
Pertemuan..
tiba saat nya Rikardo menghadiri pertemuan dengan sang asisten di sebuah resto ternama di kota (A)...
namun saat Rikardo hendak turun dari mobil nya dia di hadang oleh seorang lelaki yang tak lain adalah Riko..
"Kamu masuk dan wakili saya disana...." perintah Rikardo kepada sang asisten
Rikardo menetap Riko dengan rasa jijik
"Buat apa kamu berdiri di sini? buat mata saya sakit saja" Rikardo memicingkan mata seolah menantang Riko
"Di mana kamu sembunyikan tasya dan anak ku???" bentak Riko.
"hahahaha....saya tidak salah dengar" rikardo terus tertawa
membuat Riko geram namun dia memilih untuk tenang supaya dia bisa mendapatkan info keberadaan tasya dan ank nya saat ini...
"Setelah kamu menyakiti dia lagi dan lagi...masih berani kamu menanyakan keberadaan nya...cihhh, tak tau malu" cetus Rikardo
dengan tangan yang mengepal geram melihat wajah Riko yang seolah tak punya salah sedikit pun...
__ADS_1
"Dia wanita ku dan ibu dari ank ku...jadi aku berhak mengetahui keberadaan dia saat ini" Riko berbicara lantang karna dia sudah termakan emosi...
"Kamu bilang dia kepunyaan mu, milik mu dan wanita mu juga ibu dari anak mu????.....cihhh, setelah semua yang kamu lakukan masih berani kamu menyebut tasya milik mu"
bukk...
Rikardo memukul Riko dengan sangat brutal.
"Lalu kemana kamu selama ini, saat tasya di hina di caci maki bahkan dia di lempari oleh semua orang di sana, bahkan kamu tak mampu melindungi Tasya dan anak kamu sendiri....lelaki macam apa kamu ini"
Rikardo memaki habis Riko hingga dia tak kuasa menahan air mata nya.
"Dan tau kah kamu?....tasya hampir keguguran, tasya mengalami pendarahan yang sangat hebat saat itu...bahkan dia terancam kehilangan nyawanya jika saja saya tak menolong nya tepat waktu....tau kah kamu hahhhh"
"Jadi waktu itu Tasya ..."Riko terduduk entah mengapa kaki nya lemas dan dia tak bertenaga mendapati kenyataan yang sangat pahit ...
dia memaki dirinya sendiri..
"Bodoh sekali aku...mengapa anak ku terluka aku tak tau sedikit pun...aku memang bodoh"Riko memukul kepala dan semua badan nya sendiri
mungkin dia merasa bersalah...
__ADS_1
"Tak perlu menangis di hadapan ku...karna sekarang semua sudah terlambat dan lagi Tasya sudah hidup bahagia bersama ku...dan aku akan menjadi ayah dari anak yang Tasya kandung"
Seketika Riko tersentak dan tak terima dengan semua kata yang di lontarkan Rikardo
"Sampai kapan pun hanya aku ayah dari anak itu...!!" Riko mengepal kan tangan dan menatap tajam Rikardo..
Rasanya Rikardo ingin sekali menghabisi Riko saat itu juga, namun saat Rikardo hendak melayangkan kepalan tangan ke wajah Riko di mendengar ponselnya berbunyi ...
drttt drttt...
Rikardo meraih ponselnya dan menjauh dari Riko
"Ya.....Sya ada apa, kamu baik baik saja kan?" Rikardo panik bukan kepalang
namun Yasya hanya meminta ijin untuk pergi ke kafe
"Kamu hati-hati ya jangan lupa minum susu....????" perhatian Riko membuat Tasya tertawa geli, dengan nada manja Tasya mengiyakan karna dirinya memang pelupa dan dia juga sulit untuk minum susu hamil...
"Jangan bohong harus di minum...dan lagi kalau mau ke kafe jangan lupa bawa hp, jangan ceroboh macam biasa nya ..." jelas Rikardo dengan penuh kasih sayang
Tanpa Rikardo sadari, Riko yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka di ponsel.
__ADS_1
membuat hati Riko teriris sakit dia menangis, entah mengapa dia sangat amat-teramat rindu kepada tasya dan anak nya...