
LEO...
Kelukaan yang mendalam yang kini dia rasa
bagaikan hidup di keheningan malam. tanpa ada cahaya yang menyinari, hanya ada kegelapan dan hembusan angin yang menjadi teman.....
Bagikan perahu yang terombang ambing ombak dan terhanyut di luasnya samudra.
Kejadian yang tak dapat dia lupakan adalah saat Cristine tersenyum bahagia di pelukan Revaldi
Ingin rasanya dia menolak semua kenyataan ini, tapi dia hanya manusia yang tak dapat merubah keputusan dari yang maha kuasa.
Kini Leo menghabiskan waktu di club malam tempat yang sering di kunjungi para sahabatnya jika sedang banyak masalah yang mengganggu.
sudah 3 botol wine yang di minum.
"Cristine...." teriak Leo dengan lantang. dengan melemparkan botol ke segala arah yang membuat pengunjung berteriak ketakutan.
Semua mata tertuju padanya.
kasak-kusuk mulai bermunculan dari orang yang melihat kebodohan sang dokter ternama .
Sebelum Leo menghancurkan Club itu, sang pemilik menghubungi Dimas yang tak lain adalah sahabat dan juga pelanggan tetep VIP di tempat itu....
"Apa lagi yang Leo perbuat saat ini?? membuat ku kesal saja..." Dimas menggerutu kesal.
Tak lama datanglah Dimas
Kedatangan Dimas di sambut oleh kelakuan Leo yang membuat kekacauan di sana
Dimas menggeleng kepala dengan berjalan ke arah Leo.
"Leo sadar. kamu bisa menghancurkan tempat itu..." Dimas meraih botol di genggamannya.
"Gua mau CRIZTINE....." lantang Leo.
"Hanya karna seorang wanita, kamu sebagai Dokter ahli, bisa sampai gila seperti sekarang. sadarlah kawan wanita itu sudah ada yang memiliki..." Ucap Dimas dengan memapah Leo.
__ADS_1
"Asisten bereskan semua kerugian ini. biar aku urus dokter gila ini..." lirih Leo pada asisten pribadinya.
Dimas tak menyangka jika Kedua sahabatnya bisa seperti orang gila hanya karna cinta, dan cinta itu pada satu wanita yang sama.
"Astaga...membuat ku jadi ikut gila jika memikirkan kisah cinta mereka." Ucap Dimas dengan tersenyum geli atas apa yang dirinya pikirkan.
"Aku akan mendapatkan Cristine ku kembali....cristine, criztine" Leo mengoceh di dalam mobil Dimas.
"Gua lakban juga mulut lo biar bisa diem. pusing pala gua denger ocehan lo..." Cetus Dimas.
"heh, mau bawa gua kemana lo? kerumah Criztine ya...?" Leo semakin tak terkendali.
"Gua mau bawa lo ke rumah sakit jiwa. biar lo bisa sadar sama kelakuan lo ini..." Dimas menjitak kepala Leo.
"Sakit bego, berhenti woy. itu Criztine...." Leo mulai berimajinasi dengan wajah Criztine.
Dimas mulai pusing dengan semua ini. dia mencari cara untuk menyadarkan leo..
"Nah gua punya ide...." gumam Dimas.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Tok tok...
Jimmy membuka pintu dan betapa terkejutnya dia saat melihat Dimas di hadapannya dengan memapah tubuh leo yang lemas...
"Kenapa lagi ni bocah...?" tanya Jimmy.
"Diem lo...." Dimas masuk begitu saja dan mengarah ke kolam renang yang berada di belakang rumah Jimmy.
Byurrrr...
Dimas melempar Leo ke dalam kolam.
"Gila lo Dim, itu anak orang woy..." teriak Jimmy.
"Ah berisik lo jim, biar dia tau rasa..." Cetus Dimas.
__ADS_1
"Dimas..." Bentak Leo yang basah kuyup di dalam kolam.
"hahaha...udah sadar lo." Sambung Jimmy.
"Dasar kalian gila..." maki Leo dengan berenang ke tepian.
" Lo kali yang gila, iya kali lo hancurin Club itu sampe habis duit gua. bego lo...!" **** Dimas.
"Apa dia bikin ulah di club?" sambung Jimmy dengan melemparkan Handuk pada leo.
"Lah iya siapa lagi? dia bikin gua jadi makin kere tau gag jim. bener- bener Dokter hebat..." Dimas mengacungkan jempol.
"Lah nanti gua ganti. toh lo orang kaya mana mungkin jadi kere gegara masalah kecil kek gitu aja..." sambung Leo.
"Masalahnya apa sih bisa sampe membuat Dokter ahli syaraf macam Leo ini jadi anarkis...?" Tanya jimmy.
" Biasa masalah sama Bininya Reval..." jelas Dimas.
"Arghh..udah lah gak usah di bahas. jim gua pinjem baju lo dong, dingin tau...!" sambung Leo dengan mengalihkan pembicaraan.
"Ya udah lo ambil aja di kamar gua, ogah banget gua lo suruh-suruh..." ucap Jimmy
"Sialan lo jim..." maki leo dengan menuju kamar Jimmy.
Dimas menceritakan semua kejadian yang dia lihat dan dia dengar dari sang pemilik club tersebut.
"Jadi dokter terhormat rela mempertaruhkan harga diri buat bini orang lain...hahaha, baru kali ini gua lihat dia bersikap bodoh..!" Jimmy tertawa terbahak.
"Gua juga gak habis pikir dengan kelakuan Leo yang seperti itu, lo tau gak kerugian yang gua bayar hampir puluhan juta sob...gila bener kan tu anak!" Dimas menyodorkan semua total kerugian club tersebut.
"Wih gila banyak banget. berapa meja yang dia pecahkan...?"
Dimas terdiam saat melihat Leo yang melangkah ke arah mereka, dia tidak mau jika membahas semua yang telah berlalu.
mereka pun asik menggoda Leo.
tawa canda mulai memenuhi seisi rumah jimmy.
__ADS_1
"Kalian nginep disini aja dulu..." pinta Jimmy.
Leo dan Dimas mengangguk bersamaan.