HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Setelah Olive selesai memasak, segera ia panggil suaminya."Mas...."Ucapnya dengan membuka pintu kamar. Di sana tidak ada sosok Damar, Olive pun berjalan menuju kamar mandi


Tok tok...


"Mas...kamu di dalam" Berkali kali pintu di ketuk, tapi tak ada jawaban. Bahkan, todak terdengar suara gemericik air. Olive pun membuka pintu kamar mandi


"Mas..." Sambil membuka tirai putih, melihat bathtub sudah di penuhi sabun. Lalu Olive melihat tidak ada handuk suaminya di sana, yang artinya suaminya telah usai mandi. Namun di manakah sosok lelaki tampan, tinggi, dan gagah tersebut "Mas Damar, kemana sih......?" Dengan menutup kembali pintu kamar mandi.


Cklik....


pintu kamar mandi pun tertutup


Samar samar ia mendengar suara seseorang dari balkon kamarnya "Mungkin mas Damar..."Pikirnya. Dengan segera ia berjalan menuju balkon. Benar saja, Damar ada di sana tengah berbincang dengan seseorang di telepon.


"Tidak usah, biar nanti saya ambil...." Ucapnya dengan seseorang di telepon. "Iya, benar. Saya suaminya" Sesaat Damar diam "Kalau anda berkenan datang kemari, silahkan saja. Saya akan sangat berterima kasih. Nanti saya share loc. Oke, thank you"


Olive segera mengira ira siapa yang sedang berbincang dengan suaminya tersebut "Jangan jangan, itu Gilang..."Dengan segera Olive berbalik badan. Otaknya di penuhi ketakutan, mungkin lebih tepatnya takut kalau suaminya tau bahwa Gilang adalah bagian dari masa lalunya.

__ADS_1


Belum sempat Olive pergi dari sana, Damar telah lebih dulu menyudahi perbincangannya lalu melihat punggung istrinya tersebut.


"Sayang, kamu di sini" Tiba tiba saja suara Damar menghentikan kakinya yang kala itu hendak melangkah, meninggalkan Damar.


Dengan mata terpejam sebelah, Olive pun berbalik arah "Eh...mas Damar. Tadi sih niatnya mau kasih tau kalau makanan sudah siap, tidak taunya mas masih telepon. Jadi, saya memutuskan pergi" Tuturnya.


Damar menatap mata istrinya, mereka saling bertatapan "Apa kamu sedang berbohong pada ku?"


Sontak saja Olive terdiam "Kenapa diam" Damar mendekatinya "Kamu bilang ponsel kamu tertinggal di rumah teman. Tapi baru saja ada orang yang menghubungi ku, katanya dia sedang membawa tas dan ponsel kamu. Dia bilang menemukan tas kamu tergeletak di tepi jalan" Damar mendongakkan dagu istrinya seraya melihat ada goresan atau luka di wajah cantik itu atau tidak. "Kenapa kamu tidak terus terang jika tadi kamu kena jambret? saya tidak akan marah, justru saya lebih tidak mau istri saya kenapa kenapa."


"Tidak ada yang terluka, kan?" kembali Damar memeriksa wajah, lalu tangan istrinya.


Damar menggenggam tangan istrinya "Untung kamu tidak kenapa kenapa. Kalau tidak, saya akan menderita. Oh, iya. Dia sedang menuju kemari, untuk mengantar tas kamu. Sekarang kita turun, siapkan makanan, saya sangat lapar sekali"


Olive membuang nafas panjang...


Betapa lega hatinya, meski tak habis pikir kenapa orang itu bilang menemukan tasnya, sedangkan tas itu jelas jelas tertinggal dalam mobil Gilang. Jambret apa yang di katakan karena nyatanya dia tidak mengalami tragedi itu, atau semua itu hanya karangan atau ulah Gilang.

__ADS_1


"Mungkin tas itu di buang olehnya...." Lirihnya tanpa terdengar oleh Damar. Olive tak mau banyak pikir lagi, baginya suatu keberuntungan jika benar tas itu di buang oleh Gilang.


Duk....


Tidak sengaja Olive menubruk badan suaminya


"Aw...maaf, mas. Tidak sengaja"


Damar berbalik "Kamu ini selalu saja ceroboh..." Dua jari Damar mengetuk pelan kening Olive.


Olive tersenyum"Hehehe...maaf, ya mas." Olive mendongak lalu membusungkan dada. Badan mereka saling menempel. Dengan segera Damar memeluk istrinya, kemudian memutar badan mungil Olive...


"Olivia Sunandar....saya sangat mencintai kamu, sekarang, nanti, dan selamanya." Badannya terus mengayun bagai jarum jam.


Mereka tertawa lepas dalam kamar. Bahagia yang mereka miliki hari ini semoga menjadi bahagia untuk selamanya.


Tok tok tok...

__ADS_1


Pintu kamar di ketuk, Gilang pun menurunkan istrinya lalu berjalan menuju pintu. Sedangkan Olive merasa pusing, ia terhuyung huyung berjalan menuju tempat tidur


"Iya, ada apa Mbok" Tanya Damar setelah membuka pintu kamar.


__ADS_2