
Beberapa tahun kemudian...
tasya hidup dengan kebahagiaan
dia juga sudah kembali mendapat restu dari kedua orang tua rikardo.
"sayang saat ini revaldi sudah berusia 7 tahun ...dia juga cukup dekat dengan riko, aku berencana untuk mempertemukan mereka dan sudah saat nya revaldi tau tentang riko...bagaimana menurut kamu??!" jelas rikardo dengan menatap wajah sang istri
"tapi....bagaimana caranya kita bertemu dengan riko??..dia saat ini sibuk dengan saham ayah nya, apa dia punya waktu untuk pulang??" tasya mengerutkan kening
"bukan riko yang pulang, tapi kita yang menemuinya....sekalian kita liburan sayang!!"rikardo mengusap kepala tasya
tasya hanya mengangguk
dirinya hanya bisa pasrah
mungkin saat ini adalah waktu yang tepat bagi revaldi mengetahui semua kebenaran yang ada.
tahun tahun berlalu begitu juga cinta tasya yang hilang terhadap riko dan dirinya hanya memiliki satu cinta yaitu cinta suami nya...
"minggu depan kita berangkat...aku sudah memesan tiket dan jangan kasih tau revaldi bahwa kita akan mengunjungi riko, biar ini jadi kejutan untuk mereka!!" jelas rikardo
"iya mas....sepandai apapun kita menyembunyikan semua ini pasti suatu saat akan terbongkar...sebelum semua ini dia dengar dari orang lain, maka kita yang akan lebih dulu memberitahu dia mas...aku sudah siap untuk mengungkap kebenaran yang ada!!"
rikardo tersenyum lega, akhirnya tasya mau mengungkap semua kepada revaldi
dan tibalah hari keberangkatan mereka...
"kita mau berlibur dimana yah...apa di tempat yang jauh ??" revaldi bertanya panjang lebar kepada sang ayah
"kamu ikut saja sayang...ayah punya kejutan buat kamu!!" jelas rikardo dengan merangkul bahu sang anak
aku harus kuat...ini adalah kewajiban ku untuk mengatakan kejujuran yang mana aku sendiri harus siap dengan semua yang terjadi...aku memang bukan ayah kandung nya, tapi aku sangat menyayanginya lebih dari diriku sendiri...aku berharap revaldi bisa menerima kenyataan ini, aku ingin dia mengetahui bahwa orang yang selama ini dia sebut paman sebenarnya adalah Ayah kandung nya sendiri...!!
__ADS_1
tak lama mereka sampai di bandara
rikardo menuju rumah riko
sebenarnya sebelum kepergian mereka
dia menanyakan alamat rumah riko kepada rena..
sampai lah mereka di depan rumah mewah
"Mami ini rumah siapa...??" revaldi kebingungan
namun tasya dan rikardo hanya saling memandang tanpa menjawab pertanyaan sang anak.
tok tok..
datanglah seorang lelaki yang membuka pintu
"Paman...aku merindukan paman!!" revaldi berlari dan memeluk tubuh riko
"sayang...kamu disini nak, paman juga sangat sangat merindukan kamu" riko memeluk dan mencium revaldi
dari cara revaldi memeluk dan menumpahkan kerinduan kepada riko
semua orang pasti tau jika mereka mempunyai ikatan yang kuat
"silahkan masuk...kenapa kalian tidak menghubungi aku dulu jadi aku bisa menjemput kalian???!" cetus riko
"tak perlu repot repot...kedatangan kami kesini hanya untuk mengatakan yang sejujurnya kepada revaldi bahwa kamu adalah...." rikardo berhenti berkata sesekali dia menatap tasya
tasya menganggukkan kepala
untuk meyakinkan sang suami
__ADS_1
"apa ini tidak terlalu cepat ??" jawab riko
tasya menggeleng kepala
"Revaldi...mami dan ayah mau mengatakan yang sejujurnya tentang paman riko kepada kamu nak..!!" jelas tasya dengan menatap wajah sang anak
"paman riko ini sebenarnya adalah ayah kandung kamu nak!!"
revaldi terkejut mendengar pernyataan dari sang ibunda
dia tak mampu berkata apa pun
tak terasa air mata revaldi keluar begitu saja
"iya nak paman riko adalah ayah kandung kamu...tapi ayah akan selalu menjadi ayah kamu"jelas rikardo
"paman...adalah ayah kandung revaldi???" revaldi menatap riko dengan berderai air mata
"iya nak...aku adalah ayah kandung kamu, tapi jika kamu belum siap menerima semua ini...maka kamu bisa memanggilku seperti biasa nak" riko meraih tubuh revaldi dan memeluknya
revaldi memeluk riko dengan penuh rasa yang sulit di jelaskan
"revaldi senang memiliki dua ayah...meski ayah rikardo bukan ayah kandungku, tapi aku sangat menyayangi ayah sama seperti rasa sayang ku pada paman!!" jelas revaldi dengan memeluk riko dan rikardo
"sayang....mulai sekarang kamu pangil paman dengan sebutan PAPA jadi biar kamu tidak kebingungan " jelas tasya dengan mengembangkan senyum
akhirnya revaldi bisa menerima kenyataan ini dengan baik
tasya sungguh bahagia melihat kebahagian yang begitu sempurna
beban yang selama ini di pikul oleh rikardo saat ini sudah menemui titik temu yang indah...
mereka pun kembali ke kota kelahiran mereka dan kembali menjalani kehidupan yang seperti biasanya.
__ADS_1