perasaan yang saat ini di rasakan Revaldi sangatlah berat.
dia tak mengerti dengan hatinya, yang seolah menolak perpisahan itu, namun ada juga Hasrat untuk kembali kepada sang mantan kekasih...
"Seharusnya aku senang dengan keputusan yang dia ambil. tapi kenapa ada penolakan di dalam diriku ini....!" Gumam Revaldi.
Malam sudah mulai larut. tak ada lagi aktifitas di rumah Revaldi
semua pekerja sudah terlelap, tinggal pak satpam yang masih terjaga di depan pintu dengan riuh dari televisi yang dia lihat.
Kakinya membawa Revaldi menuju kamar tamu, dimana sang istri dan adiknya sedang tertidur
perlahan dia masuk ke dalam kamar yang kebetulan tidak di kunci...
hati Revaldi mendadak sesak saat menatap Criztine yang tertidur dengan memeluk foto pernikahan mereka.
Revaldi menghampiri Criztine dengan meraih foto di pelukannya.
Menatap wajah yang indah namun sering dia sakiti...
memantapkan hati dengan satu pilihan pasti.
sebelum tiba esok hari dimana mereka harus saling mengakhiri....
"Maafkan semua kesalahan yang ku perbuat...." revaldi mencium kening sang Istri.
__ADS_1
April yang sedari tadi hanya pura- pura tertidur.
Dia mendengar semua yang kakaknya katakan
April juga melihat apa yang kakaknya lakukan pada kakak iparnya.
tapi dia memilih diam dan berusaha tidak ingin tau tentang masalah orang dewasa...
Revaldi melirik sang adik dan mengusap kepalanya, dia pun pergi dengan langkah yang sangat berat.
Dia menghubungi jimmy untuk menemaninya ke Club malam, Revaldi menjemput jimmy di rumahnya.
"Kenapa lagi si Re...?" Tanya Jimmy
"Pusing gua sob...!"
"Criztine minta pisah..." lirih Revaldi
"Bagus lah!! bukankah itu yang lo mau...?" sambung jimmy
"Gua gag tau dengan perasaan gua jim. saat gua di dekat Criztine, gua merasa nyaman dan dia selalu memperhatikan gua. semua kebutuhan gua, dia sendiri yang siapin...tapi gua juga masih mencintai Risa..." Jelas Revaldi
"Brengsek lo Re, lo mau selalu bersama istri lo tapi lo gag mau lepasin Risa. saat lo ingin bersama Risa tapi hati lo seolah berat untuk meninggalkan Criztine...benar-benar gila lo Re." Jimmy merasa geram dengan kelakuan Revaldi.
"Gua akuin gua emang pendosa jim. tapi gua juga bingung dengan semua ini, apa seorang pendosa macam gua tidak layak hidup dengan pilihan gua sendiri..." Revaldi menunduk dengan meraih Wine yang berada di depannya.
__ADS_1
"Stop! jangan minum lagi, lo udah banyak minum." jimmy meraih botol di tangan Revaldi.
"Semua ini tak akan pernah terjadi di hidup lo, kalau saja lo tidak teropsesi dengan masa lalu yang membuat lo jadi bodoh kek gini Re...harusnya lo bangga punya bini seperti Criztine. dia rela lo sakiti, lo hina, dan tidak pernah lo anggap dia sebagai seorang istri. lo akan tau betapa berartinya dia, saat lo tidak lagi memiliki dirinya..." Cetus Jimmy.
Kata- kata jimmy menusuk hatinya.
Revaldi terdiam dengan sesekali memejamkan mata.
terlintas bayangan Criztine di otaknya....
"Aku tidak yakin dengan semua keputusan ini. tapi aku akan mencoba untuk menghadapinya dan memilih yang terbaik untuk kehidupan ku mendatang...!" Lirih Revaldi dengan menenggak habis sebotol Wine.
jimmy hanya menggeleng kepala melihat sahabatnya tengah perang dengan hati dan perasaan...
Jimmy tau bahwa sahabatnya mulai mencintai Criztine, hanya saja dia terlalu sulit untuk mengakui.
ketidak pastian yang saat ini di rasakan Revaldi membuat Jimmy kehilangan kesabaran pada Revaldi yang tak kunjung mengakui perasaan cintanya pada sang istri...
"Gua antar lo pulang..." ucap Jimmy dengan memapah tubuh Revaldi.
Revaldi yang sangat mabuk malam itu hanya menuruti semua yabg jimmy lakukan terhadap dirinya.
Jimmy pun mengantar Revaldi pulang.
dia juga mengantarnya sampai kedalam kamar, dia tak mendapati satu orang pun di dalam rumah kecuali pak satpam yang berada di luar...
__ADS_1
"Lo yang buat hidup lo menderita..." lirih Jimmy dengan menghempaskan tubuh Revaldi di atas ranjang.
"Sekarang dia tidur terpisah dengan istrinya. biar dia tau bagaimana rasanya kesepian...." maki Jimmy dengan melangkah keluar.