
Riko melihat kepergian rikardo membuatnya senang...
dia mendapat kesempatan untuk bisa masuk secara diam diam ke rumah tasya
riko melangkah ke kamar rena dia mendapati rena yang tengah tertidur lelap....
Dengan hati yang bimbang dan badan yang gemetaran riko melangkah ke depan rumah tasya
saat dia hendak membuka pintu ternyata pintu sudah terkunci
dia pun mencari jalan lain namun semua pintu terkunci rapat hingga tak ada sedikitpun celah baginya
Saat harapan mulai pupus, riko mengingat bahwa dirinya pernah mempunyai kunci duplikat dari rumah tasya
dia mencari ke seluruh ruangan hingga dia tak sengaja menjatuhkan kotak kecil.
riko pun membuka kotak itu dan melihat banyak foto tasya yang dia simpan di kotak itu...
Ruko memandangi foto-foto tasya saat dia tertawa hingga tak sadar riko pun mengembangkan senyuman di bibirnya
dia pun mengambil setumpuk foto tasya yang sengaja dia sembunyikan di kotak rahasia itu
Riko pun mendapatkan kunci duplikat di bawah tumpukan foto tasya
tanpa pikir panjang riko bergegas ke rumah tasya.....
Saat riko membuka pintu dia merasakan ada sesuatu yang hilang di rumah itu
riko menutup pintu dan berjalan ke kamar tasya..
riko memandangi tasya yang terlelap dengan sang anak yang memeluk tasya...
Riko mendekat dan duduk di tepian kasur dia memandangi wajah sang buah hati dengan kerinduan yang teramat dalam
"Anak papa sudah sebesar ini, papa ingin sekali bersama kalian nak...tapi semua hanya bayang bayang semua ini kesalahan papa, jika saja papa berani berkata jujur di hadapan semua orang....mungkin saat ini kamu dan mami sudah menjadi milik papa nak!!!?"
riko menangis dan meraih tubuh revaldi
__ADS_1
dia menciumi setiap inci dari tubuh sang anak..
Riko memandang wajah tasya
betapa dirinya merindukan tasya
Bahkan dia memilih tak mencari pengganti tasya
karna baginya tidak ada satu pun wanita yang mampu mencintai dia seperti Tasya.
Tak lama riko menidurkan reval kembali
"Tasya...aku merindukan kamu, aku juga mencintai kamu!!"
riko pun pergi
dengan rindu yang sudah terobati
riko kembali ke rumahnya.
Pagi pun menjelang....
begitu juga tasya yang sibuk membersihkan rumah, masak, dan mengurus revaldi
"Mami...aku ke rumah tante rena yah??"
"Sayang bukankah tante rena kuliah???"
tasya melihat rumah rena yang pintunya terbuka lebar
"Mungkin tante libur...tapi reval harus janji sama mami, tidak boleh nakal ya sayang...."
"Ya mami....."revaldi berlari lari kecil
tasya kembali melanjutkan aktifitas nya kembali
"Tante...tante...tan...te"reval terkejut mendapati seorang lelaki yang mirip dengan dirinya keluar dari rumah tante rena nya
__ADS_1
"Halo sayang...cari tante rena ya, tante nya lagi kuliah,maukah bermain bersama ku sayang???"riko mengulurkan tangan
Revaldi sedikit takut namun dia pun menggandeng tangan riko yang tak lain adalah ayah kandung nya sendiri..
"Kamu mau makan ini nak" riko mengambilkan sepotong roti bolu kukus
"Terima kasih paman...." revaldi menerima nya
deg...
hati siapa yang tak sakit mendengar anak kandung nya sendiri memanggil dirinya dengan sebutan paman...
bahkan mereka seperti orang asing
padahal di dalam tubuh revaldi mengalir darah riko
riko menunduk ada rasa kecewa dan sakit
namun dia harus menerima semua ini
"Paman mau???...ini enak sekali...."
Revaldi menyodorkan roti yang sudah dia gigit sebelum nya
Riko pun menggigit roti yang di berikan revaldi dengan meneteskan air mata..
"Paman...jangan menangis"revaldi mengusap air mata riko
riko tersenyum dan memeluk sang anak dengan penuh kehangatan
dia bersyukur meski dia tak mendapat pengakuan dari sang anak namun ikatan batin antara ayah dan anak akan tetap kuat...
dan kenyataan yang tak dapat si pungkiri semua orang
bahwa mereka adalah....
__ADS_1
AYAH & ANAK