
Tasya sudah selesai dengan pekerjaan rumah dia pun mandi dan menjemput sang anak
"Sayang...pulang waktu nya makan siang nak"teriak tasya, namun tak ada jawaban apa pun dari rena maupun revaldi
"Reval.....sayang"
Betapa terkejutnya tasya saat melihat riko yang berada di hadapan nya
entah itu nyata atau imajinasi saja
"Tasya ...revaldi masih tidur di kamar ku, dia juga sudah makan"
riko menatap wajah tasya dengan penuh kerinduan
"Baiklah saya akan kembali jika anak saya sudah bangun" tasya pun hendak pergi namun riko menarik lengan tasya
"Sya aku merindukan kamu??" dengan memeluk tubuh tasya
tasya mendorong tubuh riko
"Jangan sentuh aku lagi...mengerti!!"
tasya berlari dengan berderai air mata
sesungguhnya dia rindu namun tasya masih merasa sakit.
Rikardo....
kepergian dirinya bukan hanya untuk menjenguk sang ibunda namun rikardo juga pergi menemui ayah dan ibu tasya yang bertugas di kota lain
dia berhasil menjelaskan semua masalah meski ada sedikit penolakan dari ibu tasya
namun dengan perjuangan dan tekat rikardo membuat hati mereka luluh...
Rikardo membawa ayah dan ibunda nya beserta kedua orang tua tasya
untuk bersama sama memberi kejutan kepada tasya dan ada kejutan terbesar yang rikardo persiapkan untuk tasya dan sang buah hati.
__ADS_1
mereka pun sampai di depan rumah
Tok tok...
tasya yang masih menangis menyeka air mata nya dan membuka pintu
betapa terkejutnya tasya saat melihat ayah dan ibu nya yang berdiri di belakang rikardo
"Ayah ibu...maafkan tasya" tasya berlutut di hadapan mereka
"Bangun nak, kami sudah mendengar penjelasan dari nak rikardo...bangunlah sayang"
mereka memeluk putri mereka dengan erat meski mereka kecewa karna tasya tak dapat menjaga kesucian nya
namun apa boleh buat semua sudah terjadi
tidak akan bisa di ulang kembali.
"Sayang...mereka ayah dan bunda ku"
"Tante bagaimana kondisi tante??"dengan gugup tasya mencoba memberanikan diri
"Tak perlu sungkan sayang...panggil aku mami" jelas ibunda rikardo
"Tasya dimana cucu kami nak??"ayah tasya clingak clinguk mencari sosok cucu yang ingin dia temui
Sebelum tasya menjawab riko datang dengan menggandeng revaldi..
"Maaf saya tidak tau bahwa ada acara keluarga, kalau begitu saya pamit dulu...sayang paman pulang ya"
revaldi tersenyum dan melambaikan tangan.
"Reval sayang paman..emuah"revaldi mencium tangan nya sendiri dengan maksud cium jauh
Mendengar kalimat itu membuat hati tasya bergetar
seberapa tekat tasya untuk menjauh kan revaldi dari ayah kandung nya dia tak akan pernah berhasil
__ADS_1
karna ikatan batin dan darah yang sama mengalir di tubuh mereka berdua
"Ayah....reval kangen"revaldi berlari ke arah rikardo
"Ayah juga kangen ....oh iya sayang, ayah mau memperkenalkan kamu dengan opa dan oma"
Rikardo mengenalkan mereka semua kepada revaldi
bahkan mereka mencium, mencubit, juga mengusap kepala
"Ayah...mengapa opa dan oma ada banyak, apa semua orang tua itu oma dan opa reval??"
Perkataan revaldi membuat mereka tertawa terbahak bahak
"Sayang ini opa dan oma dari mami...ini opa oma dari ayah, reval mengerti sayang"jelas tasya dengan penuh kelembutan
Revaldi hanya mengangguk dan membenamkan wajah nya di dada rikardo karna dia malu di tertawakan oleh banyak orang...
"Cucu oma sangat lah imut....beruntung sekali kamu rikardo pulang membawa mantu bonus cucu yang menggemaskan macam ini" ibunda rikardo terus menggoda sang anak hingga membuat pipi nya merona
"Besan...kita ngadem di luar saja, di dalam bising dengan para istri kita yang sibuk dengan cucu kita"ajak ayah tasya
dan mereka pun berjalan keluar, duduk di depan rumah....
"Sini nak oma mau peluk sayang" panggil ibunda tasya
Revaldi pun memberikan pelukan hangat kepada oma nya
di dalam hati ibu tasya merasa ada kejanggalan di sini
karna wajah revaldi lebih mirip dengan riko
namun ibu tasya cepat cepat membuang prasangka buruk itu dengan cepat
karna dia tak ingin prasangka nya itu salah
siapa tau itu hanya sebuah kebetulan belaka.
__ADS_1