HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 271


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu Raka mulai berpikir keras, akankah dia tega melihat seorang anak kecil sepolos Gilang tidak merasakan kasih sayang seorang Ayah. Dalam siang hingga malam Raka selalu teringat kata bocah kecil yang saat ini tidur di sampingnya, menindih lengan seolah dia benar merindukan sosok seorang Ayah.


Sejenak dia menatap wajahnya dengan sesekali menyentuh pelipis mata, melukis bentuk wajah anak tersebut.


" Jika kamu bersamanya apa kamu tidak akan mengganggu kebahagiaan adikku?" Lirihnya kembali menjelajah wajah mungil Gilang.


Di saat Raka mulai berpikir jauh tiba tiba pintu kamar di buka, segera dia memejamkan mata berpura tidur.


" Mereka sudah tidur..." Lily menatap keduanya. " Untuk sekian lamanya kamu mendambakan hal seperti, meski dia bukan ayah kandungmu tapi kamu nampak bahagia sayang."


Ketika tangan Lily mencoba mengalihkan kepala Gilang dari lengan Raka, tiba tiba saja Raka menggapai tangan Lily....


" Biarkan saja..." Ucapnya menghentikan pergerakan Lily.


Tatapan mata mereka beradu menjadi satu pandangan....


" Biarkan dia tidur senyaman yang dia mau, kalau kamu mau tidur saja di sebelah ku."

__ADS_1


" Tidak!" Secepat kilat Lily mengibaskan tangan Raka, sehingga membuat wajah Raka muram. Tapi entah kenapa Raka merasa ada hal lain dari diri wanita itu yang mengusik hati, wajah manyun itu membuat Raka ingin tersenyum, tapi dia merasa belum waktunya memperlihatkan kelembutan untuk wanita di hadapannya itu, masih ada beberapa hal untuk membuatnya yakin atas keputusan besar.


" Kalau kamu tidak ingin tidur di sini, maka aku bisa menemani kamu tidur di kamar kita..." Lirih Raka dengan nada menggoda.


Lily gugup melihat tatapan mata Raka yang seolah hendak memakannya, dari pada kena hukuman dari lelaki itu di atas ranjang, lebih baik dia mengikuti mau Raka dengan tidur bertiga di kamar Gilang.


" Aku tidur di sini, tapi jangan macam macam." Ucap Lily memperingatkan bahwa Gilang ada di antara mereka.


Tanpa tunggu lama Raka menyeret Lily hingga badannya menindih kaki Gilang dan menopang di paha Raka...


" Jangan seperti ini...."


Meski Raka hanya mengakui dia sebagai wanita koleksi tapi Raka menyimpannya dengan sangat baik. Raka tidak suka menyentuh koleksinya seperti saat menyentuh Lily, jeritan dan air matanya mampu membuat Raka enggan tuk meninggalkan.


" Baik, baik, aku ke sana. Tapi, lepaskan dulu tangan ku..." Merasa ada pergerakan dari Gilang Raka segera melepaskan diri Lily.


" Untung saja dia tidak bangun." Bernafas lega saat tau Gilang hanya berpindah posisi dengan memeluk tubuh Raka.

__ADS_1


Seraya berjalan ke arah Raka, mata Lily di perlihatkan sesuatu yang sangat dia impikan...


Seandainya dia itu Dimas, pasti kita hidup bahagia dalam satu keluarga utuh...


Raka melingkarkan satu tangannya di pinggang Gilang seolah dia benar adalah darah dagingnya, sedangkan Lily masih mematung memandangi tubuh mereka berdua sembari ber-agan.


" Tidurlah...." Ucap Raka.


" Raka...." Lily mulai duduk di tepi ranjang dengan menatap punggung Raka.


" Hem...."


" Terima kasih sudah membuat Gilang nyaman dalam pelukan mu."


Sontak saja hati Raka sakit. Perkataan seorang wanita yang telah mengandung seorang putra mengucapkan kata menyakitkan.


" Jangan terlalu berharap, kalian itu tidak lebih dari koleksi ku." Dengan jantung berdegup kencang, Raka mengelabuhi Lily dengan sikap sok cueknya itu.

__ADS_1


Meski Lily merasa sakit atas perkataan Raka, setidaknya dia bisa merasa tenang melihat putranya mendapat pelukan hangat dari seorang lelaki meski bukan ayah kandungnya.


__ADS_2