
" Tidak mau. Aku mau di sini temani paman David." Ketus Gilang pada Gea yang saat itu memintanya turun bersama.
" Gilang, jangan buat Papi marah, ayo turun..." Dengan segera Raka menggendong Gilang turun.
" Papi jahat..." Lirih Gilang dengan air mata di pipi.
" Gilang, sayang. Jangan seperti itu, biarkan paman David menyelesaikan acara ini, baru setelah ini Gilang bisa main sama Paman David..." Ucap Gea berusaha memberi pengertian kepadanya.
" Tidak..." Teriak Gilang dengan berusaha turun dari gendongan Raka.
" Kamu itu orang jahat." Dengan kasar Gilang mendorong Gea hingga terjatuh.
" Gilang...." Marah saat melihat tingkah Gilang yang tidak sopan terhadap adik kandungnya. Raka tak terima adiknya di permalukan oleh anak kecil, hanya karena niat Gea yang ingin membujuk anak tirinya itu.
" Tapi dia memang jahat. Kalian semua jahat..." Gilang merasa sakit hati sampai dia berlari keluar dari sana. Banyak mata melihat kepergian bocah itu dengan praduga mereka masing masing. Air mata di pipinya bercerita betapa tersiksanya dia selama ini.
" Biar aku saja..." Ucap Gea berusaha menghentikan langkah abangnya.
Raka mengangguk dan kemudian Gea mengejar Gilang. Di saat kejadian itu Dimas juga tau dan ingin menghampiri mereka, tapi Raka memintanya tetap di tempat.
" Tapi bang..." Dimas berusaha protes dengan keputusan Raka.
__ADS_1
" Kalau kamu ingin melihat putramu dekat dengannya, maka biarkan Gea membujuk Gilang dengan caranya. Kita tunggu mereka di sini." Jelas Raka dengan duduk di samping Dimas, berjaga agar Dimas tidak pergi dari sana.
Saat itu diam diam Lily pergi mencari keberadaan Gea dan Gilang...
" Mereka ada dimana?"
" Tidak, aku tidak mau." Lantang Gilang dari kejauhan. Dengan segera Lily mencari asal suara itu...
Lily melihat Gea berusaha keras membujuk Gilang....
" Gilang....minta maaf, sekarang." Ucap Lily tiba tiba menghampiri mereka.
" Tapi Gilang tidak salah. Dia ini wanita jahat yang sudah merebut Ayah dari kita, dia itu orang jahat, Mami." Kemarahan anak itu menusuk dalam sanubari Lily. Dia tidak menyangka Gilang akan berpikir seperti sekarang.
Gea merasa hancur, usahanya terasa berat seolah bumi berhenti memberi petunjuk. Merasa gagal menjadi ibu tiri yang baik dan dekat dengan anak dari suaminya.
Hal tersulit bagi seorang ibu tiri adalah mendapatkan hati seorang anak, karena bagi seorang anak tidak ada seorang pun yang terlihat baik di banding dengan ibu kandungnya sendiri.
Namun tidak semua ibu tiri itu jahat, tergantung bagaimana anak itu menilainya. Tidak jarang pula seorang ibu tiri merasa menyerah menghadapi sikap anak itu, hingga terkesan jahat.
" Tidak masalah..." Ucap Gea dengan tersenyum.
__ADS_1
" Gilang hanya butuh waktu. Aku yakin kamu bisa dekat dengan dia seperti kamu dekat dengan ayahnya..."
Ucapan Lily sontak membuatnya menatap tajam....
" Apa maksud kamu?" Merasa tersinggung, Gea pun memasang wajah garangnya.
" Tunggu, tunggu, kamu jangan salah paham begitu, dong. Maksud aku hanya...." Belum sempat Lily berucap, tangannya sudah di plintir seseorang.
" Berani sekali membuat adikku marah..." Raka yang sedari tadi melihat mereka, merasa geram saat amarah adiknya di permainkan.
" Aw....sakit, lepaskan." Lily berusaha memberontak, tapi Raka semakin mengeratkan genggamannya.
Gea berusaha mengatur nafas supaya dia bisa mengendalikan emosinya, setalah cukup tenang, barulah Gea mendekati abangnya...
" Lepaskan dia Bang. Bagaimana pun dia adalah istri abang dan juga kakak ipar ku. Mungkin ucapan dia benar, jika aku bisa membuat Dimas mencintaiku kenapa aku tidak bisa mengambil hati anak kecil." Senyum di bibir Gea meyakinkan Raka.
Perlahan Raka melepaskan Lily...
" Tidak ada satu pun wanita semulia kamu,sayang." Ucap Raka seraya memeluk adiknya itu.
Melihat hubungan antara dua saudara itu membuat Lily merasa risih. Setiap kali suaminya mengagungkan diri sang adik, seolah mereka memiliki hubungan melebihi kakak dan adik.
__ADS_1
" Persaudaraan macam apa ini..." Lirihnya dengan segera pergi dari tempat itu.
" Mereka itu benar benar gila." Dengan langkah di percepat Lily mencari putranya.