HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 230


__ADS_3

 


**AJARI CARA MEMBENCI MU**


 


Berusaha untuk tidak mencintai, berusaha agar tidak selalu memikirkan, berjuang membuang perasaan cinta, semua itu sangat sulit. Perasaan cinta yang tulus tidak mudah pergi begitu saja. Cinta akan bersemayam dalam hati. Meski berbagai cara membencinya, semua akan sangat sulit dan menyakitkan. Kenangan dan perjuangan masa dulu membuatnya sulit pergi dari ingatan.


Untuk mencintai seseorang hanya butuh waktu dan proses singkat, sedangkan melupakannya butuh waktu lama.


Mencintai adalah warna keindahan. Tanpa sadar kaindahan itu kelak akan mengalami kelukaan, tergantung bagaimana cara menjaga dan memperhatankan. Dalam sebuah Cinta membutuhkan perjuangan tinggi. Bergulat dengan emosi, beradu dengan perasaan, berselisih dengan pikiran.


Jika hati sudah tidak mampu membendung luka, maka air mata mencurahkan segalanya.


Tangisan kerap kali mewakili diri untuk mencurahkan betapa sakitnya cinta dalam kepedihan.


Rasa sakit dalam mencinta tidak sebanding waktu pertama mengungkap rasa.


Sulit dan menyakitkan.


Nyatanya melupakan lebih sulit dari mencintai.

__ADS_1


Dua hari setelah mendapat kabar dari ibunda Dimas...


Perasaan khawatir tentu saja menghampiri Gea saat ini. Lelaki yang sangat di dambakan tengah berbaring di Rumah Sakit, menunggu hadirnya di sana, akan tetapi luka itu terlalu dalam untuk di kesampingkan.


Meski hatinya ingin melihat secara langsung, tapi egonya menghentikan langkahnya. Bila mengingat kejadian menyakitkan itu, pastinya hati Gea masih sangat sakit.


" Semakin aku mengingatnya semakin sakit hati ini." Lirihnya dengan melihat foto Dimas di layar ponselnya.


Berkali-kali Gea menerima telepon dari Ibunda Dimas, tapi tidak sekali pun di respon olehnya. Bukan maksud tidak menghormati tapi saat ini hatinya tengah di kuasai oleh Egonya.


Tak berapa lama Gea keluar dari ruang kerjanya, lalu meminta asistennya untuk menghendle pekerjaan hari ini. Saat ini Gea memilih untuk menepi dari keramaian untuk mendapatkan ketenangan.


Ketika hendak menuju parkiran, dirinya di kejutkan oleh seseorang lelaki menggunakan pakaian Rumah Sakit, Tengah berdiri di samping mobilnya...


" Sedang apa kamu disini?" Ketus Gea sembari membuka pintu mobil. Berusaha untuk acuh, nyatanya sangat menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi ketika mengingat kenyataan yang ada.


" Tunggu! mari kita bicara sebentar.." Dimas menarik lengan Gea lalu menutup kembali pintu mobil . " Aku sakit pun kamu tidak perduli? apakah kamu sudah benar-benar melupakan aku?." Tatapan sendu dari wajah pucat, membiaskan rasa iba dalam hati Gea.


" Untuk apa aku perduli. Bukankah kamu sendiri mengucap kata putus waktu itu? lalu apa yang harus aku cemaskan dari seorang seperti kamu."


Ucapan Gea tertancap, melukai hatinya.

__ADS_1


" Tidak! aku tidak ingin kita berpisah." Dimas memeluk Gea dengan erat. " Semua ucapan itu aku tarik kembali dan perlakuan kasar ku waktu akan ku perbaiki mulai dari sekarang." Dengan sedikit mempertaruhkan harga diri di depan banyak mata yang menatap ke arah mereka.


Pakaian Dimas menjadi pusat perhatian bagi semua orang, di tambah lagi Dimas tidak memakai alas kaki hingga banyak goresan merah dan juga darah yang keluar.


Melihat banyak orang memandang penuh iba kepada Dimas, Gea pun meminta Dimas masuk ke dalam mobilnya.


" Please, jangan tinggalkan aku, jangan akhiri hubungan kita." Rengek Dimas.


" Sudahlah, kita bicarakan itu nanti sekarang biar aku obati dulu kaki kamu." Segera Gea melajukan kendaraan menuju sebuah Apotek tidak jauh dari kantornya. Setelah membeli obat dan perban, Gea kembali ke dalam mobil.


" Biar aku bersihkan dulu kakinya supaya tidak infeksi." Dengan telaten Gea memangku kaki Dimas lalu mengobatinya perlahan.


" Aw...pelan-pelan, sakit."


" Kenapa harus kabur dari Rumah Sakit?"


" Aku ingin berjuang demi hubungan kita." Jelasnya dengan menatap wajah Gea.


Tanpa mau menatap wajah Dimas sedikit pun...


" Semua sudah berakhir. Aku memutuskan untuk pergi dari hidup mu. Tanpa kamu aku pasti bisa, harus bisa." Pertahanan Gea tidak mampu menahan rasa menyakitkan dalam hatinya, sehingga air keluar dari teluknya.

__ADS_1


" Kamu menangis? itu pertanda bahwa kamu masih mencintai aku." Pelukan hangat Dimas berikan padanya.


Dimas semakin merasa bersalah. Ternyata masa lalunya membuat masa depannya hancur. Bahkan kepercayaan Gea mulai redup dan hampir menghilang.


__ADS_2