
Tak terasa usia kandungan Tasya mulai menginjak 4 bulan, dia merasa tidak nyaman dengan perutnya yang semakin membesar.
bahkan dia juga memikirkan bagaimana dia ke sekolah nantinya, jika perut-nya semakin membesar.
Pagi pun menjelang......
Tasya berangkat sekolah seperti biasanya,
saat dia hendak memarkirkan motor, dia
melihat Rikardo duduk di sana dengan memangku tangan....
Tasya menunduk-kan kepala, dia merasa malu dengan apa yang terjadi pada dirinya.
dia berpura tidak melihat Rikardo lalu berjalan melewatinya...
Rikardo meraih lengan Tasya dan sedikit menariknya, hingga badan Tasya menempel di dada bidang Rikardo.
"Sya, kenapa harus dia...?" Rikardo memeluk erat tubuh Tasya.
"ini sudah jalan ku. aku harus menjalani ini semua....." Tasya berusaha kuat. dia tak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain.
"Pasti kamu akan kesusahan untuk menjaga dia....."
Rikardo menyentuh perut Tasya.
Tasya yang menyadari banyak mata yang menatap ke arah mereka....
"Jangan membuat rumor di sekolah ku." Tasya menepis tangan Rikardo, lalu pergi menjauh dari dirinya.
melihat Tasya ketakutan, membuat Rikardo segera pergi meninggalkan sekolah Tasya, dan kembali ke sekolahan dia sendiri. yang letak-nya lumayan jauh...
"Tasya...banyak cewek yang deketin aku. tapi kenapa hanya di dekat kamu, aku merasa bahagia."Rikardo mengusap kening dan berjalan ke ruang kelas.
__ADS_1
pelajaran pun usai, semua siswa-siswi sudah beranjak pulang begitu juga dengan para sahabat Tasya...
Namun Tasya masih di sekolah karena dia mendapat tugas piket hari ini, jadi dia mau tidak mau harus pulang terlambat.
setelah beberapa menit dia mengerjakan tugasnya.....
dia pun bergegas pulang
namun saat di tengah jalan motornya tiba tiba berhenti...
"Ehhh kenapa ini....." Tasya turun dari motor lalu melihat ban motornya kempes.
"huhhhhh, pake kempes lagi, mana jalan masih jauh gak bawa hp pula" Tasya menggerutu kesal.
Dia pun mendorong motornya...
saat dia mendorong cukup jauh, tasya berhenti di tepian dan duduk kepanasan di sana....
dari kejauhan Riko melihat Tasya yang kepanasan dengan keringat yang mengucur deras.
dia tak ingin hubungan-nya di ketahui orang lain. dan lagi riko pulang dengan di kawal para sahabatnya ...
"Woy, lihat ada gadis jomblo lagi dorong motor tuh...hahaha" tawa salah satu teman Riko.
Tasya menatap Riko yang seolah tak perduli dengan dirinya bahkan Riko berlalu begitu saja, dia malah ikut tertawa, dengan tangan pacar Riko yang memeluk erat badan nya...
Bahkan pacar Riko juga mengolok Tasya dengan menjulurkan lidah saat motor Riko lewat di depan Tasya...
hati mana yang tak sakit melihat orang yang dia cinta mengacuhkan dirinya.
Tasya menangis dia pun kembali mendorong motor.
Tasya yang tak tahan dengan teriknya matahari dan rasa lelah memilih berhenti dengan memarkirkan motornya di bawah pohon.
__ADS_1
brukkk....
Tasya pun pingsan
entah berapa lama dia pingsan di sana karna jalanan sepi jadi tak ada orang yang menolong nya.
Rikardo yang baru hendak pergi ke rumah temannya...
di jalan dia melihat wanita berseragam yang terbaring di bawah pohon
membuat dia menghentikan mobilnya karna rasa penasaran dengan apa yang dia lihat
Rikardo mendekat dan betapa terkejutnya dia saat melihat tasya yang tergeletak di sana..
"Tasya...." Rikardo berlari dan membawa Tasya masuk ke dalam mobil
rikardo panik mendapati tasya yang tak kunjung sadar
"Sya, bertahan-lah sedikit lagi sampai." Rikardo melaju ke sebuah rumah sakit.
"Dokter tolong....!!!" Rikardo berteriak dengan membopong tubuh Tasya
namun tangan Rikardo merasa ada sesuatu yang menetes dia pun melihat ke bawah dan betapa terkejutnya dia saat melihat tetesan darah
membuat Rikardo berlari sempoyongan dengan tubuh Tasya yang masih dalam gendongan nya...
"Dokter dimana? dokter."
Rikardo berteriak histeris sehingga membuat banyak mata menatap pada mereka...
Tak lama datanglah perawat beserta sang dokter....
Tasya pun mendapat pemeriksaan.
__ADS_1
Rikardo menunggu Tasya dengan cemas setiap saat dan setiap detik dia terus menatap pintu ruangan yang di mana Tasya sedang di periksa.