HASRAT

HASRAT
Ending


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian....


Di pagi hari yang cerah terlihat dua anak laki laki sedang bermain di teman samping rumah di temani seorang wanita bercadar. Mereka adalah Alisya dan kedua putra kembarnya. Di teras rumah terlihat sosok Gilang tengah menikmati secangkir teh hangat "Tidak terasa waktu cepat berlalu begitu pula dengan kisah hidup ini...." Melihat ke arah istri dan anak anaknya seraya tersenyum. Kebahagiaan itu mulai ia rasakan. Sejak kepergian Olive ia sadar bahwa apa yang di miliki tidak akan terasa bahagia kalau di dalamnya tidak terdapat cinta, hingga perlahan Ia mencoba menumbuhkan rasa itu. Dari kepergian Olive, Gilang mulai belajar bahwa sampai kapan pun Takdir dari seseorang tidak bisa di ubah dengan mudah hanya karena ambisi. Ketika Tuhan telah menakdirkan seseorang itu untui orang lain, berarti takdir kita bukan bersama orang tersebut, melainkan ada pada orang lain. Terkadang kita lupa apa yang susah kita miliki jauh lebih baik dari apa yang kita kejar selama ini, jika menurut kalian dia beluk pantas maka pantaskan dia. Sejatinya pasangan hidup bagaikan pakaian. Setiap orang akan memandang keberhasilan seseorang bukan dari keluarga mana tapi dari siapa pasangannya.


"Meski aku tidak lagi bersammu(Olive) tapi di dalam hati ini selalu tersimpan namamu" Melihat sebuah foto di ponselnya. Ia sengaja menyisakan satu foto untuk mengenang sang wanita, meski begitu Alisya juga tau bahwa suaminya masih menyimpan foto dan rasa cinta untuk mantan kekasihnya tersebut. Alisya tidak mempermasalahkan semua itu karena dia yakin suatu hari nanti entah kapan Gilang hanya akan mencintai dia dan buah hati mereka.


"Sekarang pasti kamu sudah bahagia dia surga sana...." Tiba tiba saja air matanya terurai menjadi serpihan buih. Kenangan mereka terdahulu kembali terbayang dalam ingatannya. Memang tidak bisa di pungkiri selama hidup, dia akan tetap meyisihkan ruang untuk wanita yang pernah ada dalam hidupnya(Olive), meski saat ini ada nama lain di dalamnya(Alisya).


"Sayang hati hati nak" Ucap Alisya sembari berlari kecil mengejar kedua buah hatinya yang berlari gontai ke arah Gilang. Seketika lamunan Gilang buyar lalu berjalan ke arah mereka.

__ADS_1


"Hey sayang jangan berlarian nanti jatuh" sigap Gilang berjongkok sambil merentangkan kedua tangan, dan di sambut gembira oleh kedua anak kembarnya.


Alisya melihat pemandangan yang sangat ia dambakan sejak dahulu. Sekarang keinginannya terwujud sudah.


Sembari berjalan ke arah sang suami "Jadi nggak ada yang mau peluk Umi nih" Candanya.


Tak berapa lama kedua anak kecil itu tersenyum sambil berlari oe arah sang ibu.


"Makasih ya sayang selama ini kamu sudah bersabar menghadapi sifat angkuh saya...." mencium kening sang istri.

__ADS_1


Bip, Bip....


Suara klakson mobil membuat kedua anak dalam gendongan Gilang berlari ke arah mobil. Tentu saja mereka berlari menghampiri mobil karena yang datang adalah kakek nenek mereka.


"Sayangnya opa...." Dimas yang sudah berambut putih keluar lalu memeluk kedua cucunya. Di susul dengan Gea sang nenek.


Gilang memeluk Alisya sembari mengusap perut buncitnya "Sehat selalu nak...." Sembari menatap mata sang istri.


"Makasih sudah memberikan saya kebahagiaan yang sempurna"

__ADS_1


"Saya juga sangat bahagia sekali akhirnya keluarga kita di berikan kebahagiaan yang berlipat ganda" Alisya memeluk sang suami.


(Sekejam apa pun takdir mempermainkan kehidupan seseorang, di dslamnya pasti terselip kebahagiaan. Sejatinya tidak akan ada derita tanpa ujung, dan inilah ujung derita ku selama ini) Alisya pun meneteskan air mata bahagia.


__ADS_2