HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Olive berlari sejauh yang ia mampu, hati yang perlahan menutup luka kala itu kembali terbuka. Ia menyesal telah datang ke acara pernikahan kolega suaminya tersebut, ia pun tidak menyangka bahwa acara pernikahan itu adalah pernikahan Gilang "Kenapa aku harus di pertemukan olehnya kembali...." Air matanya terurai, langkah kakinya di percepat meski dari kejauhan terdengar Gilang memanggil namanya "Tidak seharusnya aku kembali ke kota ini...." Berlari dan terus berlari sampai ia tak lagi mendengar teriakan Gilang "Sepertinya dia sudah tidak mengikutiku lagi" Nafasnya menderu, ia pun mengusap sisa air mata yang bercampur keringat. Ketika Olive hendak menghubungi suaminya, tiba tiba ia teringat tasnya masih ada di dalam mobil Gilang "Sial..." Kesalnya seraya menghentakkan kaki kanan "Ceroboh sekali aku ini..." Karena Olive tidak membawa ponsel dan juga uang, ia pun memutuskan duduk di halte menunggu angkutan umum sembari istirahat.


Belum berapa lama Olive duduk di halte tersebut tiba tiba ada seorang wanita berdiri tepat di hadapannya "Puas kamu telah membuat keributan di pernikahan kakak saya..."


Seketika Olive melihat wajah seseorang tersebut, ia pun bangkit lalu "Apa maksud kamu? bukan aku yang merusaknya tapi kakak kamu sendiri..."Bantah Olive dengan nada sedikit tinggi sebab, emosinya benar benar meluap di tambah tuduhan Amora saat ini.


"Heh...kenapa kamu menyalahkan kak Gilang? jelas jelas kamu yang salah, dasar wanita tidak tau diri" Kecam Amora. Tatapan matanya menunjukkan rasa kesal dan kebencian mendalam.

__ADS_1


Olive mengeratkan rahangnya. Hati seorang wanita yang terluka sekarang kembali memanas "Cukup! kamu jangan banyak bicara kalau kamu tidak tau permasalahannya. Jika kamu di posisi ini, saya pastikan mental kamu tidak akan sekuat saya" Jari telunjuknya mengarah tepat di depan wajah Amora, emosinya menguap seketika harga dirinya di lukai


Amora mengibaskan tangan Olive "Saya tau masalah kamu sama kakak, tapi kenapa kamu harus muncul lagi dalam kehidupan kakak saya ketika dia mulai menemukan hal baru? apa kamu sengaja menampakkan diri di saat seperti ini? apa kamu sengaja ingin mempermalukan keluarga kami? dasar licik"


"Heh...." Olive mencengkeram pergelangan tangan Amora, tatapannya sangat tajam. "Jaga mulut kamu..."


Amora pun mulai memperlihatkan egonya"Memangnya saya salah? bukankah kamu itu cuma mau numpang kaya dengan mendekati kakak saya. Kamu mau uang berapa dari saya supaya kamu cepat pergi dari kehidupan kakak?"

__ADS_1


Olive pun murka dan mempererat genggamannya "Jangan sembarangan kalau bicara. Saya tidak akan datang kalau saya tau Tuan Dimas itu ada kaitannya dengan kakak kamu itu. Saya tidak akan sudi datang ke tempat itu"


Amora berusaha melepaskan tangan Olive dengan susah payah "Lepas...."


"Satu lagi...." Setelah Olive melepas tangan Amora, ia pun mendekatkan wajahnya "Asal kamu tau kakak kamu tidak lebih terhormat dari tempat sampah" Tanpa segan Olive pun meninggalkan Amora. Sebagai seorang wanita seharusnya Amora paham bagaimana penderitaan yang Olive rasakan selama ini. Olive menjalani kehidupannya dengan penuh kepahitan, mahkotanya telah ternodai.


"Apa liat liat...." Ketus Amora kepada semua orang yang sedari tadi melihatnya bertengkar.

__ADS_1


Segera Amora kembali ke mobilnya lalu pergi dari tempat tersebut "Wanita itu berani sekali dia...." Kesal Amora seraya mengendarai mobilnya.


__ADS_2