HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 76


__ADS_3

Pagi menjelang...


Revaldi terbangun dari tidurnya


saat dia membuka mata dirinya terkejut dengan keberadaan seorang gadis di sebelahnya


Revaldi yang terbiasa tidur sendiri, hingga dia tidak mengingat bahwa dia sudah beristri..


Revaldi berpaking muka, dia tak ingin menatap wajah Criz lebih lama


dia sangat tidak menyukai gadis lemah seperti dirinya.


Revaldi pun beranjak dari tempat tidur...


"Jika tidak karena keluarga ku masih berada disini, maka akan ku suruh dia tidur di ruang tamu!! tak sudi aku tidur seranjang dengan dia...cih" Revaldi menggerutu kesal


Usai membersihkan diri, Revaldi pun memakai pakaian kerjanya.


dia pergi begitu saja, tanpa perduli dengan Criztine yang masih terlelap di atas ranjang.


dikarenakan Criz tidak dapat memejamkan mata, dia gelisah atas sikap sang suami yang mengacuhkan dirinya di malam pertama pernikahan mereka.


"Dimana istrimu nak!?" ucap Oma winda


"Masih tidur...!" cetus Revaldi dengan duduk di meja makan

__ADS_1


"Kelihatannya ada yang kelelahan ini, berapa ronde kamu tadi malam?? ....hahaha" sang opa berbisik pada dirinya


Revaldi tak menjawab sepatah katapun, karna nyatanya semalam tidak ada sesuatu yang terjadi pada mereka, kecuali keheningan..


"Aku sudah kenyang, Revaldi pamit dulu..." Revaldi mengulurkan tangan pada sang kakek


"Hari pertama menikah kamu mau pergi kemana??" Hendardi menatap wajah sang cucu dengan tajam


"Apa hubungannya dengan pekerjaan?? ada yang lebih penting yang harus aku urus di kantor..." jelas Revaldi


"Tidakkah kamu pamit dulu dengan istrimu??" ucap oma winda


"Tidak perlu...!!" Revaldi pun mencium tangan kakek dan neneknya.


Saat Revaldi berangkat ke kantor, sang istri mendengar suara mobil, hingga membuat dia berlari dan melihat dari jendela kamar


"Tidakkah kamu menganggap ku disini!! aku akan menunggu kamu membuka hati untuk ku mas...." Criztine menangis tersedu di depan jendela


Revalsi.....


di jalan dirinya terus ngedumal, dia mulai merasa tidak nyaman dengan kehidupannya saat ini


amarah dan rasa kesal jelas terlihat di wajahnya.


saat mobil berhenti di depan kantor, Revaldi pun turun dari mobil

__ADS_1


dia masuk ke dalam kantor dengan di iringi para asisten pribadinya..


"Apa jadwal saya hari ini??" tanya Revaldi pada salah satu asisten kepercayaannya


"Ada 2 pertemuan tuan!! jam 10 nanti anda harus bertemu dengan pak Jonathan(rekan bisnis), setelah itu ada rapat di kafe melati jam 2 siang mendatang!!" jelas sang asisten


"Baik, siapkan semua yang di butuhkan untuk rapat nanti" ucap Revaldi


Tok tok...


Datanglah Tasya dan Rikardo.


"Ayah, mami...silahkan duduk!!" Revaldi merasa sangat bahagia, di hari dimana mood dia hancur ternyata ke dua orang tuanya menemui dia di kantor hingga membuat Revaldi tersenyum bahagia.


"Maaf kami mengunjungi kamu di kantor nak, mami hanya ingin mengatakan sedikit tentang pernikahan kamu ini" jelas Tasya


"Jangan bahas dia mi!! aku tidak menyukainya." cetus Revaldi


"Mami tau jika kamu tidak menyukai dia, tapi mami minta jangan sakiti dia, kamu harus berusaha menerima semua ini nak. dan cobalah untuk mulai mencintai istri mu...ini sudah takdir mu, jangan sampai kamu menyesali semua ini nantinya!!" jelas Tasya


"Benar apa kata mami nak! kamu anak ayah, dan ayah percaya kamu tidak akan pernah menyakiti hati seorang wanita, karna dengan kamu menyakiti wanita maka kamu juga menyakiti mami mu!! cobalah untuk menerima Criztine, dia wanita yang baik dan juga sopan...cobalah untuk mengenali dia lebih dalam lagi!!" sambung sang ayah


"Apakah ayah dan mami tau bagaimana perasaan aku saat ini, aku mencintai wanita lain...dan aku di paksa menikahi wanita yang tidak aku sukai sama sekali, taukah kalian betapa tersiksanya aku saat ini, hidupku selalu di atur oleh mereka! aku punya pilihan dan kehidupan sendiri yah, aku ingin menjalani kehidupan rumah tangga dengan semua pilihan aku bukan dengan perjodohan macam ini. aku tidak terima yah, cobalah kalian mengerti diriku!!!" Revaldi menangis di hadapan orang tuanya


Tasya dan Rikardo hanya mampu memeluk sang anak tanpa bisa berkata sepatah kata pun, mereka tidak ingin menyakiti anak mereka lebih dalam dari ini

__ADS_1


dan akhirnya mereka tidak berhasil membujuk sang anak untuk dapat membuka hati untuk sang istri.


__ADS_2