HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 112


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang tersedia khusus untuk para tamu VIP kelas atas, Revaldi duduk bersandar dengan menunggu kehadiran para sahabatnya...


"Udah lama Re? sorry ya kita lama.." ucap Dimas


"Ada apa sob? gak biasanya lo kesini pake baju kerja, lagi ada masalah sama bini lo?." Sambung jimmy sembari duduk di dekat Revaldi.


"Bukan. gua dan Criztine baik-baik saja..." jawab Revaldi.


"Dimana leo? kenapa belum ke sini, dia juga tidak kasih kabar sama kita ya jim...??" ujar Dimas dengan mengambil ponsel di saku celananya.


"Mau ngapain lo...?" cetus Revaldi dengan merebut ponsel Dimas.


"Gua mau tanya Leo dimana..." jawab Dimas.


"Jangan pernah sebut nama dia di hadapan ku lagi, dia sudah bukan bagian dari kita." ucap Revaldi dan seketika amarahnya kembali meluap.


"Memangnya ada apa Re? kalian lagi berantem? atau kalian kenapa?." heran jimmy.

__ADS_1


"Ternyata Risa hanya pura-pura amnesia, dan Leo terlibat dalam penipuan itu...!" jelas Revaldi dengan memukul meja di hadapannya.


"Haah....yang benar Re? mana mungkin Leo yang terkenal disiplin dan bijak, bisa melakukan penipuan medis seperti itu. dia benar-benar gila..." Jimmy menggeleng kepala.


"aku pun tidak menyangka dengan semua ini, aku kira Risa benar-benar amnesia...ternyata hanya pura-pura saja." sambung Dimas dengan beranjak dari tempat duduk.


"Mau kemana kamu Dim..?" tanya Jimmy.


"Gua mau keluar bentar. kalian lanjut aja..." ucap Dimas dengan melangkah pergi.


Dimas menuju Rumah sakit dimana saat ini Leo berada...


"Le, tolong temui gua di parkiran sekarang!" Dimas mengirim pesan singkat pada Leo.


Beberapa menit kemudian datanglah Leo dengan luka memar di wajahnya.


"Ada apa sih Dim?" cetus Leo.

__ADS_1


"Apa benar jika amnesia yang di alami Risa itu hanya sebuah rekayasa? jelaskan pada ku Le..." Ucap Dimas dengan tatapan tajam.


"Benar. semua ini aku lakukan semata-mata untuk memperjuangkan cinta Criztine...." ucap Leo dengan santainya.


"Perjuangan apa yang kamu maksud Le? percuma kamu berjuang demi seorang wanita yang sudah bersuami. apa kamu tidak sadar jika yang saat ini kamu lakukan hanya akan membuat dia semakin jauh dan membenci kamu...sadar Le, dia itu istri dari sahabat kamu sendiri. masih banyak di luar sana wanita yang siap mencintai kamu lebih dari kamu mencintai Criztine...Sadar Le sadar!" Dimas menghuyung tubuh Leo.


"Tidak akan ada wanita yang sebanding dengan Criztine. aku hanya ingin dia, dan di dalam hati ku sudah terukir nama dia untuk selama-lamanya...jangan halangi niat ku untuk mengambil kembali apa yang seharusnya aku miliki..." Leo menepis tangan Dimas.


"Sebesar apa pun usaha kamu pasti kamu akan gagal. karna yang kamu perjuangkan itu adalah milik orang lain, dan usaha kamu akan menjadikan kamu seorang yang jahat...seperti sekarang ini.!" Jelas Dimas


"Persetan dengan itu semua. aku tidak mau mendengar semua omong kosong kamu Dim, lebih baik kamu pergi dari sini...aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan mu." Cetus Leo dengan beranjak pergi.


"Ingat baik-baik Leo, suatu hari nanti kamu pasti akan menyesali semua perbuatan kamu. Semua urusan di dunia ini sudah di gariskan oleh sang maha pencipta...dan Criztine di ciptakan bukan dari tulang rusuk kamu. maka dia tidak akan pernah kembali pada mu, karna dia sudah menemukan tempat yang seharusnya dia berada....!" Ucap Dimas lantang.


Leo tak perduli dengan ocehan yang Dimas lontarkan padanya.


dia memilih kembali ke ruang kerja dan fokus menyusun rencana selanjutnya....

__ADS_1


__ADS_2