HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 155


__ADS_3

Saat Leo hendak menuju rumah, tiba-tiba dia berubah pikiran.


Lalu dia menuju Club malam yang sering dia datangi bersama para sahabatnya.


Tanpa pikir panjang, ia pun menuju tempat tersebut, namun sebelum itu, ia mampir di sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli baju.


Tidak nyaman baginya jika pergi ke tempat hiburan malam menggunakan pakaian Dokternya.


Malam mulai semakin larut, ia segera membeli baju dan celana Lalu ia segera menuju tempat tujuan.


" Selamat malam Tuan Dokter, tumben sendirian?." Tanya seorang wanita penghibur.


lemah gemulai dan rayuan dari wanita itu membuat Leo tidak nyaman.


" Jangan mengusik diriku. pergilah!." beberapa lembar uang ia berikan secara percuma pada wanita tersebut.


" Terima kasih Tuanku." Sentuhan lembut di dada bidang Leo.


Leo menepis tangan wanita itu dari tubuhnya.


" Hentikan! kamu pergi sekarang, atau aku akan mematahkan semua jari-jari kamu ini."


Wanita itu terkejut saat menerima kasarnya diri Leo, ia pun melangkah pergi dengan rasa takut.


" Kenapa tidak ada satu orang pun yang bisa mengerti aku..." kesal Leo sembari duduk di meja VIP yang biasa dia pesan.


Drt drt...

__ADS_1


Ponsel Leo bergetar, ia meraih ponsel miliknya yang berada di saku celana.


Saat ia membuka ponsel tersebut, di lihatlah banyak pesan dan panggilan dari kekasihnya.


"Dasar hantu ponsel." senyuman mulai menghias di bibir Leo.


Rasa kesal serta amarah sedikit berkurang dengan pesan-pesan menggelitik dari Risa.


Ada satu pesan dari Risa yang bertuliskan.


(Sampai kapan aku memendam rindu ini untuk kamu? sampai kapan pula kita menjalani hubungan jarak jauh? aku rindu, sangat, sangat rindu!.)


Pesan tersebut membuat hati Leo semakin resah, Semua hal tertulis dalam layar ponselnya.


Leo juga sadar bahwa tidak mudah bagi seorang wanita menjalani hubungan jarak jauh.


Bahkan jika dia berada di sini, belum tentu mama menerima dia.


Luapan hati Leo tercurah dalam satu kata (Bimbang)


Akan tetapi di balik itu semua ada sebuah hal yang tidak mampu dia katakan kepada sang kekasih.


Leo tidak mampu menjawab semua pertanyaan Risa, saat ini dia benar-benar di hadapkan oleh banyak masalah.


Sehingga kini hal yang mampu membuat dia tenang adalah beberapa botol Wine dengan tingkat alkohol tinggi.


Tak berapa lama Leo meraih satu botol Wine lalu meneguknya perlahan.

__ADS_1


Sensasi berbeda mulai menjalar di sekujur tubuh.


" Dasar bodoh! hentikan semua ini." ucap seorang lelaki yang berdiri di depannya.


" Kamu?." Samar-samar Leo melihat wajah lelaki itu.


Tidak terlalu jelas, namun dia bisa mengenali suara tersebut.


" Sampai kapan kamu lari dari masalah? jika kamu memang seorang lelaki, maka kamu tidak bersikap seperti ini." Lelaki tersebut menghardik habis diri Leo.


" Sekarang kamu ikut denganku." Ucap Jimmy sembari membantu Leo berdiri.


" Kita duduk disini sebentar..." Ucap Leo.


" Kamu kebanyakan minum! sekarang biar aku sadarkan kamu dengan tingkah bodoh kamu ini." Jimmy memapah tubuh Leo.


Mereka pergi dari tempat hiburan malam sekitar pukul dua pagi.


Jimmy merasa geram dengan sifat Leo.


Sebenarnya dia sudah curiga pada Leo, karena dia tau kebiasaan dari satu sahabatnya ini.


" Untung saja aku mengikuti kamu, jika tidak kamu akan kembali menghancurkan Club itu, sama seperti beberapa tahun silam." Jimmy menatap kesal Leo.


Saat ini Leo tergeletak lemas di samping Jimmy.


Dengan berat hati Jimmy pun membawa Leo ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2