HASRAT

HASRAT
hasrat


__ADS_3

"Sophia... dengan canggung Rayhan menyapa


"sejak kapan kau disitu..? kau menguping pembicaraan ku... jawab sophia dengan jutek.


"ahhh tidak... aku hanya ingin membicarakan harta goni gini selama pernikahan kita.


"harta goni gini jawab Sophia dengan ketus.. . harta goni gini apa yang kau maksud, pernikahan tak sampai setahun kau bicarakan harta gono gini.. sudahlah rey jangan bicara omong kosong. ah ya,,, aku tau jangan-jangan kau ingin medekati ku karena tak rela aku ceraikan, aku tau aku cantik dengan gaya sensual sophia menggulung rambutnya dgn jari nya yang putih dan lentik, maka nya kau tergila-gila padaku iyakan. tapi sorry rey aku sudah tak membutuhkan mu. ah ya besok aku akan ke apartemen mu untuk mengambil barangku yang masih tersisa di sana kuharap saat aku datang kau tak berada disana. baiklah rey urusan kita sudah selesai dan kuharap kita tak bertemu lagi. Sophia memutar badan nya dengan angkuh dan berlalu dari hadapan rey. rayhan hanya bisa memandang punggung sophia yang semakin pergi menjauh.


"rey, ayo... rey hai rey... melihat rayhan yang melamun Fetih menepuk bahu Rayhan dengan sedikit terkejut rayhan menoleh. "kau baik-baik saja rey" Fetih kembali bertanya. dengan anggukkan rayhan menjawab mencoba untuk tersenyum walaupun senyum itu tak sampai ke mata.


sebagai kakak sepupu dari keluarga terdekat Fetih merasa iba atas perceraian Rayhan. tapi ada kelegaan di hati Fetih. katakanlah ia jahat melihat sepupu nya yang bersedih tapi ia pastikan itu tidak akan berlangsung lama setelah Rayhan tau apa yang di lakukan Sophia selama pernikahan nya. sejujurnya Fetih tidak menyukai Sophia dari pertama Rayhan mengenal kan nya. wanita itu tidak lah pantas untuk menjadi seorang istri tidak pernah menghormati orang tua rayhan selalu keluar rumah begitu rayhan pergi bekerja, hura-hura di club malam jika rayhan keluar kota mengontrol beberapa proyek dan bertemu clien. wanita itu kerja nya cuma menghambur-hamburkan uang tak jelas.

__ADS_1


"kau ingin aku mengantarkan kau kemana rey tanya Fetih sambil menyetir. "tolong antarkan aku kerumah baba dan amma, mungkin sementara waktu aku akan tinggal disana. "baiklah kau istirahat lah untuk beberapa hari rey kau tak perlu khawatir urusan perusahaan biar aku yang urus, besok Ilyas juga akan datang dari Turki untuk membantu.


dengan mata terpejam dan kepala bersandar di kursi samping kemudi rayhan mengangguk pelan, berbagai macam pikiran berkecamuk hati nya berdoa dan berharap semoga besok hati ini baik-baik saja.


"Assalamualaikum sapa rey dan fetih bersamaan begitu masuk ke dalam rumah".


"waalaikum salam jawab wanita paruh baya yang tak lain ibu dari rayhan. rayhan mendekati ibu nya mencium takzim punggung tangan wanita tersebut. "amma, rey masuk dulu rey lelah". Salma mengusap lembut pundak putra semata wayang nya dengan iba.


"aunty sapa fetih sambil mencium tangan bibi nya.


"mungkin rey masih terguncang dan bersedih aunty. kita biarkan saja rey beristirahat untuk beberapa hari ini semoga besok ia bisa lebih tenang"

__ADS_1


**********************************************


dr. wildan terkejut saat membuka pintu ruang kerja nya mendapati sophia dengan santai nya duduk di sofa di ruangan nya tersebut.


"lho, kok tiba-tiba sudah ada disini tanya dr. wildan bukan nya nanti malam kita akan bertemu sambil terheran-heran melihat Sophia.".


"kenapa kau tak senang aku ada disini jawab sophia dengan nada merajuk dan manja".


"bukan begitu baby, aku senang kau disini cuma waktu nya tidak tepat aku sedang banyak pekerjaan"


"jadi pekerjaan mu lebih penting dari pada aku, begitu"

__ADS_1


"sayang,,, kamu sangat penting di hidup aku, tapi saat ini jika kau ada disini, aku tak akan bisa fokus rasa nya saat ini aku ingin memakan mu jawab dr. wildan sambil mengecup singkat bibir sophia membuat sophia merona".


dengan genit sophia mengalungkan lengan nya di leher dr. wildan sambil menjawab dan berbisik di telinga dr. wildan baiklah aku akan pulang jangan lupa nanti malam jemput aku sayang.


__ADS_2