HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 252


__ADS_3

Lily di sekap oleh Raka di sebuah tempat, tidak jauh dari kota. Kala itu dia sangat murka lalu menghalalkan berbagai macam cara untuk membalas penghinaan yang di terima.


Jika Raka menginginkan sesuatu maka dia pasti mendapatkannya, termasuk Lily.


Lelaki sepertinya mampu menemukan hal indah yang mampu menarik perhatian, tapi jika dia di lukai maka mereka harus siap menanggung akibatnya.


" Sekarang kamu tidak bisa berbuat apa pun, kecuali menuruti semua inginku." Ucap Raka sembari mendekat ke tepi ranjang, dimana Lily berada sekarang.


" Wanita seperti kamu layak di perlakukan seperti ini. Jangankan kelembutan, perhatian saja kamu tidak pantas."


Lily tidak bisa bergerak bebas karena kedua tangannya di ikat ke atas, mulutnya di tutup lakban, hanya tinggal kedua kakinya yang terus meronta ingin lepas dari cengkraman lelaki tersebut.


Tangan lincah Raka mulai bermain dengan sangat cepat, membuat Lily semakin berontak. Namun Lily tidak bisa berbuat banyak karena percuma saja jika Raka sudah terbakar Hasrat dalam diri, maka dia akan melakukan apa pun untuk membuatnya menjadi senang.


" Emmmmm...." Teriak Lily saat Raka semakin melancarkan aksinya.


" Tidak ada satu wanita pun berani menghinaku. Sekarang kamu akan merasakan kekejaman dariku." Entah seberapa kuat Hasratnya hari ini, yang pasti Lily sangat merasakan sakit dan nyeri di seluruh tubuh.


Di sisi Lain David melakukan rencana mereka dengan berpura-pura menjemput Gilang atas dasar utusan Lily. Mereka menghabiskan waktu di sebuah pusat perbelanjaan.


" Kamu suka dengan semua hadiah dari Paman ini?" Tanya David sesudah membelikan beberapa mainan dan juga makanan ringan.

__ADS_1


" Gilang suka sekali Paman." Ucap anak itu polos.


" Oh iya, Gilang tau dimana Ayah Gilang berada?" Tanya David mencoba mencari keberadaan Dimas.


" Tidak. Kata Mami, Ayah sedang bersama dengan wanita jahat itu."


Betapa kejam wanita itu...


Anak seusia dia sudah di racuni oleh kebencian.


" Wanita jahat?" Berpura seolah tidak tau apa pun.


" Iya. Wanita itu pernah membuat Ayah menangis, mengabaikan aku, dan membuat Mami jauh dari Ayah. Dia adalah wanita jahat." Ucap Gilang penuh kemurkaan.


Sebelumnya David lebih dulu mengeluarkan sebuah alat perekam. Ada sebuah jalan yang nantinya menuntun Dimas dan Gea keluar.


" Gilang benci Ayah." Ucap Gilang lantang.


" Ayah tega meninggalkan Gilang dan mami. Ayah sangat kejam, Gilang benci Ayah."


Sepertinya ini sudah bisa membuat Dimas tersakiti...

__ADS_1


" Kalau begitu Gilang ikut Paman, mau?" Tanya David sembari menjulurkan tangan, mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat.


Rencana besar telah di susun rapih, kini tinggal menunggu hasilnya.


Sepanjang perjalanan, Gilang tersenyum menatap wajah David.


" Kamu kenapa?"


Gilang menyentuh satu tangan David, dimana saat itu David tengah fokus pada stir kemudi.


" Maukah Paman menikah dengan mami, lalu menjadi ayahku?"


" Tidak bisa, sayang. Paman sudah punya kekasih."


" Yah....jadi paman menolak Gilang?" Dengan polosnya anak itu mengucap sebuah kata yang dia sendiri belum tau maksudnya.


" Sudahlah, kita masih bisa jadi teman, kan?"


Gilang pun memaksakan senyum lalu melingkarkan jari kecilnya..


" Kita berteman."

__ADS_1


David tersenyum puas, aksinya berhasil tinggal beberapa langkah lagi semuanya ada dalam genggaman.


Sebenarnya dia tidak tega melihat anak sebaik Gilang di manfaatkan tapi, hanya demi mencapai sebuah tujuan mereka rela mengorbankan seorang anak tak berdosa.


__ADS_2