
Pagi menjelang, mentari pagi menyinari bumi dengan kelembutan cahaya, memberi ketenangan para insan di muka bumi dengan pelukan kasih dan sayang...
angin berdesir perlahan melengkapi indah nya alam, menyejukkan hati yang gundah gulana.
memberi semangat baru bagi mereka yang lelah berjuang demi tujuan yang mereka inginkan....
Namun semua keindahan itu tiada di rasa oleh Tasya.
saat ini dia hanya mampu memandang tanpa melihat apa yang sedang dia pandang(termenung).
hari yang kini dia lewati terasa tak bertepi, bagaikan mengarungi lautan samudra....
terdiam dalam sepi, angan-angan melayang, dan semua kenangan mulai kembali memenuhi pikiran.
sulit baginya untuk berjalan tanpa alas kaki
kini sang pelindung sudah tiada di sisi lagi
hanya kata RINDU yang saat ini dapat dia rasakan...
kehilangan orang yang sudah berjuang demi dirinya itu sangat lah sakit...
karna perjuangan yang telah dia lakukan menjadikan sandaran ternyaman di dunia.
__ADS_1
Namun Takdir tidak bisa di lawan.
setiap kehidupan akan ada waktunya untuk kembali.
tiada kehendak yang buruk bagi setiap insan,
tinggal bagaimana kita menjalani semua yang tergaris untuk kehidupan kita ini
karna pelangi akan datang setelah turun nya hujan...
Tasya duduk di tepi kasur dengan terbayang sapa dan santun sang suami yang masih meninggalkan kenangan indah...
"Andai saat ini kamu ada di sini...."
Tasya pun berjalan dan meraih bingkai di atas meja kamar...
"Selama ini kamu banyak membuat aku bahagia, kamu mampu melindungi aku dari semua hal. kasih sayang mu tulus padaku...aku baru merasakan bahwa aku sangat-sangat merindukan kamu. hadirlah dalam mimpi ku, meski aku tak lagi dapat menyentuh mu namun aku akan merasa sangat bahagia bisa melihat wajah indah mu di setiap tidur ku..."
Air mata yang berusaha dia bendung akhirnya tumpah dan membasahi hati yang sangat kehilangan.
Tasya mencium foto sang suami terasa sangat berat kehidupan tanpa seorang yang di kasihi...
Senyuman tipis yang Tasya paksakan terlihat ada beban berat di dalam hati nya saat ini....
__ADS_1
Tasya hendak menyimpan foto itu, namun saat dia hendak membuka laci dirinya melihat sebuah buka harian milik suami nya...
"Masih tersimpan indah di sini mas...." ucap Tasya dengan berderai air mata.
Tasya pun membuka buku itu dan berlahan membaca tulisan tangan yang ada di lembaran putih ...
di setiap kaliamat tertulis nama Tasya dan ungkapan kasih sayang yang teramat tulus dari dalam hati, seketika air mata menetes dengan deras.
"Mas aku juga sangat mencintai kamu......" Tasya menutup buku dan memeluk erat buku harian milik suami nya.
"Mami...." panggil April dari jauh.
Tasya buru-buru mengusap air mata dan menyembunyikan buku di bawah bantal.
dia pun bergegas membuka pintu dan melebarkan senyuman...
"Iya sayang, ada apa nak? kamu lapar?." ucap Tasya dengan mengusap kepala April
"Iya aku sangat lapar mami...."lirih April.
"Baiklah, mami buatkan kamu makan dulu ya...." Tasya pun menuju dapur dan membuatkan makanan untuk sang buah hati.
"Ya tuhan kesedihan ku membuat aku lupa akan adanya April, aku terlalu mementingkan hati ku tanpa aku sadari ada hati yang butuh kasih sayang dari diri ku...sekarang aku bisa merasakan kehadiran kamu(Rikardo) di dalam tubuh anak kita....." ucap Tasya dalam hati.
__ADS_1
April mengintip sang ibunda yang sedang sibuk membuatkan dia makanan, dia sebenarnya tau bahwa hati mami nya saat ini sangat sedih dan dirinya pun juga merasa sangat sakit karna kehilangan Ayah dan juga kehilangan senyuman ibunda nya.