HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 106


__ADS_3

Revaldi menghubungi Leo untuk meminta penjelasan tentang kejadian di taman bersama Criztine.


namun Leo tak menjawab telpon dari Revaldi, dikarenakan dia tengah sibuk dengan banyak nya pasien di rumah sakit...


"Sial dia mengabaikan aku...lihat saja apa yang akan ku perbuat padamu Le" ancaman Revaldi terdengar sangat menakutkan.


Drt drt...


ponsel Revaldi berdering..


"Siapa sih..." gerutu Revaldi saat melihat nomer tidak di kenal menghubungi dirinya.


"Siapa..?" Cetus Revaldi dengan nada malas.


"Maaf tuan benarkah ini dengan kerabat gadis yang bernama Marisa putri? dia mengalami kecelakaan di daerah xxx dan sedang di bawa ke rumah sakit Medika mulya.." ucap seorang lelaki dengan keriuhan di sekitarnya.


Seketika Revaldi menginjak rem mobilnya secara mendadak, dia benar-benar terkejut dengan kabar yang baru saja dia dapat.


"Ya tuhan semoga Risa baik-baik saja..." ucap Revaldi dengan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Saat dia sampai di rumah sakit dia berlari dan mencari informasi tentang keberadaan Risa saat ini.


"Pasien atas nama Nona Marisa putri berada di ruang xxx tuan.."

__ADS_1


Revaldi pun berlari, dan betapa terkejutnya dia saat melihat keponakan Risa yang duduk menangis di sebuah kursi panjang rumah sakit.


"Miko..bagaimana dengan kondisi Risa saat ini?" tanya Revaldi dengan kecemasan di wajahnya.


huhuhu...


"Kak Re, aku tidak tau dengan kondisi kak isa saat ini, tapi..." seketika Miko terdiam dan menangis.


"Katakan kenapa dengan kakak mu?" Revaldi menghuyung tubuh Miko.


Tak berapa lama keluarlah seorang dokter.


"Keluarga pasien.."


"Pasien mengalami pendarahan yang sangat hebat di bagian otaknya, di sebabkan benturan yang sangat keras di kepalanya. saya minta pihak keluarga menanda tangani surat persetujuan ini, maka kami akan segera menangani pasien..!" sang dokter menyodorkan lembaran persetujuan kepada Revaldi.


Tanpa pikir panjang Revaldi pun menanda tangani surat tersebut dengan harapan Risa bisa segera di tangani.


"Risa kamu harus kuat, aku yakin kamu bisa melewati ini semua.." lirih Revaldi.


Tak berapa lama Risa dia bawa ke ruang operasi.


saat Revaldi duduk di kursi dia melihat Leo yang menuju ke ruang operasi dengan di dampingi beberapa dokter lainnya.

__ADS_1


"Leo, gua mohon selamatin Marisa..." Revaldi memohon pada Leo.


"Sudah tugas kami sebagai dokter untuk berusaha yang terbaik untuk pasien. kamu bantu doa saja...permisi kami harus segera melakukan tindakan.." Leo dan rekan dokter masuk ke ruang operasi.


Revaldi sangat cemas dia menuggu hampir dua jam lamanya.


Tak berapa lama Leo keluar.


"Operasi berjalan dengan lancar, hanya saja dia akan mengalami amnesia ringan karna sebagian sarafnya tidak berfungsi dengan baik.tapi dia akan segera pulih dengan berjalannya waktu..." jelas Dokter Leo.


"Apa dia akan bisa kembali mendapatkan ingatannya Le?" ucap Revaldi.


"Cepat atau lambat dia akan kembali mendapat ingatannya. hanya saja dia butuh waktu, dan tolong jangan paksakan dia untuk mengingat kembali memori yang tidak dia ingat. itu akan menyakiti dirinya. biar saja perlahan dia mengingatnya sendiri, maaf Re saya permisi dulu..." Leo hendak pergi namun Revaldi menghentikan langkah Leo.


"Gua mau bicara..." ucap Revaldi


"Maaf tuan Re, saya masih banyak operasi lainnya. dan jangan bawa masalah pribadi disini...kita bicara lain waktu." cetus Leo dengan berjalan menjauhi Revaldi.


Revaldi merasa di permainkan oleh takdir. baru saja dia ingin menjauhi Risa, dan kini dia malah akan semakin dekat dengan Risa yang saat ini sangat membutuhkan dirinya.


dia juga tidak tega meninggalkan Risa sendiri di kota ini karna seluruh keluarganya berada di eropa, Risa hanya hidup berdua dengan keponakannya.


"Gua harus bagaimana? disisi lain gua ingin menjauh dari dia dan menjelaskan semua ini pada Criztine. tapi saat ini Risa sangat membutuhlan diriku..." Gumam Revaldi

__ADS_1


__ADS_2