HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 117


__ADS_3

PERSAHABATAN...


Keesokan hari Risa terbangun, nampak lesu dan tidak bersemangat.


lagi-lagi dia di haruskan berhadapan dengan meja perusahaan ayahnya yang sebenarnya dia tidak ingin menjadi pimpinan di kantor sang ayah.


"Risa, cepat bangun kita harus segera ke bandara. kalau kita telat sedikit saja maka kita akan tertinggal...ayo cepat bangun." teriak sang ayah dari luar kamar.


"Ya Ayah, aku sudah bangun..." jawab Risa lantang.


"Kalau begitu cepat mandi, di bawah ada Criztine yang sudah menunggu kamu sejak tadi...!" jelas sang ayah dan berlalu meninggalkan kamar Risa.


"Apa kata ayah? benarkan Criztine disini? Ayah, Ayah..." Risa bergegas membuka pintu dan betapa marahnya dia saat di hadapannya tidak ada seorang pun.


"Iizzhh...ayah. aku kira masih di depan pintu, tidak taunya sudah pergi..." gumam Risa kesal.


"Eh...ayah tadi bilang di bawah ada Criztine, aku harus segera mandi..." Risa pun berlari ke kamar mandi.


Tak lama dia pun berganti pakaian dan turun ke bawah dengan membawa sebuah kotak berwarna merah gelap.


"Criztine...sudah lama kamu disini?" ucap Risa dengan melangkah ke arahnya.


"lumayan lama lah untuk menunggu kamu bangun..." Criztine terkikik geli.

__ADS_1


"Dia memang gadis pecinta kasur nak Criz, itu ciri khas dia yang tidak pernah bisa di hilangkan.." Cetus sang ayah.


"Ayah..." Kesal Risa dengan duduk di samping Criztine.


"Kalian ngobrol dulu, Ayah mau bawa barang-barang ke mobil. ingat ngobrolnya jangan lama-lama, ingat waktu sayang..." Senyum ayah Risa mengembang dengan menunjuk jarum jam di tangannya.


"Siap paman, kami hanya sebentar kok..." Lirih criztine dengan lembut.


Indra pun keluar dengan membawa beberapa barang yang berada di ruang tamu dengan di bantu oleh keponakannya dan pak supir.


"Criz, apa kita masih bisa bersahabat seperti dulu lagi?" ucap Risa dengan menundukkan kepala.


"Selama ini kamu tidak hanya sahabatku, kamu sudah aku anggap sebagai adik perempuan ku. kita akan seperti itu untuk selamanya. aku juga minta maaf atas semua perlakuan ku selama ini Isa, aku benar-benar tidak tau jika lelaki yang ayah jodohkan pada ku adalah lelaki yang selama ini kamu cintai..maafkan aku." ucap Criztine.


"Jangan seperti itu, aku tidak pendiam aku hanya kurang keberanian saja..." Lirih Criztine dengan membuang muka, dikarenakan dia malu.


"Hahaha...sudahlah. jangan bahas masalah Reval lagi, nanti jika aku berubah pikiran maka aku akan kembali mengambilnya bagaimana?" Ucap Risa dengan menatap mata Criztine


Criztine terdiam dengan semua perkataan yang bagaikan petir di hatinya.


"Bercanda Criz, aku sudah merelakan dia untuk mu. toh cinta dia sudah berpindah pada hati mu...aku berjanji jika nanti aku pulang, aku akan membawa pacar yang lebih tampan dan mapan dari Revaldi. hehe" Risa mencoba memecah keheningan Criztine.


"Kamu bisa saja. oh iya, apa yang kamu bawa itu?" Criztine menunjuk pada kotak yang di bawa Risa.

__ADS_1


"Ini untuk kamu, aku sampai lupa..." Risa menepuk keningnya dan menyodorkan sebuah kotak pada Criztine.


"Apa ini? boleh aku buka sekarang?" Criztine membolak balik kan kotak tersebut dengan rasa penasaran.


Risa mengangguk dan tersenyum manis pada Criztine.


Saat Criztine membuka kotak itu ternyata isinya puluhan japit dan bando yang lucu milik mereka berdua semasa kecil dulu.


"Bukankah ini...."Criztine terdiam


"Itu milik kita dulu, aku menyimpannya untuk anak-anak kita nanti. tapi sepertinya kamu yang akan lebih dulu mempunyai anak, jadi aku serahkan itu untuk anak mu kelak...." Risa menyeringai.


"Terima kasih Isa, aki tidak menyangka jika kamu menyimpan semua kenangan kita selama ini. aku kira kamu sudah melupakan ini..." Criztine memeluk Risa dengan berderai air mata.


"Nak ayo waktu kita tinggal sedikit lagi..." Teriak sang ayah dari luar.


"Iya Ayah..."jawab Risa.


"Sudah Criz kamu jangan menangis. aku harus segera ke bandara, apa kami mau ikut mengantarkan aku?" Risa mengusap air mata Criztine.


"Aku ikut..."


Mereka pun berangkat ke bandara bersama.

__ADS_1


__ADS_2