
(Gemelut awan hitam)
Mentari bersembunyi di baling gumpalan hitam pagi itu, membawanya pada hati nan lara. Angin berliuk berbisik, menyampaikan salam kerinduan. Secarik sinar menelisip di sela sela awan hitam, mencari sosok yang di cari.
\(Mentari di telan Senja\)
Kilau hias berwarna jingga menyapa hari pada waktu itu, menyadarkan atas keindahan yang di pertontonkan akan terganti menjadi gelap malam. Semburat rindu mulai tersirat tuk seorang nan jauh disana.
Wahai senja, ku tenggelamkan wajah ku di balik kilaumu, ku simpuhkan badan tuk mendapat elok senyummu.
Wahai Senja, bergantilah engkau dengan malam, agar hari ini cepat berlalu, begitu pula kisah kami.
\(Pelukan hangat angin malam\)
Di ujung kota itu aku termenung, menunggu datangnya seorang tercinta. Gelap malam menjadi teman bersua, angin malam mendekap hangat badan nan rindu pelukannya. Sinar remang rembulan tunjukkan jalan padanya tuk kembali.
Kerlip bintang suguhkan indahmu padanya, katakan disini ada seorang yang menantikan hadirnya.
__ADS_1
\(Tangan Dosa\)
Kami adalah tangan tangan dosa, berbagai macam dosa telah kami perbuat. Tangan ini menjadi saksi atas segala perbuatan di bumi. Mata memandang menjadi saksi tanpa bisa menahan dosa yang di lihat. Telinga ini kerap kali menjadi wadah perbuatan dosa, kala mendengar hal dari seberang sana.
Rasa ini kerap menjadi lahan dosa dalam diri, hingga sulit bagi kami untuk tidak terjebak dalam lautan dosa ini.
Tuhan, bantu kami. Bantu keluar dari segala nikmat dosa ini. Bersihkan tangan ini dari segala noda dosa, berikan kami nikmat terpuji.
\(Secuil Asa\)
Dunia begitu indah sampai berjuta kata tidak mampu menggambarkan indahnya. Setiap langkah dalam kehidupan di sertakan berbanding terbalik...
Ketika asa telah merambat dalam hati, maka pikiran pun beku. Tidak ada harap dalam hidup, dan hanya ada gumpalan hitam dalam diri yang akan menjadi penghalang sebuah kejayaan.
\(Tentang Rasa\)
Indahnya hidup ketika mulai mengenal rasa.... Rasa yang membuat sukar tuk tidak memikirkan. Rasa bergejolak dalam dada meminta mulut tuk melepas segala rasa di dalamnya. Gemuruh jantung saat berdekatan, menyadari gelombang cinta maha dasyat sedang ada bersamanya.
\(Mantan\)
__ADS_1
Sekilas nama yang dulu pernah menghiasi hidup....
Dahulu pernah bersama saling menyita perhatian, berbagi senyum, dan meluangkan waktu bersama, namun ada beberapa hal terjadi hingga menyebabkan mereka saling membuang muka, mengasingkan diri, dan pergi membawa serpihan hati.
Dialah Mantan, sekilas warna yang pernah ada namun kini telah usang terhapus rintihan masa.
\(Dalam diam ku sampaikan\)
Hati ini kerap meronta meminta satu penjelasan dari seribu kediaman yang dia lakukan. Entah hal mana yang membuatnya jauh, jauh, dan semakin menjauh hingga tangan ini sulit menggapainya. Bahkan lidah ini seolah membeku meminta semua kejelasan tantang hubungan ini, tapi tidak satu pun kalimat aku dapatkan.
Entah petaka apa yang terjadi hingga dia mengunci lidahnya menutup rapat mulutnya dari semua kenyataan yang ada.
Hanya dalam Diam ku sampaikan seuntai kisah ini.
\(Luka\)
Ada saatnya kita berpaling dari dunia saat ada gemuruh asa di dalamnya....
Rasa sakit itu kian mengintai di setiap harinya, menjadikan akal semakin sempit. Mempersulit seseorang dalam meniti hidup, sampai arah pun dia tak mampu memilih.
__ADS_1
Luka itu tidak terlihat namun sakitnya sampai merusak akal pikiran, rusaknya jaringan kesadaran diri, menumbangkan kepercayaan hingga membuatnya rapuh secara perlahan.